Pengaruh Pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi Tahun 2025
- Penulis
- Rayhan
- Pembimbing
- Annisa Adenikheir
- Jenis repository
- KTI
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Sepak bola merupakan olahraga populer yang membutuhkan kombinasi keterampilan teknis, taktik, dan kapasitas fisik yang tinggi. Hal ini menjadikan pengembangan kapasitas aerobik dan anaerobik sebagai aspek krusial untuk mempertahankan performa optimal di lapangan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling dengan populasi 35 dan sampel 12 orang yang diberikan Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Vo2 Max diukur menggunakan Cooper Test. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi dengan nilai p value = 0,000 < É‘ (0,05). Kesimpulan dan saran : Diharapkan responden melakukan latihan dengan sistematis dan berulang untuk meningkatkan Vo2 Max. Abstract (EN): Soccer is a popular sport that requires a combination of technical skills, tactics, and high physical capacity. This makes the development of both aerobic and anaerobic capacity a crucial aspect for maintaining optimal performance on the field. The aim of this study is to determine the effect of HIIT (High-Intensity Interval Training) on the increase of VO2 Max in soccer players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi in 2025. This type of research is quantitative, using a quasi-experimental research design. Samples were collected using a purposive sampling method, with a population of 35 and a sample size of 12 individuals who were given HIIT training for 4 weeks with a frequency of 3 times per week. VO2 Max was measured using the Cooper Test. The result of the study shows that there is an effect of HIIT on the increase of VO2 Max in soccer players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi, with a p-value = 0.000 < α (0.05). Conclusion and Recommendation: Respondents are encouraged to engage in systematic and repeated training to improve their VO2 Max.