Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Pengaruh Pemberian Kinesiotaping Dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Nyeri Pada Pasien Osteoarthritis (OA) KneeDi RsudAdnaan WD Payakumbuh Pada Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Kinesiotaping Dan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Nyeri Pada Pasien Osteoarthritis (OA) KneeDi RsudAdnaan WD Payakumbuh Pada Tahun 2016

Wenny Lazdia, Yelva Febriani, Septahadi Perwira · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis (OA) adalahpenyakitsendidegeneratif yang terutama terjadipada orang denganusialanjutdanditandaiolehdegenerasikartilagoartikularis. data RSUD Adnaan WD Payakumbuhpadatahun 2015 jumlahpenderita osteoarthritis knee sebanyak 17% dari 4969 kunjungan. Tujuan penelitian iniadalahUntukmengetahuipengaruhKinesiotapingdanQuadriceps setting exercise terhadapnyeripadapenderita OA knee. PenelitianinimenggunakandesainQuasi eksperimentyaitu One Group Pretest-Postest. Penelitianinidilaksanakan di PoliFisioterapi RSUD Adnaan WD kotaPayakumbuhpadatanggal 26 mei – 3 agustus. Populasi dalam penelitian iniadalah 20 orang penderita OA knee yang sedangmelakukanpengobatan di RSUD Adnaan WD Payakumbuh.Sampeldalampenelitianiniadalah 8 orang.Data penderitapenyakit OA diambiladalahnyeripasiendenganmenggunakan VAS. Berdasarkanhasilpenelitiandiketahuibahwa rata-rata nyeri responden sebelum Intervensiadalah6.67 dan rata-rata nyeri sesudah intervensi adalah3.17.Hasilanalisis statistic menunjukkanbahwaadaperbedaan rata-rata nyerisebelumdansetelahpemberianKinesiotapingdanQuadriceps Setting Exercise denganbeda rata-rata 3.50 dan p = 0,001 denganStandarDeviasi 3.99. Dapat disimpukan bawah ada Pengaruh PemberianKinesiotapingDan Quadriceps Setting Exercise Terhadap Nyeri PadaPasien Osteoarthritis (Oa) KneeDi RsudAdnaan WD Payakumbuh. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untukmenelitifaktor-faktor lain yang berpengaruhterhadapintensitasnyeripada Osteoarthritis (OA) knee. Abstract (EN): Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease that mainly occurs in elderly people and characterized by degeneration of the articular cartilage. The data from Adnaan WD Hospital Payakumbuh in 2015 patients of osteoarthritis knee reach 17% of the 4969 visit. The goal of this study is to know The effect of giving KinesiotapingDan Quadriceps Setting Exercisetowards decrease pain for patients who suffer Osteoarthritis (OA) Knee. This is a Quasieksperiment (One GroupPretest-Postest). This research is done in physioteraphy unit Adnaan WD Hospital Payakumbuh at 26 May – 3 August 2016. Population of thisresearch is 20 patient who do teraphy at physioteraphy unit. Sample of this research is 8 samples. The data is collected by observasion through measuring the pain of responden. Based on the research, its know that the average of pain before intervension is 6.67 and the average of pain after intervension is 3.17. Result of statistic analysis shows that there are the differential of the average of pain before and after giving KinesiotapingandQuadriceps Setting Exercise, it is 3.50 and p=0.001 and deviasionstandart 3.99. Can be conclude that there are the effect of giving kinesiotapingdanquadriceps setting exercise towards decrease pain for patients who suffer Osteoarthritis (OA) Knee atAdnaan WD Hospital Payakumbuh. Hope for the next researcher can do further research about another factor which giving the effect to the pain ofOsteoarthritis (OA) knee.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Infra Red Dan Static Bicycle Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kasus Osteoarthritis Genu Di RSUD Solok Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Infra Red Dan Static Bicycle Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kasus Osteoarthritis Genu Di RSUD Solok Tahun 2016

Oktavianis, Muhammad Iqbal, Yelmi Reni Putrri · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan sendi (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya yang meyebabkan nyeri sendi dan kekakuan. Prevalensi OA di RSUD Solok di tahun 2015 adalah sebanyak 264 orang dan perbulannya sebanyak 22 orang, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan static Bicycle terhadap peningkatan kekuatan otot pada kasus Osteoarthritis Genu di RSUD Solok Tahun 2016 Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment yaitu pretest-postest, penelitian ini dilalukan pada bulan Juli 2016 di RSUD Solok Tahun 2016.Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling sehingga di dapat 10 sampel yang masuk kriteria inklusi. Data yang di kumpulkan berdasarkan data yang telah di ukur sebelum dan sesudah terapi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata gerak fleksi responden sebelum terapi adalah 3,1 dan gerak ekstensi adalah 3,5 dan rata-rata gerak fleksi responden sesudah terapi adalah 3,2 dan gerak ekstensi adalah 3,7. Hasil Analisa statistic menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata kekuatan otot sebelum dan sesudah pemberian Infra Red dan Static Bicycle dengan beda rata-rata gerak fleksi 0,12 dan gerak ekstensi 0,12 dan nilai p untuk kekuatan otot fleksi <0,05 (0,024<0,05), dan kekuatan otot ekstensi <0,05 (0,001<0,05). Jika dapat disimpulkan bahwa pemberian Infra Red dan Static Bicycle dapat meningkatkan kekuatan otot pada penderita Osteoarthritis Genu.diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik – teknik dan modalitas Fisioterapi yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot khususnya pada penderita Osteoarthritis Genu. Abstract (EN): Osteoarthritis is a chronic joint disease characterized by deterioration in the joint cartilage and bone nearby that cause of joint pain and stiffness. Prevalance of OA at RSUD Solok in 2015 is 264 patients and 22 patients a month. The aim of this research is to know the effect of giving infrared and static bicycle towards increase mucle strengh in case Osteoarthritis Genu at RSUD Solok in 2016. This research uses quasi eksperiment design pretest postest, this research is done on July 2016. Sampling technique of this research is purposive sampling, so the sample of this research is 10 samples. The collected data based on the data before and after giving the intervension. Based on the research, the average of flexion motion before intervension is 3,1 and extension motion is 3,5. And the average of flexion motion after intervension is 3,2 and extension motion is 3,7. Result of statistic analysis shows that there are the differention of the average of muscle strengh before and after giving infrared and static bicycle, differention of flexion motion is 0,12 and extension motion is 0,12, p value for flexion muscle strengh <0,05 (0,024<0,05), and for extension muscle strengh<0,05 (0,001<0,05). Can be conclude that by giving infrared and static bicycle can increase muscle strengh for who suffer . Hope to the next researcher can do the further research abput another technique and effective physiotherapy modality towards increase muscle strengh to Osteoarthritis Genu sufferer.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultra Sound (US) dan Hamstring Flexibility Execise terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Ischialgia di RSUD Pariaman Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Ultra Sound (US) dan Hamstring Flexibility Execise terhadap Penurunan Nyeri pada Kasus Ischialgia di RSUD Pariaman Tahun 2016

Silvia, Novan Asnandra, Gina Marlina · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Dalam penelitian multisenter di 14 rumah sakit pendidikan indonesia, yang dilakukan oleh kelompok studi nyeri perhimpunan dokter spesialis saraf indonesia (PERDOSSI) pada bulan mei 2002 menunjukkan bahwa, jumlahorangpenderita nyeri punggung bawah819 orang (18,37%). Pada survei awal yang dilakukan pada tanggal 25 januari tahun 2016 jumlah kunjungan pasien Ischialgia di RSUD Pariaman pada tahun 2015 sebanyak 232 pasien. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre dan post test. Populasi pada peneliti adalah seluruh pasien Ischialgia di RSUD Pariaman pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri akibat Ischialgia. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis non parametic uji wilcoxon dengan sebaran data tidak normal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri gerak sebelum intervensi 6,30 menurun menjadi 4,60 setelah intervensi dan rata-rata intensitas nyeri tekan sebelum intervensi 7,30 menurun menjadi 4,30 setelah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan ada perbedaan intensitas nyeri gerak (p=0,004) dan nyeri tekan (p=0,004) sebelum dan sesudah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Ultra Sound (US) dan Hamstring Flexibility Exercise efektif terhadap penurunan nyeri akibat Ischialgia. Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat Ischialgia untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri. Abstract (EN): In multicenter research at 14 knowledge hopitals Indonesia, who is done by pain study group of Indonesia Neurologic Doctor Cooperation (PERDOSSI) on Mei 2002 showed that people who suffer low back pain 819 people (18,37%). At first survey which is done on January 25, 2016 petients of ischialgi at RSUD Pariaman on 2015 232 patients. This is a quasi eksperiment with pretest posttest design. Population of this research are all ischialgia patients at RSUD Pariaman on July – August 2016. Sample is taken through accidental sampling, so sample of this research is 10 samples. The data is collected by observation through measuring the pain that cause of ischialgia. To analyze the data through computerization with non parametric wiloxon test analysis with normal data. Result of this research whows that the average of motion pain before intervension is 6,30 decrease to 4,60 after inervension. Result of statistic analysis shows the differention of the motion pain and tenderness before and after intervension p=0,004. Can be conclude that by giving therapy with Ultrasound and hamstring flexibility exercise effective to decrease the pain that cause of ischialgia. For that, hope to patients who suffer ischialgia always be ective and dicipline to do effective therapy to deccrease the pain.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh pemberian Ultra Sound dan Resisted Excercise terhadap fikiran nyeri pada kasus Osteoartrithis Genu Di RSUD Batusangkar Tahun  2016
Pengaruh pemberian Ultra Sound dan Resisted Excercise terhadap fikiran nyeri pada kasus Osteoartrithis Genu Di RSUD Batusangkar Tahun 2016

Rini Santy, Wenny Lazdia, Vivi Febriana · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoarthritis (OA) merupakan suatu penyakit degeneratif yang terutama terjadi pada orang dengan usia lanjut dan di tandai oleh degenerasi kartilago artikularis, perubahan pada membran sinovial, serta hipertrofi tulang pada tepinya. Rasa nyeri dan kaku, khusunya setelah melakukan aktivitas yang lama, kan menyertai perubahan degeneratif tersebut. Penderita osteoartrithis dari tahun ke tahun terus meningkat, menurut World Health Organization (WHO) memperkirakan 400/1000 populasi dunia yang berusia diatas 70 tahun menderita Osteoarthritis dan 800/1000 penderita Osteoarthritis mempunyai keterbatasan gerak derajat ringan sampai berat yang menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh pemberian Ultra Sound dan Resisted Excercise terhadap nyeri pada kasus Osteoartrithis genu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi–eksperimen dengan desain “one group pre test and post test design”. Jumlah sampel peneliti 15 pasien Osteoartrithis genu yang berada di RSUD BATUSANGKAR dengan teknik pengambilang sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 15 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang VAS (Visual Analog Scale) yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis U ji wilcoxon, menunjukkan bahwa nilap p=0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat buhungan yang bermakna antara dua variabel. Adanya hubungan yang bermakna antara fisioterapi dengan penurunan nyeri dengan pemberian Ultra Sound dan Resisted Excercise di RSUD BATUSANGKAR. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapi hendaknya dapat membina kerja sama yang baik dangan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Osteoarthritis ( OA ) is a degenerative disease that mainly occurs in people with advanced age and marked by degeneration of articular cartilage , changes in the synovial membrane , and bone hypertrophy at the edge. Pain and stiffness , especially after a long activity , the accompanying these degenerative changes . Patients osteoartrithis from year to year increase , according to the World Health Organization ( WHO ) estimates that 400/1000 the world population aged over 70 years suffer from Osteoarthritis Osteoarthritis and 800/1000 patients have limited degrees of motion that causes mild to severe loss of quality of life of patients. This research is to know the effect of Ultra Sound and Resisted Excercise to wards Osteoartrithis Genu. This research use Quasi-eksperiment research with one group pre test and post test design. The sample of the research is 15 sample of Osteoartrithis Genu patient in RSUD Batusangkar. The data is collected through observation by measuring the pain in the sample through proposive sampling. Based on 15 responden who appropriate with inclusion criteria. The data is collected through observation before and after intervension using VAS (Visual Analog Scale). Wilcoxon analysis show that p=0,000 (p < 0,05). It shows that significant colleration between two variables.There is a significant colleration between the intervension with reduce the pain using Ultra Sound and Resisted Excercise in RSUD Batusangkar. For the better result, the next researcher should make a great cooporation with responden and medical side. Do the spesific test carefully and sistematic.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Hubungan Pengetahuan Tentang Diet Seimbang Dengan Kesehatan Remaja di SMAN 1 Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam tahun 2016.
