Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Pengaruh Pemberian Four Square Step Exer...
Pengaruh Pemberian Four Square Step Exercise untuk meningkatkan Keseimbangan Dinamis Lansia di Puskesmas Guguak Panjang Bukittinggi Tahun 2025.

Nurhayati, Azwar Alfajrino · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari interaksi/integrasi sistem sensorik (visual, vestibular dan somatosensory termasuk proprioceptor) dan muskuloskeletal (sendi, otot dan jaringan lunak lain) yang diatur atau dimodifikasi dalam otak sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal maupun eksternal. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian Four Square Step Exercise untuk meningkatkan keseimbangan dinamis lansia di Puskesmas Guguak Panjang Bukittinggi Tahun 2024 . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode quota sampling. Penelitian ini akan dilakukan pada awal Bulan Februari sampai awal Bulan Maret 2025 dengan jumlah populasi dengan tingkat kemandirian B 188 orang dengan 15 sampel sebagai kelompok perlakuan yang diberikan Four Square Step Exercise . Kelompok perlakuan diberikan intervensi sebanyak 4 kali perlakuan selama 4 minggu. Alat ukur yang di gunakan dalam melakukan penelitian ini yaitu Time Up and Go Test Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dengan mengukur keseimbangan dinamis lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Pengolahan data dilakukan dengan t-test dependent. Hasil penelitian berdasarkan uji T-test dependent menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 (p Abstract (EN): Balance is a complex interaction of the interaction/integration of sensory systems (visual, vestibular and somatosensory including proprioceptors) and musculoskeletal (joints, muscles and other soft tissues) that are regulated or modified in the brain in response to changes in internal and external conditions. Objective To determine the effect of providing Four Square Step Exercise to improve the dynamic balance of the elderly at the Guguak Panjang Bukittinggi Health Center in 2024. This type of research is quantitative using a quasi- experimental research design. Sample collection uses the quota sampling method. This research will be conducted in early February to early March 2025 with a population with a level of independence B of 188 people with 15 samples as the treatment group given Four Square Step Exercise. The treatment group was given intervention 8 times for 4 weeks. The measuring instrument used in conducting this research is the Time Up and Go Test. Data collection was carried out by the observation method by measuring the dynamic balance of the elderly before and after the intervention. Data processing was carried out with a dependent t-test. The results of the study based on the dependent i-test showed that the p value was 0.000 (p

KTI 2025
Detail
Pengaruh Medicine Ball Chest Pass Throw...
Pengaruh Medicine Ball Chest Pass Throw Exercise Terhadap Power Otot Lengan Pada Pemain Basket Di SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi Tahun 2025

Erit Rovendra, Nadia Rahmi · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Power adalah gabungan antara kekuatan dan kecepatan atau pengerahan gaya otot maksimum dengan kecepatan maksimum, power atau daya adalah kemampuan otot seseorang untuk melakukan suatu kerja dengan kekuatan maksimal dalam waktu secepat-cepatnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh medicine ball chest pass throw exercise terhadap peningkatan power otot lengan pada pemain basket. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain penelitian quasi eksperimental. Teknik pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai dengan tanggal 9 Mei tahun 2025 dengan jumlah populasi 20, dimana dalam rancangan ini tidak ada kelompok pembanding. Metode penelitian ini dilakukan sebanyak 12 kali perlakuan dengan dengan 1 kali rest setiap per latihan terhadap 10 orang sampel. Peningkatan power otot lengan diukur dengan melakukan Test two- hand medicine ball put. Hasil penelitian dari pemberian medicine ball chest pass throw exercise menunjukkan bahwa rata-rata power otot lengan sebelum intervensi adalah 3.72 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 4.66. Nilai P Abstract (EN): Power is a combination of strength and speed, or the exertion of maximum muscular force at maximum speed. Power refers to an individual’s muscular ability to perform work with maximum strength in the shortest possible time. This study aims to determine the effect of the medicine ball chest pass throw exercise on improving arm muscle power in basketball players. This is a quantitative study using a quasi-experimental design. The sample collection technique used was purposive sampling. The study was conducted from April 15 to May 9, 2025, with a population of 20 individuals. This design did not include a comparison group. The treatment method was carried out 12 times, with one rest period per session, involving a sample of 10 participants. Arm muscle power improvement was measured using the two-hand medicine ball put test. The results showed that the average arm muscle power before the intervention was 3.72, and after the intervention, it increased to 4.66. The p-value < α = (0.005) indicates a significant effect on the improvement of arm muscle power. Based on these results, it can be concluded that the medicine ball chest pass throw exercise has a positive effect on improving arm muscle power in basketball players at SMA Negeri 5 Bukittinggi in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Brain Gym & Play Ther...
Pengaruh Pemberian Brain Gym & Play Therapy Terhadap Gangguan Konsentrasi Pada Anak Attenttin Deficit Hyperactifity Disorder ( ADHD ) Di SLB Autisma YPPA Bukittinggi Tahun 2025.

