Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Pengaruh Pemberian Infra Red dan Paraffin Bath terhadap Penurunan Nyeri pada Penderita Rheumathoid Arthritis Jari-jari Tangan di RSUD DR. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Infra Red dan Paraffin Bath terhadap Penurunan Nyeri pada Penderita Rheumathoid Arthritis Jari-jari Tangan di RSUD DR. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2015

Yelva Febriani, Tuty Aryanti Putri · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Pada tahun 2009 kejadian arthritis berkisar 0,1% sampai 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia atau diperkiran 30 dari 100.000 kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan Paraffin Bath terhadap penurunan nyeri pada Jari-jari tangan penderita Rheumathoid Arthritis di RSUD DR. Adnaan WD Payakumbuh tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Rheumathoid Arthritis di RSUD DR. Adnaan WD Bukittinggi pada bulan Agustus tahun 2015.Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat Rheumathoid Arthritis. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji dependent t- test jika sebaran data normal dan analisis nonparametric uji wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 7,63 menjadi 3,50 dan rata-rata intensitas nyeri gerak 7,38 menjadi 3,50 setelah intervensi. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,011 (p< 0,05) nyeri tekan dan p = 0,011 (p< 0,05) nyeri gerak, H0 diterima artinya ada pengaruh pemberian infra reddan Paraffin Bath terhadap penurunan nyeri pada jarijari akibat Rheumathoid Arthritis. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red dan Paraffin Bath efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada jari-jari akibat Rheumathoid Arthritis. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan Rheumathoid Arthritis untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalitas Infra red dan Paraffin Bath. Abstract (EN): In 2009, the Arthritis cases was around 0,1% until 0,3% from the Indonesian’s population or it was predicted around 30 from 100.000 cases. The aim of this research is to know the effect of giving Infra Red and Paraffin Bath to ward the decreasing pain in the fingers of Rheumatoid Arthritis patient in RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. This is quasi experiment by using pre and post test design. Population on this research was the entire Rheumatoid Arthritis patient in RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh on August 2015. The samples were taken by using purposive sampling technique so that it had 8 patient as samples. Athe data was collected by using observation sheets about the pain intensity that is caused by Rheumatoid Arthritis. The data was analyzed by using computer dependent t-test if the distribution of data was normal and non parametric analysis wilcoxon test if the distribution of data was not normal. The results of this research showed that the average pushing pain intensity before intervention was 7,63 became 3,50 and the average pushing pain intensity was 7,38 became 3,50 after intervention. Based on wilcoxon test, there was a differentiation between the average of pain intensity before and after intervention where p=0,011 (p<0,05) in pushing pain and p=0,011 (p<0,05) in moving pain. H0 that was received means there were the effect of giving Infra Red and Paraffin Bath to ward the decreasing pain in the fingers that is caused by Rheumatoid Arthritis. It can be concluded that the giving of therapy with the modality of Infra Red and Paraffin Bath is effective in decreasing the pain intensity in the fingers that is caused by Rheumatoid Arthritis. So that, it is Hoped to the Rheumatoid Arthritis patient to be active disclipline in doing therapy that candecrease the pain, especially in using Infra Red and Paraffin Bath.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Gambaran Kunjungan Rumah Pada Neonatus Dalam Mengurangi Resiko Kematian Bayi Di Jorong Bonjo  Alam Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam  Tahun 2015
Gambaran Kunjungan Rumah Pada Neonatus Dalam Mengurangi Resiko Kematian Bayi Di Jorong Bonjo Alam Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2015

Oktavianis, Suci Rahma Juwita · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Kebidanan

Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Setiap tahun kematian bayi baru lahir atau neonatal mencapai 37% dari semua kematian pada anak balita. Setiap hari 8.000 bayi baru lahir di dunia meninggal dari penyebab yang tidak dapat dicegah. Mayoritas dari semua kematian bayi, sekitar 75% terjadi pada minggu pertama kehidupan dan antara 25% sampai 45% kematian tersebut terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan seorang bayi. Penyebab utama kematian bayi baru lahir atau neonatal di dunia antara lain bayi lahir prematur 29%, sepsis dan pneumonia 25% dan 23% merupakan bayi lahir dengan Asfiksia dan trauma. Asfiksia lahir menempati penyebab kematian bayi ke 3 di dunia dalam periode awal kehidupan (WHO, 2012).Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Gambaran Kunjungan Rumah Pada Neonatus Dalam Mengurangi Resiko Kematian Bayi Di Kenagarian Ampang Gadang Kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0-11 bulan sebanyak 47 responden dengan pengambilan sampel secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada tahun januari 2013 sampai 2014. Analisa data ditampilkan pada tabel distribusi frekuensi. Hasilpenelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kunjungan rumah yang tinggi 100% dan resiko kematian bayi tidak ada terdapat kematian bayi dan secara umum responden memiliki kunjungan rumah yang sangat tinggi dengan jumlah 47 responden (100%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kunjungan rumah pada neonatus di Jorong Bonjo Alam kenagarian Ampang Gadang sangat tinggi. Disarankankepadatenagakesehatan agar lebihmeningkatkankomunikasi, informasi, danedukasimengenai kunjungan rumah pada neonatus. Abstract (EN): The infant mortality rate is one indicator in determining the health status of children. Every year the death of the newborn or neonatal reaches 37% of all deaths in children under five. Every day 8,000 newborn babies in the world die from causes that can not be prevented. Majority of all infant deaths, 75% occurred in the first week of life and between 25% to 45% of these deaths occur within the first 24 hours of a baby's life. The main causes of newborn deaths in the world or among other neonatal infants born prematurely 29%, sepsis and pneumonia 25% and 23% of the infants born with asphyxia and trauma. Birth asphyxia occupies the 3rd cause of infant mortality in the world in the early period of life (WHO, 2012) The purpose of research is to know the description of Home Visits In Neonates Reduce Infant Mortality Risk In Kenagarian Ampang Tower District of Ampek Angkek Agam district. Types of research used in this paper is a descriptive study with cross sectional design of the study was all mothers with babies aged 0-11 months as many as 47 respondents with sampling total sampling. Data collection using the questionnaire in January 2013 to 2014. Analysis of the data shown in the frequency distribution table. Hasilpenelitian obtained the majority of respondents have home visits a high of 100% and there is no risk of infant mortality are infant mortality and in general respondents had a home visit with a very high number of 47 respondents (100%). It can be concluded that a home visit in neonates in nature bonjo jorong Kenagarian gadang ampang very high. Suggested for health workers in order to further improve communication, information, and education on home visits in neonates.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan Traksi Translasi terhadap peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada penderita Osteoartritis Knee Tibia Femoral Joint di RSUD Solok tahun 2015
Pengaruh pemberian Micro Wave Diathermy dan Traksi Translasi terhadap peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada penderita Osteoartritis Knee Tibia Femoral Joint di RSUD Solok tahun 2015

Ronal Lufitos, Winda Alfiana · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoartritis adalah suatu keaianan sendi kronis (jangka lama) diamana terjadi proses kelemahan dan disintegrasi dari tulang rawan sendi dan disertai dengan pertumbuhan tulang baru pada sendi.Osteoartritis dapat menimbulkan ganguan kapasitas fisik berupa nyeri pada lutut dan adanya keterbatasan lingkup gerak sendi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian micro wave diathermy dan traksi translasi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoartritis knee tibia femoral joint. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan metode pendekatan One Group Pretest – Postest Design. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2015 sampai Juli 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p= 0,004 (p<0,05) untuk LGS fleksi sedangkan untuk LGS ekstensi juga menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai 0,003 (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukan adanyapengaruh pemberian micro wave diathermy dan traksi translasi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada pasien osteoartritis knee tibai femoral joint. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian micro wave diathermy dan traksi translasi terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoartritis knee tibia femoral joint. Diharapkan kepada praktek fisioterapi, agar hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya pada pasien osteoartritis. Abstract (EN): Osteoartritis is an abnormality in joints (long term) where the cartilage become weak and become disintegrated and also there is a new bone growth in the joints. Osteoartritis can cause some disturbance in physics, such as pain in the joints and there are limitation in the joints movement. The aim of this research is to know the effect of giving micro wave diathermy and traksi translasi toward the increasing of the space for joints movements in osteoartritis knee tibia femoral joint. This is quasi experiment by using one group pretest – postest design. This research was held on June until July 2015. Samples in this research are 10 respondent that is choose by using purposive sampling technique. The result of this research is analyze by using wilcoxon, where p=0,004 (p<0.05) for LGS fleksi and so did LGS extention where the value is 0,003 (p<0,05). The statistical result shows the effect of giving micro wave diathermy and traksi translasi toward the increasing of the space for joints movements in osteoartritis knee tibai femoral joint. Based on the research, it can be concluded that there are the effect of giving micro wave diathermy and traksi translasi toward the increasing of the space for joints movements in osteoartritis knee tibai femoral joint.It is hoped to the fisiotherapist to use this research as a source for the information in increasing the service to the osteoartritis patients.