Hubungan Pengetahuan Tentang Diet Seimbang Dengan Kesehatan Remaja di SMAN 1 Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam tahun 2016.

Yori Sulistia, Lara Pratama Rulian · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Kebidanan

Menurut WHO, satu dari 10 anak di dunia mengalami kegemukan. Analisis pengetahuan diet seimbang dan kesehatan remaja sangat penting sebagai informasi perilaku gizi remaja. Perubahan kebiasaan makan yang tidak tepat dan masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang diet seimbang dengan kesehatan remaja di SMAN 1 Baso Kecamatan Baso Kabupaten Agam tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah Survey Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa remaja putri yang berjumlah 41 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel 41 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kusioner dan analis penelitian dengan uji chi-square data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan rendah sebanyak 23 orang (51.1%) dan kesehatan remaja tidak normal sebanyak 18 orang (43,9%) dari 41 responden. Jadi ada hubungan antara pengetahuan diet seimbang dengan kesehatan remaja, dengan nilai p=0,002 dan OR=2,182. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan diet seimbang dengan kesehatan remaja. Remaja putri yang memiliki pengetahuan rendah memiliki resiko lebih tinggi terhadap mengalami kesehatan tidak normal dari pada putri yang memiliki pengetahuan tinggi. Abstract (EN): According to WHO, one of 10 children in the world are overweight. Analysis of knowledge of a balanced diet and the health of adolescents is very important as the nutritional information adolescent behavior. Changes in eating habits and proper nutrition problems. This study aims to determine the relationship of knowledge about diet balanced with the health of adolescents in SMAN 1 Baso Baso Subdistrict Agam District in 2016. This research is a descriptive survey with cross sectional approach. The population in this study were young women students numbering 41 people. Sampling using total sampling technique to obtain a sample of 41 people. Collecting data using a questionnaire sheet and a research analyst with the chisquare test the data include univariate and bivariate analyzes . The results showed that the low knowledge of as many as 23 people (51.1%) and youth health is not normal as many as 18 people (43.9%) of the 41 respondents. So there is a relationship between knowledge of a balanced diet with adolescent health, with a value of p = 0.002 and OR = 2.182. It can be concluded that there is a relationship of knowledge diet balanced with the health of adolescents. Young women who have a low knowledge have a higher risk for experiencing abnormal health of the daughter who has a high knowledge.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultrasound Dengan  Massage pada Penderita Calcaneus Spur Dextra di RSUD Hanafiah  Batusangkar tahun 2016
Pengaruh Pemberian Ultrasound Dengan Massage pada Penderita Calcaneus Spur Dextra di RSUD Hanafiah Batusangkar tahun 2016

Oktavianis, Reza Olyverdi, Lana Oktavia · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Calcaneus spur artinya, bagian tulang yang mengeras menjadi taji. Jadicalcaneus spur adalah pembentukan tulang kecil seperti taji di tumit, Calcaneus spur adalah eksostosis (pertumbuhan tulang yang tidak semestinya) di daerah tubercalcaneus, yang bentuknya seperti jalu ayam. Plantar fascitis adalah peradangan fasia plantaris atauaponeurosis di perlekatannya pada calcaneus. Calcaneus spur sendiri bisa simtomatik danasimtomatik, jadi yang menyebabkan nyeri bukan dari spur tapi karena adanya plantar fasciitissetempat, sehingga nyeri pada calcaneus spur disebut juga sindroma calcaneus spur. Calcaneus spurdan plantar fasciitis adalah dua hal yang berbeda tetapi merupakan satu kesatuan sebab akibat yang mempunyai gejala yang sama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh pemberian Ultra Sound dan Massage terhadap nyeri pada kasus calcaneus spur dextra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi–eksperimen dengan desain “one group pre test and post test design”. Jumlah sampel peneliti 10 pasien calcaneus spur dextra yang berada di RSUD BATUSANGKAR dengan teknik pengambilang sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 10 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang VAS (Visual Analog Scale) yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis U ji T-test dependen, menunjukkan bahwa nilap p=0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat buhungan yang bermakna antara dua variabel. Adanya hubungan yang bermakna antara fisioterapi dengan penurunan nyeri dengan pemberian Ultra Sound dan massage di RSUD BATUSANGKAR. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapi hendaknya dapat membina kerja sama yang baik dangan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Calcaneus spur that is to say, part of the bone hardens into spurs. Jadicalcaneus spur is the formation of small bones such as heel spurs, Calcaneus spur is exostosis (bone growth undue) in the area tubercalcaneus, which is shaped like a chicken jalu. Plantar fascitis is an inflammation of the plantar fascia atauaponeurosis in adherence to the calcaneus. Calcaneus spur itself be symptomatic danasimtomatik, thus causing pain instead of the spur but due to plantar fasciitissetempat, so that pain in the calcaneus spur called the calcaneus spur syndrome. Spurdan calcaneus plantar fasciitis are two different things but it is a unity causal sama.Penelitian have symptoms that aims to determine how the effect of Ultra Sound and Massage to pain in the case of the calcaneus spur dextra. This study uses research methods Quasi-experimental design with "one group pre test and post test design". The number of samples calcaneus spur researchers in 10 patients who were in hospitals dextra Batusanggkar technique proposive pengambilang samples using sampling techniques. Based on these criteria was selected 10 patients who had met the inclusion criteria. Collecting data using observation sheets on VAS (Visual Analog Scale) were measured before and after intervention. Analysis U ji dependent T-test, showed that nilap p = 0.000 (p <0.05) which shows that there are significant buhungan between the two variables. Significant relationship between physiotherapy with a reduction in pain by administering Ultra Sound and massage in hospitals Batusanggkar. Suggestions in this case should be to obtain a perfect result, physiotherapy should be able to foster good cooperation invitation patients and the medical side as well as the need to examine carefully, focused and systematic.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam (Deep Breathing Exercise) Terhadap Tingkat Nyeri Dismenorrhea Pada Siswi MTsN Koto Nan Gadang kota Payakumbuh Tahun 2016
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam (Deep Breathing Exercise) Terhadap Tingkat Nyeri Dismenorrhea Pada Siswi MTsN Koto Nan Gadang kota Payakumbuh Tahun 2016

Adriani, Andar Basa Panuturi Naibaho, Nadiatul Fadilla · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Dismenorrhea merupakan nyeri perut bagian bawah yang terkadang rasa nyeri tersebut meluas hingga kepinggang, punggung bagian bawah, dan ekstremitas bawah bagian superior. Angka kejadian dismenorrhea di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenorrhea primer dan 9,36% dismenorrhea sekunder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi dengan nafas dalam terhadap tingkat nyeri desmenorrhea. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen yaitu Pretest-Postest, pengukuran nyeri sebelum intervensi teknik relaksasi nafas dalam. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh, Pada Bulan April-Mei Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi penderita dismenorrhea di MTsN Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh sebanyak 225 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang. Data yang diambil adalah Nyeri pada saat Anamnesis dan setelah dilakukan 6 kali Intervensi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara mengambil data tentang siswi dan melalui assessment untuk mendapatkan data awal. Hasil penelitian menunjukan, rata-rata nyeri sebelum diberikan Intervensi adalah 5.85. dan rata-rata nyeri sesudah diberikan Intervensi adalah 4.80 dengan standar deviasi 0.804. hasil uji statistic menunjukan rata-rata nyeri sebelum intervensi dan setelah intervensi adalah 0.317 dengan p value 0,01. Maka dapatdisimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara nyeri sebelum dan nyeri sesudah IntervensiTeknik Relaksasi dengan Nafas Dalam ( Deep Breathing Exercise ) Terhadap Tingkat Nyeri Dismenorhea Pada Siswi MTsN Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh. Diharapkan kepada responden, dengan adanya pemberian intervensi Teknik Relaksasi dengan Nafas Dalam ( Deep Breathing Exercise ) sebagai pengobatan Nyeri Dismenorhea bisa mengaplikasikan ditengah-tengah masyarakat sebagai suatu pengobatan alternatif untuk Nyeri Dismenorhea . Abstract (EN): Dismenorrhea is the pain of lower stomatch that can reach to waist, low back, and superior of lower ekstremity. Prevalance of dismenorrhea in Indonesia is 64,25%, 54,89% dismenorrhea primer and 9,36% dismenorrhea sekunder. The aim of this research is to know The effect of giving Deep Breathing Exercise towards decrease the pain that cause of Dismenorrhea. This is a Quasi-eksperimen (Pretest-Postest), measuring the pain before intervension. This research is done at MTsN Koto Nan Gadang Kota Payakumbuh on April-May 2016. Population of this research are all MTsN Koto Nan Gadang student who suffer dismenorrhea, 225 students. Sample of this research is 10 samples. the data is collected by observation through assesment to get first data. Result of this research shows the average of the pain before giving intervension is 5.85 and the average after giving intervension 0.317,and p=0,001. Can be conclude that there are significant correlation between before and after giving Deep Breathing Exercisetowards decrease the pain that cause of Dismenorhea to MTsN Koto Nan Gadang students Kota Payakumbuh. Hope the respondents can applicated Deep Breathing Exercise to another people as alternative way to decrease Dismenorhea’s pain.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) Dan Terapi Latihan Terhadap Nyeri Pada Kasus Brachialgia Di RSAM BukittinggiTahun 2016
Pengaruh Pemberian Ultrasound (US) Dan Terapi Latihan Terhadap Nyeri Pada Kasus Brachialgia Di RSAM BukittinggiTahun 2016

Yelmi Reni Putri, Reza Olyverdi, Melisa Putri Ananda · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Brachialgia adalah keluhan nyeri dileher menjalar sampai kelengan dan bahu bahkan jari-jari tangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Ultrasound (US) terhadap nyeri pada kasus Brachialgia di RSAM Bukittinggi tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre danpost test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Brachialgia di RSAM Bukittinggi pada bulan juli tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 7 orang.Data yang diambil menggunakan lembar observasi dengan menggunakan pengukuran nyeri pasien sebelum dan sesudah terapi menggunakan ultrasound dan terapi latihan. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji t-tes dengan sebaran data normal. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji t-tes dengan sebaran data normal. Setelah dilakukan terapi selama enam kali didapatkan hasil adanya penurun Rata – rata pada nyeri gerak yaitu 5,17 dengan skala tertinggi 6 dan terendah 4. pada T1 dan 4.81 pada T6 dengan skala nyeri tertinggi 5 dan terendah adalah 3 . Dan adanya penurunan rata – rata nyeri tekan yaitu4.24 pada T1 dengan skala nyeri tertinggi 5 dan terendah 4 dan 3.88 pada T6 dengan skala nyeri tertinggi 5 dan terendah 3. Hasil analisis statistic menunjukan ada pengaruh ultrasound dan terapi latihan adalah hasil nyeri gerak p< 0.05 yaitu p= 0.000 dan nyeri tekan p<0.05 yaitu p=0.003 Dapat disimpulkan bahwa pemberian Ultrasound (US) dan terapi latihan terhadap nyeri pada kasus Brachialgia Untuk itu diharapkan kepada pasien dengan keluhan nyeri akibat brachialgia untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif untuk penurunan nyeri. Abstract (EN): Brachialgia is the neck pain spreading to the arms and shoulders even fingers .The study aimed to determine the Effect of Exercise Therapy and Ultra Sound to pain In the case of Brachialgia in RSAM Bukittinggi 2016. kind of this research is quasi experiment with pre and post test design. The population in the study are all patients with Brachialgia at RSAM Bukittinggi in july 2016.The samples were taken using accidental sampling technique so there were 7 samples.The data is collected by observati on trhough measuring the pain of respondents before and after giving ultrasound dan Exercise Therapy.Analysis of the data is computerized using t - test with normal distribution of data . After treatment for six times showed their dehumidifiers Average on pain of motion that is 5.17 with the highest scale 6 and lowest 4. at T1 and T6 4.81 on the pain scale the highest and lowest 5 to 3. And a decrease in the average - average tenderness is 4:24 on a pain scale T1 with the highest 5 and lowest 4 and 3.88 on the pain scale T6 with the highest 5 and lowest 3.effect of ultrasound and exercise therapy with the acquisition value of t-test analysis results in pain get the result of motion P <0.05 ie, p = 0.000 and tenderness P <0.05 ie, p = 0.003 It can be concluded that the provision of Exercise therapy and Ultra Sound therapy to painIn the case of Brachialgia. For that is expected to patients with symptoms of Brachialgia. to be always active disciplined therapy program is effective ina decrease in pain.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Kombinasi Ultra Sound dan Latihan Passive Movement terhadap  Peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada Penderita Osteoatritis Genu di RS. Achmad Mochtar tahun 2016