Irhas Syah, Aurellia Syah Fitri · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Attention Deficit Hyperactifity Disorder ( ADHD ) adalah suatu kondisi yang menunjukkan pada ketidak mampuan anak untuk mengontrol perilakunya, memusatkan perhatian dan konsentrasi nya pada aktifitas tertentu. Brain Gym & Play Therapy merupakan terapi yang berkaitan dengan gerak yang terarah dan menstimulus fungsi otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata tingkat konsentasi anak ADHD sebelum & sesudah diberikannya Brain Gym & Play Therapy. Dalam penelitian ini, digunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen dan menggunakan pre-test post-test. Pengambilan sample dengan cara Accidental Sampling. Metode penelitian ini menggunakan lembar observasi. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan cara memberikan Brain Gym & Play Therapy pada 10 sampel dan mengevaluasi terapi tersebut setiap minggu selama 1 bulan. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah alat ukur konsentrasi berupa The Children’s Color Trails Test ( CCTT ). Hasil penelitian ini diketahui bahwa perbedaan rata-rata konsentrasi sebelum intervensi adalah 81,68 , konsentrasi sesudah intervensi adalah 74,78. Terdapat nilai p < a 0,00 artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap konsentasi anak ADHD setelah diberikan perlakuan Brain Gym & Play Therapy. Abstract (EN): Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a condition that indicates a child's inability to control their behavior, focus their attention and concentrate on certain activities. Children's concentration is very much needed to support teaching and learning activities at school or to do other activities inside or outside the home. Parents who have children with special needs including ADHD usually only focus on academic material so that they pay less attention to the main problem, namely the formation of concentration and training focus in children. Brain Gym & Play Therapy is a therapy related to directed movement and stimulates brain function. The purpose of this study is that brain gym & play therapy can improve concentration in ADHD so that activities carried out by children can be more focused. In this study, a quantitative research design was used with a quasi-experimental design and using a pre-test post-test. Sampling was carried out by Accidental Sampling. This research method uses an observation sheet. The implementation of the study was carried out by providing brain gym & play therapy to 10 samples and evaluating the therapy every week for 1 month. The measuring instrument used to collect data in this study was a concentration measuring instrument in the form of The Children's Color Trails Test (CCTT). The results of this study show that the average before brain gym & play therapy was 0.8 and the average after brain gym & play therapy was 0.9.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Tekanan...
Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Nilam Sari Bukittinggi Tahun 2025