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) Dan Terapi Latihan  Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Penderita Osteoathritis Genu  Petello Femoral Joint
Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) Dan Terapi Latihan Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Penderita Osteoathritis Genu Petello Femoral Joint

Ronal Lufitos, Afifi Yulyani · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis atau disebut juga penyakit sendi degeneratif adalah suatu kelainan pada kartilago (tulang rawan sendi ) yang ditandai dengan perubahan klinis, histologis, dan radiologis. Penyakit ini bersifat asimetris, tidak meradang dan tidak ada komponen sistemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian infra red dan terapi latihan terhadap meningkatkan kekuatan otot pada penderita osteoarthrtitis genu patello femural joint di RSUD Solok tahun 2015. Penelitian ini bersifat Eksperimental Semu yaitu mengungkapkan With Pre- Post Test dengan metode pendekatan antara Pretest-Postest terapi. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample 10 pasien. Dengan uji dependent test dan independen t-tes. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata kekuatan otot sebelum dilakukan 1,90 dan setelah 3,70 dengan p=0,003 ( p<0,05) ada pengaruh antara pemberian infra red dan terapi latihan terhadap peningkatan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa pengaruh pemberian infra red dan terapi latihan terhadap meningkatkan kekuatan otot pada penderita osteoarhtritis untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam peningkatan kekuatan otot,khususnya dalam pelaksanaan terapi dengan modalitas IR dan Terapi Latihan. Abstract (EN): Osteoarthritis also called degenerative joint disease is a disorder of cartilage (joint cartilage) is characterized by changes in the clinical, histological and radiological. This disease is asymmetrical, it is not inflamed and no systemic component. The purpose of this study was to determine the effect of infra-red and therapeutic exercises to improve muscle strength in patients with patello femural osteoarthrtitis genu joint in Solok District Hospital in 2015. This study is experimental ev is revealed With Pre- Post Test with the method of approach between pretest-posttest therapy , Sampling using purposive sampling with sample size of 10 patients. Test test dependent and independent t-tests. The result showed that the average muscle strength before and after 3.70 to 1.90, p = 0.003 (p <0.05) the effect between the provision of infra red and exercise therapy to increase muscle strength. It was concluded that the effect of infrared and exercise therapy to improve muscle strength in patients osteoarhtritis to be always active and disciplined therapy program that is effective in increasing muscle strength, especially in the implementation of the modalities Infra Red therapy and exercise therapy.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Penggunaan Micro Wave Diathermy (MWD) terhadap Pengurangan Nyeri pada Kasus Frozen Shoulder di RSUD Solok Tahun 2015
Pengaruh Penggunaan Micro Wave Diathermy (MWD) terhadap Pengurangan Nyeri pada Kasus Frozen Shoulder di RSUD Solok Tahun 2015

Afriyanti Detty, Luky Noflida Putra · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Frozen Shoulder biasanya terjadi pada usia 40-60 tahun dari 2-5% populasi 60% banyak mengenai wanita dibanding pria. Kondisi ini juga terjadi pada penderita diabetes melitus sekitar 10-20% dari penderitanya termasuk dalam faktor resiko sekitar 15% terkena pada kedua sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Micro Wave Diathermy (MWD) terhadap pengurangan nyeri pada kasus Frozen Shoulder di RSUD Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 16 responden dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum pemberian MWD adalah 7,25 dan rata-rata nyeri setelah pemberian MWD adalah 3,56, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap pengurangan nyeri sebelum dan sesudah intervensi, dengan nilai P value = 0,000 , hal itu berarti P value < 0,05 Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas MWD memberikan pengaruh cukup baik terhadap pengurangan nyeri pada pasien Frozen Shoulder. Diharapkan kepada petugas rumah sakit bagian fisioterapi agar dapat memanfaatkan penggunaan MWD untuk mengurangi nyeri pada pasien Frozen Shoulder, serta dapat meningkatkan promosi kesehatan pada masyarakat. Abstract (EN): Frozen Shoulder usually happened in the age of 40-60 years old from 25% population, 60% of them is