Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Permata Hat...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Permata Hati Muara Bungo Tahun 2024

Penulis
Indah sari Mayasari
Pembimbing
Resty Noflidaputri
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Jambi)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Menurut WHO (2022) 2,3 juta anak meninggal dalam 20 hari pertama kehidupan, kematian bayi di Indonesia tahun 2023 sebanyak 29.945 kasus, provinsi Jambi 35 kasus dan RS Permata Hati 28 kasus. Salah satu penyebabnya adalah asfiksia Neonatorum. Faktor resiko kejadian Asfiksia Neonatorum adalah ketuban pecah dini, pre eklampsi, usia kehamilan, jenis persalinan, kala I memanjang dan berat bayi lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Permata Hati Muara Bungo Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control. Penelitian dilakukan tanggal 20 Desember 2024 s/d 05 Januari 2024 di RS Permata Hati Muara Bungo. Populasi semua bayi yang berjumlah 128 orang. Jumlah sampel 384 orang, sampel kasus 128 orang dan sampel kontrol 256 orang. Hasil penelitian terdapat hubungan persalinan preterm dengan asfiksia neonaorum (p value = 0,000, OR 6,33), pre eklampsia dengan asfiksia neonatorum (p value = 0,000, OR 4,05) dan berat bayi lahir dengan asfiksia neonatorum (p value = 0,000, OR 5,26). Diharapkan petugas kesehatan agar memberikan pelayanan maksimal kepada ibu hamil serta melakukan edukasi tentang penyebab atau komplikasi selama hamil dan bersalin yang dapat menyebakan terjadinya asfiksia neonatorum. Abstract (EN): According to WHO (2022), 2.3 million children die within the first 20 days of life, with 29,945 neonatal deaths in Indonesia in 2023, including 35 cases in Jambi Province and 28 cases at Permata Hati Hospital. One of the causes of these deaths is Neonatal Asphyxia. Risk factors for Neonatal Asphyxia include premature rupture of membranes, preeclampsia, gestational age, type of delivery, prolonged first stage of labor, and birth weight. This study aims to identify the factors influencing the incidence of Neonatal Asphyxia at Permata Hati Hospital, Muara Bungo, in 2024. This quantitative study uses a case-control design. The research was conducted from December 20, 2024, to January 5, 2024, at Permata Hati Hospital, Muara Bungo. The study population consisted of 128 neonates, with a sample size of 384, comprising 128 case samples and 256 control samples. The results of the study showed a significant association between preterm delivery and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 6.33), preeclampsia and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 4.05), and birth weight and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 5.26). The study recommends that healthcare providers deliver optimal services to pregnant women and provide education on the causes or complications during pregnancy and childbirth that may lead to neonatal asphyxia.

Kata Kunci

Ketuban Pecah Dini Presalinan Preterm Kala I Memanjang Pre Eklampsi Usia Kehamilan Jenis Persalinan Berat Bayi Lahir Asfiksia Neonatorum