Siti Munawarah, Nabila Nurul Afifah · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Latar Belakang Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal dan terus menerus pada beberapa kali pemeriksaan. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Senam Tai Chi Terhadap Penuruan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Nilam Sari Tahun 2025.. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling dengan populasi 59 dan sampel 12 orang dengan diberikan intervensi senam Tai Chi. Diberikan intervensi sebanyak 9 kali pertemuan. Tekanan darah diukur menggunakan Sphygnomanometer. Hasil penelitian dari pemberian Senam Tai Chi perlakuan menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum perlakuan adalah 151,58 mmHg dan rata-rata diastolik sebelum perlakuan adalah 91,75 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah sistolik sesudah perlakuan adalah 141.92 mmHg dan rata-rata diastolik sesudah perlakuan 84.25 mmHg dengan nilai P= 0,002 artinya terdapat pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulan dan saran : Diharapkan lansia dengan hipertensi melakukan latihan dengan sistematis dan berulang. Serta lansia juga diharapkan untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Abstract (EN): Background: Hypertension is a condition characterized by a continuous and abnormal increase in blood pressure over multiple measurements. The purpose of this study was to determine the effect of Tai Chi exercise on reducing blood pressure in hypertensive patients at Nilam Sari Community Health Center in 2025. This research is a quantitative study using a quasi-experimental design. Samples were collected using purposive sampling, with a population of 59 and a sample of 12 patients who received Tai Chi exercise as an intervention. The intervention was conducted over 9 sessions. Blood pressure was measured using a sphygmomanometer. The results showed that the average systolic blood pressure before the intervention was 154.22 mmHg and diastolic was 92.67 mmHg. After the intervention, the average systolic blood pressure decreased to 134.00 mmHg and diastolic to 83.11 mmHg. The statistical test produced a p-value of 0.008, indicating a significant effect of Tai Chi exercise on lowering blood pressure. Conclusion and suggestion: It is recommended that elderly individuals with hypertension engage in systematic and regular exercise. Additionally, they are encouraged to adopt a healthy lifestyle.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Infra Red Dan Pelvic...
Pengaruh Pemberian Infra Red Dan Pelvic Tilting Exercise Untuk Meningkatkan Aktivitas Fungsional Pada Kasus Low Back Pain etc Ischialgia Di Rumah Sakit Otak Bukittinggi Tahun 2025.

Erit Rovendra, Aprilia Dwi Putri · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Ischialgia adalah rasa sakit dimulai dari punggung bawah hingga menjalar ke tungkai dan terkadang menjalar sampai kaki. Ischialgia terjadi karena adanya penekanan pada saraf ischiadicus hal ini terjadi karena adanya diskus yang mengalami herniasi atau bisa juga karena adanya tonjolan tulang yang ditandai dengan rasa sakit, sensasi yang berubah, dan/atau kelemahan pada kaki. Tujuan penelitian : Untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Infra Red Dan Pelvic Titing Exercise Untuk Meningkatkan Aktivitas Funsional Pada Kasus Low Back Pain Etc Ischialgia Di Rumah Sakit Otak Bukittinggi. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan pada metode quasi experiment dengan pendekatan one group pre dan posttest dengan sampel sebanyak 20 orang. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu. Teknik dalam pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria insklusi dan ekslusi. Hasil : menunjukkan bahwa rata-rata setelah diberikan Infra Red dan Pelvic Titing Exercise,yaitu 9,00. Kesimpulan : Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian Infra Red dan Pelvic Titing Exercise terhadap penignkatan aktivtas fungsional Di Rumah Sakit Otak Bukittinggi tahun 2025. Abstract (EN): Ischialgia is pain that starts from the lower back and spreads to the legs and sometimes spreads to the feet. Ischialgia occurs due to pressure on the sciatic nerve, this occurs because of a herniated disc or it could also be due to a bone protrusion which is characterized by pain, altered sensation, and/or weakness in the legs. Purpose of the study: To determine the effect of administering Infra Red and Pelvic Titing Exercise to increase functional activity in cases of Low Back Pain etc. Ischialgia at the Bukittinggi Brain Hospital. Research method: The research design used in the quasi-experimental method with a one group pre and posttest approach with a sample of 20 people. This study was conducted for 4 weeks. The sampling technique was purposive sampling, which is in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Results: showed that the average after being given Infra Red and Pelvic Titing Exercise was 9.00. Conclusion: It is concluded that there is an effect of providing Infra Red and Pelvic Titing Exercise on increasing functional activity at the Bukittinggi Brain Hospital in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Gun Massage dan Shoul...
Pengaruh Pemberian Gun Massage dan Shoulder Mobility Drills terhadap Nyeri Gerak pada Penderita Nyeri Bahu di Penjahit Konveksi Kecamatan Ampek Angkek Tahun 2025