women. This condition also happened in diabetes militus, about 10-20% of them are the people who have a risk to get frozen shoulder, 15% of them get it in both shoulders. The aim of this research is to know the effects of the use if micro wave diathermy (MWD) towards the decreasing of pain in frozen shoulder cases in RSUD Solok in 2015. This is Quasi Experiment research, using one group pretest-posttest design. Population in this research are 16 respondents, the samples were taken by using purpusive sampling technique. The data was collected by using observation sheets. The data then were computerized. The result of this research shows that the pain before the giving of MWD are 7,25 and pain after the giving of MWD are 3,56. It means that there are the effects of MWD towards the decreasing of pain before and after intervention, p=0,000, it means p value < 0.05. It can be concluded that the giving of MWD can give a good effect in decreasing of pain in frozen shoulder patients. It is hoped to the medics to use MWD to decrease the pain in frozen shoulder patients and increase the socialization.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Hubungan Pola Kerja Buruh Panen Kelapa Sawit Dengan Keluhan LBP Di Perkebunan Kelapa Sawit PIR BUN Plasma II Jorong Ophir, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Hubungan Pola Kerja Buruh Panen Kelapa Sawit Dengan Keluhan LBP Di Perkebunan Kelapa Sawit PIR BUN Plasma II Jorong Ophir, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Supardi, Halimatu Rahmi · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Low back pain adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada daerah punggung bagian bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders. Penyebab LBP yang paling umum adalah keregangan otot atau postur tubuh yang tidak tepat. Hal-hal yang dapat mempengaruhi timbulnya LBP adalah kebiasaan duduk, bekerja membungkuk dalam waktu yang relatif lama, mengangkat dan mengangkut beban dengan sikap yang tidak ergonomis, tulang belakang yang tidak normal, atau akibat penyakit tertentu seperti penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola kerja buruh panen kelapa sawit dengan keluhan LBP di perkebunan kelapa sawit PIR BUN Plasma II jorong Ophir, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015. Penelitian ini bersifat Deskriptif analitik. Dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah buruh panen kelapa sawit berumur >25 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Pengolahan data dilakuan dengan SPSS 16.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dimana terdapat 85% buruh panen yang melakukan pola kerja yang tidak baik, dan 15% dengan pola kerja baik, diantaranya terdapat 67,5% buruh panen yang memiliki keluhan LBP, dan 32,5% yang tidak memiliki keluhan LBP. Dari Uji statistik pada pola kerja terhadap keluhan LBP didapatkan nilai p = 0,010 dan OR = 16,250, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pola kerja buruh panen kelapa sawit dengan keluhan LBP. Dengan adanya hubungan pola kerja buruh panen kelapa sawit dengan keluhan LBP dapat diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat mengenai pola kerja dan resikonya terhadap LBP, dan dapat menganjurkan kepada masyarakat untuk dapat melakukan terapi terhadap gangguan nyeri pinggang yang dirasakan ke fisioterapi. Abstract (EN): Low back pain is a pain syndrome that is happened in the down side of the back and it is kind of work related musculoskeletal disorders.Generally, LBP can be caused by the wrong tenseness or posture. The things that can cause LBP is the sitting habit, working by bending position in a long time, picking and bringing things in the non-ergonomis way, abnormal back bones, or a certain sickness such as degenerative sickness. This research is aimed to know about the connection between the working patterns of palm oil harvest workers in PIR BUN Plasma II jorong Ophir, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat in 2015. This research is descriptive analytic. The design of the research is Cross Sectional Study. The research population is the palm oil harvest workers in the age above 25 years old. The technique that is used in choosing the sample is purposive sampling. The data was collected by using questionnaire. The data then analyze by using SPSS 16.0 for windows. The data analysis that is used is Univariat and Bivariat by using Chi-Square statistic test. The result of this research shown that there are 85% workers had a bad working pattern and 15% had a good working pattern, there are 67,5% workers that suffer LBP, and 32.5% did not have LBP at all. From the statistic test toward the working pattern of LBP, p=0,010 and OR=16,250, it can be concluded that there is a connection between the working pattern and LBP. From this connection, it is hoped to the medics to increase the socialization to the society about working pattern and the risk toward LBP, and suggest people to do back pain therapy to the physiotherapists.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Hubungan Antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Petani Di Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur Tahun 2015
