Pengaruh Pemberian Latihan Tabata terhadap VO2 Max Mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2025
- Penulis
- Rengga Putra Pratama
- Pembimbing
- Siti Munawarah
- Jenis repository
- KTI
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Daya tahan kardiovaskular yang baik dapat meningkatkan kemampuan kerja manusia dengan intensitas lebih besar dan waktu yang lebih lama. VO2 Max adalah kemampuan organ pernafasan manusia untuk menghirup oksigen sebanyak banyaknya pada saat latihan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat VO2 Max termasuk usia, jenis kelamin, kebugaran dan olahraga. Latihan tabata adalah salah satu olahraga kardio yang baik untuk menigkatkan kapasitas fisik dan VO2 Max. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Latihan Tabata Terhadap VO2 Max Mahasiswa Universitas Fort De Kock Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain penelitian quasi eksperimental dengan one group pre test-post test design. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 10 orang yang diberikan latiahan tabata. Tiap kelompok diberikan intervensi sebanyak 12 kali perlakuan dengan 1 hari rest. VO2 Max di ukur dengan Cooper Test. Hasil Penelitian menunjukkan standar deviasi latihan tabata adalah 1,41 dengan P value = 0.000 < 0,05 artinya yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya adanya pengaruh pemberian latihan Tabata terhadap VO2 Max pada mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2025. Abstract (EN): Good cardiovascular endurance enhances an individual’s ability to perform higher-intensity physical activities for a longer duration. VO2 Max refers to the maximum amount of oxygen the respiratory system can utilize during intense exercise. Several factors can influence VO2 Max levels, including age, gender, physical fitness, and type of exercise. Tabata training is a form of high-intensity interval training (HIIT) that has been shown to improve physical capacity and VO2 Max effectively. This study aimed to determine the effect of Tabata training on VO2 Max among students at Fort De Kock University, Bukittinggi, in 2025. This quantitative study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 10 participants selected using purposive sampling. The intervention involved 12 sessions of Tabata training with one rest day between sessions. VO2 Max was measured using the Cooper Test. The results showed a standard deviation of 1.41, and the statistical analysis yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. This demonstrates that Tabata training significantly influences VO2 Max among students at Fort De Kock University Bukittinggi in 2025.