Siti Munawarah, Mutiara Fatimah Azzahra · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Pekerjaan menjahit adalah salah satu profesi yang melibatkan gerakan tangan yang berulang, postur tubuh yang cenderung statis, serta penggunaan peralatan yang tidak selalu mendukung postur ergonomis. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Gun Massage dan Shoulder Mobility Drills terhadap nyeri gerak pada penderita nyeri bahu di penjahit konveksi di Kecamatan Ampek Angkek Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling dengan populasi 38 dan sampel 10 orang yang diberikan Gun Massage dan Shoulder Mobility Drills sebanyak 12 kali perlakuan. Nyeri gerak diukur menggunakan Visual Analoge Scale (VAS). Hasil penelitian yaitu ada pengaruh pemberian Gun Massage dan Shoulder Mobility Drills Terhadap Nyeri Gerak pada Penderita Nyeri Bahu Di Penjahit Konveksi Kecamatan Ampek Angkek dengan nilai p value = 0,000 < É‘ (0,05). Kesimpulan dan saran : Diharapkan penjahit dengan nyeri bahu melakukan latihan dengan sistematis dan berulang. Serta penjahit juga diharapkan untuk memperhatikan posisi dan durasi kerja. Abstract (EN): Tailoring is a profession that involves repetitive hand movements, prolonged static postures, and the use of equipment that often does not support ergonomic positioning. This study aims to determine the effect of Gun Massage and Shoulder Mobility Drills on movement-related shoulder pain among garment industry tailors in Ampek Angkek District in 2025. This is a quantitative study using a quasi-experimental design. Sampling was conducted using purposive sampling, with a population of 38 tailors and a sample of 10 participants. Interventions were administered 12 times, combining Gun Massage and Shoulder Mobility Drills. Pain during movement was assessed using the Visual Analogue Scale (VAS). The results showed a significant effect of Gun Massage and Shoulder Mobility Drills on reducing movement pain in tailors with shoulder pain, with a p-value = 0.000 (< α = 0.05). Conclusion and Recommendations: Tailors experiencing shoulder pain are advised to perform these exercises systematically and regularly. In addition, attention should be paid to working posture and work duration to prevent musculoskeletal strain.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) dan M...
Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) dan Maitland Mobilization untuk peningkatan lingkup gerak sendi bahu pada kasus Frozen Shoulder di RSUD M.Natsir Solok Tahun 2025.

Evi Hasnita, Andini Ardha Putri · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Lingkup Gerak Sendi (LGS) atau Range of Motion (ROM) mengukur sejauh mana suatu sendi dapat bergerak secara normal, baik secara aktif (digerakkan otot sendiri) maupun pasif (dibantu alat atau terapis). Pengukuran LGS penting dalam penilaian fungsi sendi, diagnosis gangguan muskuloskeletal, dan pemantauan rehabilitasi. Faktor seperti struktur anatomi, cedera, penyakit, dan usia memengaruhi LGS. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu di RSUD M.Natsir Solok. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur fleksibilitas otot punggung ialah Goniometer. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen Design one group pre test post test dengan metode pendekatan pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan peningkatan LGS bahu pada pasien Frozen Shoulder dengan pemberian Ultrasound (US) dan Maitland Mobilization p-value = 0,005. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian ultrasound (us) dan maitland mobilization untuk peningkatan lingkup gerak sendi bahu pada kasus frozen shoulder di rsud m.natsir solok tahun 2024. Abstract (EN): Range of Motion (ROM) measures how far a joint can move normally, both actively (moved by the muscles themselves) and passively (assisted by a tool or therapist). ROM measurement is crucial for evaluating joint function, diagnosing musculoskeletal disorders, and monitoring rehabilitation. Factors such as anatomical structure, injury, disease, and age can influence ROM. This research was conducted over 4 weeks at RSUD M. Natsir Solok. The measuring instrument used for assessing shoulder flexibility was a goniometer. The study applied a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The results showed that there was a significant relationship between Ultrasound (US) therapy combined with Maitland Mobilization and the improvement in shoulder joint ROM in Frozen Shoulder patients, with a p-value = 0.005. Based on these results, it can be concluded that Ultrasound therapy and Maitland Mobilization have a positive effect on improving shoulder joint range of motion in frozen shoulder cases at RSUD M.Natsir Solok in 2024.