Hubungan Antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Petani Di Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur Tahun 2015

Neila Sulung, Wilma Rantika · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Nyeri punggung bawah atau sakit pinggang adalah salah satu gangguan muculoskletal umum yang menyerang 80% populasi orang dewasa. Gejala nyeri punggang bisa membaik dalam beberapa minggu dengan tindakan konservatif seperti pemberian obat-obatan dan fisioterapi, sejak terjadinya serangan. Dari total populasi penderita nyeri pinggang (80% secara umum), hanya 2 – 3 % yang disertai dengan rasa pegal di pinggang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Antara Karakteristik Responden dan Sikap Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Petani di Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur Tahun 2015 pada bulan Juni sampai dengan Juli 2015. Penelitian ini bersikap Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross SectionalStudy dengan jumlah sampel 85 Petani. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Pengetahuan, Perilaku dan Sikap Kerja. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Keluhan Nyeri Punggung Bawah. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,002 dan OR=4,356), ada hubungan yang bermakna antara perilaku dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,003 dan OR=3,957), ada hubungan yang bermakna antara Sikap Kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (p=0,026 dan OR=2,625). Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan, Perilaku dan Sikap Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah oleh Petani. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan dan pertanian dapat memberikan informasi tentang tata cara melakukan pekerjaan yang baik agar terhindar dari berbagai penyakit dan juga melakukan pendekatan secara pribadi dengan petani untuk mendorong petani bisa dan mengetahui bagaimana cara mencegah berbagai penyakit terutama nyeri punggung bawah. Abstract (EN): Low back pain is one of common problems in muculoskletal that damage 80% adult. The low back pain can be fine insome weeks by using a conservative act such as giving some drugs and fisiotheraphy since it bother the patients. From all of the population of low back pain (80% in general), just 2-3% that are follow with stiff in the waist. The aim of this research is to know the correlation between the characteristics of respondent and performance toward the low back pain for farmers in Kelurahan Ganting Padang Panjang Timur in 2015 on June until July 2015. This research is cross sectional study which have the samples around 85 farmers. Independent variable in this research is knowledge, act, and performance. While dependent variable of this research is low back pain. From this research, it is known that there is a correlation between the knowledge and low back pain (p=0,002 and OR=4,356), there is correlation between performance and low back pain (p=0,003 and OR=3,957), there is a correlation between the way people work and low back pain (p=0,026 and OR=2625). From this research, it can be concluded that there is a correlation between knowledge, act and performance with low back pain for farmers. So it is hoped to the medics to give information about how to work effectively so can prevent many desease and doing some approach to the farmers to know how to work better, especially to prevent low back pain.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Penggunaan Ultrasound (US) dan Hold Rileks Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) Pada Kasus Cervical Syndrome di RSUD Solok Tahun 2015
Pengaruh Penggunaan Ultrasound (US) dan Hold Rileks Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) Pada Kasus Cervical Syndrome di RSUD Solok Tahun 2015

Yelva Febriani, Wahyu Sari Ananda · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Cervical Syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri tengkuk, nyeri yang menjalar, rasa kesemutan yang menjalar, spasme otot yang di sebabkan karena perubahan struktural kolumna veltebra servikalis akibat perubahan degenerative pada discus intervetebralis pada ligamentum flavum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Ultrasound (US) dan Hold Rileks Terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi (LGS) pada Kasus Cervical Syndrome di RSUD Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien Cervical Syndrome di RSUD Solok pada bulan Juli Tahun 2015 yaitu sebanyak 80 orang pasien. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga di dapatkan sample sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi Lingkip Gerak Sendi akibat Cervical Syndrome. Analisa data di lakukan secara komputerisasi menggunakan uji dependent t-test jikasebaran data normal dan analisis non parametric uji Wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Lingkup Gerak Sensi gerakan fleksi 29,29, ekstrensi 27,50, fleksi lateral sinistra 26,25, fleksi lateral dextra 28,75, rotasi sinistra 28,75, rotasi dextra 33,75 setelah intervensi. Hasil analisa stastistik menunjukkan bahwa ada pengaruh Lingkup Gerak Sendi sebelum dan sesudah intervensi, gerakan fleksi p = 0,013, ekstensi p = 0,024, fleksi lateral sinistra p = 0,042, fleksi lateral dextra p = 0,027, rotasi sinistra p = 0,018, rotasi dextra 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas US dan Hold Rileks efektif terhadap peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada kasus Cervical Syndrome. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan Cervical Syndrome untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam meningkatkan Lingkup Gerak Sendi, khususnya dalam pelaksanaan terapi dengan modalitas ultrasound (US) dan Hold Rileks. Abstract (EN): Abstract not available

