Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Faradik Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Kota Solok Tahun 2015
- Penulis
- Dodi Yulian Helwis
- Pembimbing
- Yelmi Reni Putri
- Jenis repository
- Karya Tulis Ilmiah
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- D3 Fisioterapi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 18 April 2017
Abstrak
Bell’s Palsy merupakan suatu sindrom kelemahan wajah dengan tipe lower motor neuron serta nyeri di daerah processus mastoideus yang menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red (IR) dan Faradik terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Penderita Bell’s Palsy di RSUD Kota Solok Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien bell’s palsy di RSUD Kota Solok pada bulan Juni 2015 yaitu sebanyak 10 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi fungsional otot wajah pasien bell’s palsy. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis data non parametric uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata fungsional otot wajah sebelum intervensi 39,38% dan setelah intervensi 76,88%. Berdasarkan Hasil analisis statistik uji wilcoxon diketahui bahwa dengan pemberian 6 kali intervensi terdapat peningkatan rata-rata fungsional otot wajah sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p = 0,011. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan Faradik efektif terhadap peningkatan kekuatan otot pada kasus bell’s palsy. Untuk itu diharapkan kepada pihak instansi pelayanan fisioterapis untuk selalu mengembangkan teknik-teknik terapi yang efektif terhadap peningkatan fungsional otot wajah pada pasien penderita bell’s palsy salah satunya dengan pemberian Infra Red (IR) dan Faradik. Abstract (EN): Bell's palsy is a syndrome of weakness of the face with the type of lower motor neurons and pain in the area of the mastoid processus which caused paralysis on one side of the face. This study aimed to determine the effect of Infra Red (IR) and Faradik against Improved Muscle Strength in Patients with Bell's Palsy in Solok City Hospital in 2015. This research is a quasi experimental design with pre and post test. The population is around the bell's palsy patients in hospitals Solok in June 2015 as many as 10 people. Sampling using accidental sampling technique to obtain a sample of 8 people. Data collection research using functional observation sheet facial muscles bell's palsy patients. The data were analyzed using a computerized data analysis non-parametric Wilcoxon test. The results showed that the average functional facial muscles before the intervention of 39.38% and 76.88% after the intervention. Based on the results of statistical analysis Wilcoxon test is known that the administration of the intervention are 6 times the average increase in facial muscle function before and after the intervention, with p = 0.011. It can be concluded that the therapy with modalities Infra Red (IR) and Faradik effective to increase muscle strength in the case of bell's palsy. For it is expected that the physiotherapist service agencies to always develop therapeutic techniques that are effective against the facial muscles functional improvement in patients with bell's palsy either by granting Infra Red (IR) and Faradik.