KTI 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn.F Dengan Tahap Perkembangan Keluarga VI Diwilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Nisa Nurliana Fatin, Rina Maryana · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Kesehatan keluarga diartikan sebagai suatu lembaga social primer dalam promosi kesehatan dan keswjahteraan. Menurut Kemenkes RI (2022), penyakit gastrophageal reflux disease atau GERD adalah peradangan atau perdarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, serta difusi (local). Sedangkan di provinsi Sumatra Barat dari 10 penyakit terbanyak di provinsi Sumatra Barat dengan jumlah 78.097 kasus. Hal ini menjadikan gastritis sebagai penyakit yang patut diperhatikan diwilayah Sumatera Barat. Berdasarkan dari data yan diperoleh dari puskesmas lasi tahun 2024 didapatkan sebanyak 125orang penderita GERD. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluaga Tn. F Dengan Tahap Perkembangan Keluarga VI di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025 Metode : Pengumpulan data menggunakan hasil studi kasus yang dilakukan pada keluarga dengan masalah utama nyeri akut . Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan gastrophageal reflux disease didapatkan diagnosa yaitu nyeri akut, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif dimana masalah yang muncul pada keluarga Tn. F sudah sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan. Kesimpulan : Masalah keperawatan komplementer pada keluarga Tn. F dengan nyeri akut dapat tercapai dan teratasi dengan baik. Abstract (EN): Family is the smallest unit of society consisting of a head of the family and several individuals who gather and live in one place under one roof in a state of mutual dependency. Family health is defined as a primary social institution in the promotion of health and welfare. According to the Indonesian Ministry of Health (2022), gastroesophageal reflux disease, or GERD, is inflammation or bleeding of the gastric mucosa that can be acute, chronic, or diffuse (local). In West Sumatra, GERD is one of the top 10 diseases, with 78,097 cases documented in the province. This makes gastritis a disease that deserves attention in the West Sumatra region. Based on data obtained from the Lasi community health center in 2024, there were 125 individuals diagnosed with GERD. Objective: To be able to provide Complementary-Based Family Nursing Care to Mr. F's family at Stage VI of family development in the working area of Puskesmas Lasi in 2025. Method: Data collection using the results of a case study conducted on families with the main issue of acute pain. Results: Complementary nursing care for gastroesophageal reflux disease resulted in diagnoses of acute pain, ineffective family health management, ineffective peripheral perfusion where the problems arising in Mr. F's family were in accordance with the expected outcome criteria within the specified time frame. Conclusion: Complementary nursing issues in Mr. F's family with acute pain can be achieved and addressed well.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Jus Mentimun Pada Keluarga Ny. N Dengan Hipertensi Di Desa Pendung Hiang Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh Tahun 2025.

Delfatmawati, Nikmah · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk kedalam tipe keluarga besar (extended family) dengan tahap perkembangan keluarga V yaitu keluarga dengan anak usia remaja, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu : Manajemen kesehatan tidak efektif, Pemeliharaan kesehatan tidak efektif dan Perilaku kesehatan cenderung berisiko. Tujuan : maka diberikan teknik komplementer terapi herbal jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah, edukasi kesehatan tentang hipertensi, edukasi kesehatan tentang diet hipertensi dan edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hasil : hasil yang didapatkan selama pemberian jus mentimun adanya penurunan tekanan darah menjadi TD : 130/80 mmHg pada hari ketiga serta pemberian edukasi kesehatan agar dapat mengetahui tentang diet hipertensi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada keluarga. Kesimpulan : terapi herbal jus mentimun dan edukasi kesehatan, oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Family is an institution which is the smallest unit of society, consisting of father, mother, and child. At the time of the study, this family was included in the extended family type with family development stage V, namely a family with adolescent children, in this family 3 nursing problems were found, namely: Ineffective health management, Ineffective health maintenance and Health behavior tends to be risky. Objective: then given complementary techniques of herbal therapy cucumber juice to lower blood pressure, health education about hypertension, health education about hypertension diet and health education about clean and healthy living behavior (PHBS). Results: the results obtained during the administration of cucumber juice were a decrease in blood pressure to BP: 130/80 mmHg on the third day and the provision of health education so that they can know about hypertension diet and clean and healthy living behavior (PHBS) in the family. Conclusion: herbal therapy cucumber juice and health education, therefore the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.T Dengan...
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.T Dengan Stroke Berbasis Komplementer Tahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Aua Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025.