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Efektifitas Pengunaan Infra Red (IR) dan Massage Terhadap Nyeri Pada Kasus Cervical Syndrome Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. DR. MA  Hanafiah. SM Batusangkar Tahun 2015
Efektifitas Pengunaan Infra Red (IR) dan Massage Terhadap Nyeri Pada Kasus Cervical Syndrome Di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. DR. MA Hanafiah. SM Batusangkar Tahun 2015

Yelva Febriani, Aisyah Farma Sari · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Cervical syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri tengkuk, nyeri yang menjalar,rasa kesemutan yang menjalar,spasme otot yang disebebkan karena perubahan struktual kolumna vertebra servikalis akibat perubahan degenerative pada diskus intervertebralis pada ligamentum flavum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi pemberian efektifitas Infra Red (IR) dan massage terhadap penurunan nyeri pada kasus cervical syndrome di RSUD Batusangkar tahun 2015 Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan post. Populasi pada penderita ini adalah seluruh pasien cervical syndrome di RSUD Batusangkar pada bulan juli tahun 2015 yaitu sebanyak 110 orang pasien. Pegambilan sample menggunakan teknik purposive sampling sehingga di dapatkan sample sebanyak 16 pasien dimana mengunakan Infra red 8 orang dan mengunakan massage 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi nyeri tekan dan nyeri gerak akibat cervical syndrome. Analisis data di lakukan secara komputerisasi menggunakan uji independent test jika sebaran data normal dan analisis menggunakan uji t-tes independen dan analisis non parametric mann-whitney test jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyeri tekan sesudah pemberian Infra Red pada hari pertama 3,75 dan hari keenam1,62, nyeri gerak sesudah pemberian Infra Red hari pertama 6,62 dan hari keenam 2,75,dan ratarata nyeri sesudah pemberian massage pada hari pertama 7,75,hari keenam 4,75, nyeri gerak massage hari pertama 7,38,pada hari keenam 4,62, perbandingan IR dan Massage pada nyeri gerak dengan p= 0,000,dan perbandingan IR dan Massage pada nyeri tekan dengan p= 0,027 Hasil analisis statistik menunjukan terjadinya penurunan nyeri pada kasus cervical syndrome. Dapat di simpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas IR dan Massage efek terdapat penurunan nyeri pada kasus cervical syndrome untuk dapat seslalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam penurunan nyeri, khususnya dalam pelaksanaan terapi dengan modalitas IR dan Massage. Abstract (EN): Cervical syndrome is a number of syntons as pain in back neck, through becomes numbs, spasme muscles.caused by changing of structural columna vertebrae servicalic of degenerative changed in discussing intervertebralis to ligamentum flavum. This research purposes to know the effectivity of giving Infra red (IR) and Massages to decreasing pain to cervical syndrome’s Case in RSUD Batusangkar in 2015 Kind of this research is Quasi Experiment by approaching post test.population to these clieats is all cervical syndrome’s clients in RSUD Batu sangkar on july,2015 is 110 clients,sampling which using is purposive sampling technique so obtained that sampling is 16 clieant which perpormed IR is 8 clients, and perpormed massage is 8 clients.collecting datas research applies observation sheet compression pain and movement pain caused by cervical syndrome. Data analysis is done by computerizing using t-independent test if normal data spreaded and analisis performend t-tes independent and non parametric analysis mannwhitney’s test if abnormal data spreaded. The result of research shown that anerage compress pain in after giving Infra Red ate first day 3,75 and six day 1,62 movement pain average after giving IR first day 6,62 dan six day 2,75 avarage pain after giving massage first day 7,38, at six day 4,62,compression IR and Massage at movement pain is p= 0,000 and compression IR and Massage at preassure pain is p= 0,027 statistic analysis datas, shown that having effect pain at case Cervical syndrome It be concluded that qiving therapy by effect IR modality and Massage have decreasing pain in cervical syndrome’s cases to be always active and decipline to follow therapy’s program which is effective in decreasing pain, especially in performing therapy by IR and Massage modality.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Penggunaan Ultrasound Dan Traksi Osilasi Terhadap Penurunan Nyeri Dan Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Pada Penderita Osteoarthritis Lutut Di RSUD Dr. Adnan W.D. Kota Payakumbuh Tahun 2015
