Pengaruh Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills terhadap Nyeri Gerak pada Penderita Nyeri Bahu di Penjahit Konveksi Kecamatan Ampek Angkek Agam.
- Penulis
- Haura Fhadilla Hazima
- Pembimbing
- Siti Munawarah
- Jenis repository
- KTI
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Pekerjaan sebagai penjahit di industri konveksi menuntut aktivitas berulang dan posisi statis dalam jangka waktu panjang, yang berisiko tinggi menyebabkan nyeri bahu akibat gangguan muskuloskeletal. Penanganan nyeri bahu secara fisioterapi dapat dilakukan dengan kombinasi penggunaan modalitas Infra Red dan latihan Shoulder Mobility Drills. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills terhadap nyeri gerak pada penderita nyeri bahu di kalangan penjahit konveksi Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel sebanyak 10 orang penjahit dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi 38 orang. Intervensi diberikan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian: Rata-rata skor nyeri gerak sebelum intervensi lebih tinggi dibandingkan setelah pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kedua intervensi tersebut terhadap penurunan nyeri gerak. Kesimpulan dan Saran: Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills efektif menurunkan tingkat nyeri gerak pada penderita nyeri bahu. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik fisioterapi pada pekerja sektor konveksi yang mengalami keluhan serupa. Abstract (EN): Working as a tailor in the garment industry involves repetitive activities and prolonged static positions, which carry a high risk of shoulder pain due to musculoskeletal disorders. Physiotherapy management for shoulder pain can involve a combination of Infrared (IR) therapy and Shoulder Mobility Drills. This study aimed to determine the effect of Infrared and Shoulder Mobility Drills on movement-related pain in shoulder pain sufferers among garment tailors in Ampek Angkek District, Agam. Research Method: This research used a quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. A total of 10 tailors were selected using purposive sampling from a population of 38 individuals. The intervention was administered three times a week for four weeks. Pain levels were measured using the Visual Analogue Scale (VAS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The average movement pain score was higher before the intervention compared to after the administration of Infrared therapy and Shoulder Mobility Drills. Statistical analysis showed a p-value < 0.05, indicating a significant effect of the interventions in reducing movement pain. Conclusion and Recommendation: The combination of Infrared therapy and Shoulder Mobility Drills is effective in reducing movement-related pain in individuals with shoulder pain. This intervention is recommended for use in physiotherapy practice for garment workers experiencing similar complaints.