Yelmi Reni Putri, Nusabretda Hayran · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga merupakan sekumpulan orang yang memiliki hubungan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, memelihara budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, emosional dan sosialnya dalam setiap angota keluarga.Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama dan banyak ditemukan di masyarakat, terjadinya stroke dikarenakan tersumbatnya aliran darah ke otak sehingga terjadi gangguan neurologis yang dapat menyebabkan kematian, kelumpuhan anggota gerak, kecacatan, gangguan bicara, gangguan proses fikir atau daya ingat. Hasil dari Riskesdas (2020) prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter sebesar (10,9%) atau 2.120.362 orang. Sedangkan penderita Stroke di Provinsi Sumatera Barat tahun 2020 sebanyak 8.557 kasus, Berdasarkan Laporan Puskesmas Aua Birugo Tigo Baleh Tahun 2025 sebanyak 71 penderita stroke dari bulan Januari 2025 sampai dengan Juni 2025. Setelah dilakukan wawancara dari beberapa penderita sebanyak 10 orang mengalami penyakit stroke. Dari 10 orang tersebut 5 diantaranya rutin mengontrol kehatan ke Puskesmas, dan 3 diantaranya mengalami lumpuh total dan 2 diantaranya tidak mau mengontrol kesehatan yang berkaitan dengan penyakit. Upaya untuk menangani kesehatan keluarga dengan mudah yaitu dengan pemberian komplementer terapi genggam bola yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot melalui latihan sederhana namun terstruktur. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.T Dengan Stroke Berbasis Komplementer Tahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Aua Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama Penurunan Kekukatan Otot. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan stroke didapatkan diagnosa yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, gangguan mobilitas fisik dan gangguan rasa nyaman. Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga pada Ny.T dengan stroke non hemoragik dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran : diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga. Abstract (EN): Background : Stroke is a major health problem and is often found in society, the occurrence of stroke is due to blockage of blood flow to the brain resulting in neurological disorders that can cause death, paralysis of limbs, disability, speech disorders, impaired thought processes or memory. The results of the Basic Health Research (Riskesdas) (2020) the prevalence of stroke in Indonesia based on doctor's diagnosis is (10.9%) or 2,120,362 people. Meanwhile, stroke sufferers in West Sumatra Province in 2020 were 8,557 cases, Based on the 2025 Aua Birugo Tigo Baleh Community Health Center Report, there were 71 stroke sufferers from January 2025 to June 2025. After interviews with several sufferers, 10 people experienced stroke. Of these 10 people, 5 of them regularly check their health at the Community Health Center, and 3 of them are completely paralyzed and 2 of them do not want to control their health related to the disease. Efforts to manage family health easily include providing complementary ball grip therapy which aims to increase muscle strength through simple but structured exercises.Objective : Able to provide Family Nursing Care for Mrs. T with Stroke Based on Complementary Development Stage VI in the Working Area of the Aua Birugo Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi City in 2025.Method:Data collection using case studies was conducted on families with the main problem of decreased muscle strength.Results : Complementary nursing care for stroke resulted in a diagnosis of ineffective family health management, impaired physical mobility, and impaired sense of comfort.Conclusion : Family nursing problems in Mrs. T with non-hemorrhagic stroke can be achieved so that they can be resolved properly.Suggestion : It is hoped that this written work can be used as complementary reference material for daily life to improve health for families.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Kel...
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. A Dengan Hipertensi Tahap Perkembangan VI di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025.

Yelmi Reni Putri, Nesa Fazira · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggotanya. Ketika salah satu anggota keluarga mengalami masalah kesehatan, seperti Hipertensi, hal ini dapat memengaruhi fungsi keluarga secara keseluruhan. Metode: Karya ilmiah ini merupakan studi kasus melalui wawancara dan observasi, ditemukan masalah utama dalam keluarga Tn. A adalah manajemen kesehatan tidak efektif, perilaku kesehatan cenderung beresiko dan hambatan pemeliharaan rumah. Intervensi utama yang dilakukan adalah penerapan terapi komplementer rendam kaki air hangat kombinasi garam dan serai selama tiga hari berturut-turut, edukasi tentang perilaku CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres), dan penyuluhan rumah sehat menggunakan media leaflet. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah Ny. S dari 180/126 mmHg menjadi 144 mmHg serta peningkatan pengetahuan keluarga mengenai perilaku CERDIK dalam menurunkan perilaku kesehatan cenderung beresiko dan rumah sehat. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan komplementer yang melibatkan keluarga memberikan dampak positif dalam pengelolaan Hipertensi. Kesimpulan: Masalah keperawatan keluarga Tn. A dengan Hipertensi dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran: Diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari- hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga.

KIAN 2025
Detail