Pengaruh Penggunaan Ultrasound Dan Traksi Osilasi Terhadap Penurunan Nyeri Dan Peningkatan Lingkup Gerak Sendi Pada Penderita Osteoarthritis Lutut Di RSUD Dr. Adnan W.D. Kota Payakumbuh Tahun 2015

Silvia, Syamsul Ilhamu · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif yang umumnya terjadi pada dewasa madya dan lansia dengan gangguan pada sendi dan mempunyai gejala utama nyeri kronik. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment Design one group PreTest PostTest dengan metode pendekatan Pretest-Postest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampel diambil secara accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Osteoarthritis di instalasi Fisioterapi Dr. Adnaan W.D Kota Payakumbuh. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 orang dari jumlah populasi yang sesuai dengan kriteria sampel yang diinginkan oleh peneliti. Pengolahan data dilakuan dengan SPSS 16.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji statistik T-Test dan Wilcoxon. Hasil analisis statistic menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi US dan Traksi Osilasi dengan nilai p=0,010 dengan nilai alpha 5% atau 0,05. Diperoleh perbedaan rata-rata nyeri sebelum intervensi dan setelah intervensi adalah 2,50 dengan standar deviasi 0,317 Sedangkan nilai standar error adalah 0,112. Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini rata-rata nyeri sesudah diberikan intervensi adalah diantara 3,19-4,06. Dan diperoleh perbedaan rata-rata LGS sebelum dan setelah diberikan intervensi adalah 8,750 dengan standar deviasi adalah 2,315. Sedangkan nilai standar error adalah 0,818. Dari hasil estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini rata-rata LGS sesudah diberikan intervensi adalah diantara 119.670 – 129.080. Disimpulkan bahwa pemberian intervensi US dan Traksi Osilasi pada pasien Osteoarthritis dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan LGS. Diharapkan kepada tenaga fisioterapis dan tenaga kesehatan lainnya untuk dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai Osteoarthritis. Dan dapat menganjurkan kepada masyarakat untuk dapat melakukan terapi terhadap gangguan nyeri pinggang yang dirasakan ke fisioterapi. Abstract (EN): Osteoartritis is degenerative disease in joints that mostly happened in older people which have a problems in the joints and the common symptom is chronic pain. This is Quasi Experiment Design One Group PreTest PostTest by using Pretest-Posttest approaching method. The samples were taken by using accidental sampling. Population of this research was the entire Osteoarthritis in intstalasi Fisiotherapi Dr. Adnaan W.D Payakumbuh. There were 8 patients that had the criteria of the samples that was needed. The data was analized by using SPSS 16.0 for windows. It also used Univariat and Bivariat with statistical test T-Test and Wilcoxon. Statistical analysis showed that there are differentiation between the average after and before US intervention and Traksi Osilasi where p=0,010 and alpha 5% or 0,05. The different average pain before intervention and after intervention is 2,50 and deviation standard 0,317. While the standard error value is 0,112. From the interval estimation, it can be concluded that 95% the average pain after intervention is between 3,19-4,06 and the differentiation of LGS before and after intervention is 8,750 and the deviation standard is 2,315. While the standard error is 0,818. From the interval estimation, it can be concluded that 95% from LGS after intervention is between 119.670 – 129.080. It can be concluded that giving US and Traksi Osilasi in Osteoarthritis patients can decrease the pain and increasing LGS. It is hoped to the physiotherapist and medics to give socialization to the society about Osteoarthritis. And can suggest to do therapy is there is pain in their waist to the physiotherapist.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Faradik Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Kota Solok Tahun 2015
Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Faradik Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Kota Solok Tahun 2015

Yelmi Reni Putri, Dodi Yulian Helwis · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Bell’s Palsy merupakan suatu sindrom kelemahan wajah dengan tipe lower motor neuron serta nyeri di daerah processus mastoideus yang menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red (IR) dan Faradik terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien bell’s palsy di RSUD Kota Solok pada bulan Juni 2015 yaitu sebanyak 10 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi fungsional otot wajah pasien bell’s palsy. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis data non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata fungsional otot wajah sebelum intervensi 39,38% dan setelah intervensi 76,88%. Berdasarkan Hasil analisis statistik uji wilcoxon diketahui bahwa dengan pemberian 6 kali intervensi terdapat peningkatan rata-rata fungsional otot wajah sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,011. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan Faradik efektif terhadap peningkatan kekuatan otot pada kasus bell’s palsy. Untuk itu diharapkan kepada pihak instansi pelayanan fisioterapis untuk selalu mengembangkan teknik-teknik terapi yang efektif terhadap peningkatan fungsional otot wajah pada pasien penderita bell’s palsy salah satunya dengan pemberian Infra Red (IR) dan Faradik. Abstract (EN): Bell's palsy is a syndrome of weakness of the face with the type of lower motor neurons and pain in the area of the mastoid processus which caused paralysis on one side of the face. This study aimed to determine the effect of Infra Red (IR) and Faradik against Improved Muscle Strength in Patients with Bell's Palsy in Solok City Hospital in 2015. This research is a quasi experimental design with pre and post test. The population is around the bell's palsy patients in hospitals Solok in June 2015 as many as 10 people. Sampling using accidental sampling technique to obtain a sample of 8 people. Data collection research using functional observation sheet facial muscles bell's palsy patients. The data were analyzed using a computerized data analysis non-parametric Wilcoxon test. The results showed that the average functional facial muscles before the intervention of 39.38% and 76.88% after the intervention. Based on the results of statistical analysis Wilcoxon test is known that the administration of the intervention are 6 times the average increase in facial muscle function before and after the intervention, with p = 0.011. It can be concluded that the therapy with modalities Infra Red (IR) and Faradik effective to increase muscle strength in the case of bell's palsy. For it is expected that the physiotherapist service agencies to always develop therapeutic techniques that are effective against the facial muscles functional improvement in patients with bell's palsy either by granting Infra Red (IR) and Faradik.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan Petani Jagung Terhadap Kejadian Cervical Syndrome di Jorong Sigunanti Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Kebiasaan Petani Jagung Terhadap Kejadian Cervical Syndrome di Jorong Sigunanti Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2015

Yenni, Septria Murti Sari · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Cervical Syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri leher atau tengkuk, nyeri yang menjalar, rasa kesemutan yang menjalar, spasme otot yang di sebabkan karena perubahan struktur columna vertebra cervicalis akibat perubahan degenerative pada diskus intervertebralis, pada ligamentum flavum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan kebiasaan petani jagung terhadap kejadian cervical syndrome Di Jorong Sigunanti Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015 pada tanggal 12 Juli sampai 02 Agustus tahun 2015. Penelitian ini bersifat Deskriptif Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study dengan jumlah sampel 54 petani, dengan uji Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa petani yang berpengetahuan rendah sebanyak 34 (63.0%), sikap negatif sebanyak 31 (57.4%), kebiasaan negatif sebanyak 29 (53.7), yang merasa nyeri sebanyak 31 (57.4), dan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan cervical syndrome (p= 0.002 dan OR = 0.154), ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan cervical syndrome (p=0.019 dan OR = 0.263), ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan dengan cervical syndrome (p=0.016 dan OR=0.254). Penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan kebiasaan dengan cervical syndrome pada petani jagung. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melakukan pendekatan secara pribadi dengan petani untuk mendorong petani agar bisa dan mengetahui bagaimana cara mencegah berbagai penyakit terutama cervical syndrome. Abstract (EN): Cervical syndrome is a syndrome such as pain in the neck, pain that is spreading, pains and needles, muscle spasm that is cause by the change of columna vetebra cervicalisstructure because of the degenerative change in discus intervertebralis, in ligamentumplavum. The aim of this research is to know the correlation between knowledge, attitude and behavior of corn farmers in cervical syndrome in jorong sigunanti kecamatan kinali kabupaten pasaman barat in 12 july until 2 august 2015. This is descriptive Analysis by using Cross Sectional Study. The samples are 54 farmers, using Univariat and Bivariat in Chi-square. From this research, it was found that there are 34 farmers who have lack knowledge (63,0 %), negative attitude about 31 farmers (57,4 %), bad behavior about 29 farmers (53,7 %), that get pain are about 31 farmers (57,4 %), and there are correlation between the knowledge and cervical syndrome (p = 0,002 and OR = 0, 154), there are correlation between attitude and cervical syndrome (p = 0,019 and OR = 0, 154), there are correlation between behavior and cervical syndrome (p = 0,016 and OR = 0, 254). It can be concluded that there are correlation between knowledge, attitude and behavior toward cervical syndrome to corn farmers . so that it is hoped to the medics to do some approach to the farmers to tell them how to prevent cervical syndrome.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail