Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Jus Buah Naga Merah Dan Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Di SMA N 1 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2024
- Penulis
- Sylvia Nureti Santi Jelita R
- Pembimbing
- Novi Wulan Sari
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Anemia defiensi besi merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah akibat kadar zat besi yang tidak mencukupi, yang merupakan bahan utama dalam pembentukan sel darah merah. Sebagai uapaya pencegahan anemia pada reamaja putri selain dengan suplementasi Fe juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti buah naga dan buah bit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian jus buah naga merah dan jus buah naga bit terhadap kadar hemoglobin remaja di SMA N 1 Lubuk Sikaping. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasy Eksperimental dengan pendekatan Two Group Pretest Posttest. Sampel penelitian sebanyak 30 orang remaja putri dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan sebanyak 100 gr sekali sehari selama 14 hari. Analisis bivariat menggunakan uji Paired T test dan T test Independen. Hasil penelitian univariat menunjukkan rata - rata kadar Hb remaja putri sebelum pemberian buah naga = 11,8 g/dl dan setelah pemberian jus buah naga = 13,6 g/dl. Rata- rata kadar Hb remaja putri sebelum pemberian jus buah = 11,6 g/dl dan setelah pemberian jus buah bit = 13,7 g/dl. Hasil penelitian bivariat di peroleh nilai p-value 0,352, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan pengaruh buah naga dan buah bit terhadap kadar Hb remaja putri di SMA N 1 Lubuk Sikaping. Abstract (EN): Iron deficiency anemia is a condition in which the body lacks red blood cells due to insufficient iron levels, which are the main component in the formation of red blood cells. The prevalence of anemia among adolescent girls remains high, at approximately 48.9%. In addition to iron supplementation, anemia prevention efforts for adolescent girls can also be carried out by consuming foods containing iron, such as dragon fruit and beetroot. The aim of this study was to compare the effectiveness of red dragon fruit juice and beetroot juice on the hemoglobin levels of adolescents at SMA N 1 Lubuk Sikaping. This study is quantitative research with a Quasi-Experimental design and a Two-Group Pretest-Posttest approach. The research sample consisted of 30 adolescent girls selected through purposive sampling. The intervention involved giving 100 grams once daily for 14 days. Bivariate analysis was performed using the Paired T-Test and Independent T-Test. The univariate results showed the average hemoglobin level of adolescent girls before consuming dragon fruit juice was 11.8 g/dl and after consuming it was 13.6 g/dl. The average hemoglobin level before consuming beetroot juice was 11.6 g/dl and after consuming it was 13.7 g/dl. The bivariate results showed a p-value of 0.352, indicating no significant difference in the effects of dragon fruit and beetroot on hemoglobin levels among adolescent girls at SMA N 1 Lubuk Sikaping.