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ultra Sound dan Latihan Passive Movement terhadap Peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada Penderita Osteoatritis Genu di RS. Achmad Mochtar tahun 2016

Billy Harnaldo Putra, Putri Anissa · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Osteoartritis adalah penyakit kronis yang belum diketahui secara pasti penyebabnya, ditandai dengan kehilangan tulang rawan sendi secara bertingkat. Di Indonesia paling banyak di temukan kasus Osteoatritis. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas pengaruh pemberian ultra sound dan latihan passive movement terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita osteoatritis genu di RS Achmad Mochtar. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen yaitu Pretest-Postest, untuk melihat pengaruh Ultra Sound dan Latihan Pasive Movement terhadap peningkatan lingkup gerak sendi sebelum dan sesudah di lakukan intervensi. Intervensi di lakukan dengan modalitas Ultra Sound selama 3 menit dan Latihan Passive Movement selama toleransi pasien dalam waktu 3 kali seminggu dalam 2 minggu. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien dengan keluhan keterbatasan LGS pada lutut karena Osteoartritis yang terdata sebanyak 46 orang dalam bulan juli tahun 2016 pada poli fisioterapi di RS. Achmad Mochtar Bukittinggi diantaranya sebanyak 10 sampel. Pada penelitian ini, sampel di ambil dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan secara observasi dengan melakukan pengukuran LGS pada pasien Osteoartritis sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukan rata-rata LGS sebelum di berikan intervensi adalah 111,50, dapatkan rata-rata LGS sesudah di berikan intervensi adalah 118,50. Hasil analisis statistic menunjukan pV = 0,000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh pemberian ultra sound dan latihan passive movement terhadap peningkatan lingkup gerak Sendi pada penderita osteoatritis genu Di RS. Achmad Mochtar. Di harapkan kepada responden, untuk melanjutkan program fisioterapi yang telah di jalankan sampai kondisi membaik. Abstract (EN): Osteoartritis is a cronic desease that unknown the cause, its sign with dismiss of cartilago. Indonesia is the most found of Osteoarthritis. This disease can cause pain and disability to the patient with the result that harried the activity of daily living. The aim of this research is to know The effect of giving Ultra Sound and Passive Movement exercise towards increase Range of Motion for who suffer Osteoatritis genu at AchmadMochtar hospital. This research is using a quasi eksperiment desaign (pretest-posttest), to know the effect of giving Ultra Sound and Passive Movement exercise towards increase Range of Motion before and after giving intervention. This intervention did with modality is ultra sound during 3 minutes and passive movement exercise give during tolerance of patient with frequency is 3 times per week in 2 weeks. Population of this research are all patients who suffer OA at Achmad Mochtar hospital Bukittinggi, they are 10 samples. In this research, samples are take with accidental sampling methode. To collect the data is done by observation trhough measuring ROM of patients before and after intervention. Result of this research shows the mean of ROM before intervention is 111,50, the mean after intervension is 118,50. Result of statistic analysis p value=0,000. Based on result of the research is known that the effect of giving Ultra Sound and Passive Movement exercise towards increase Range of Motion for who suffer Osteoatritisgenu at AchmadMochtar. Hope to the respondents to continue program physiotherapy that after did until good condition.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Massage  Dan Mirror Exercise Terhadap Penguatan Otot Wajah Pada kasus Bell’s  Palsy Sinistra Di RSUD Pariaman Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Massage Dan Mirror Exercise Terhadap Penguatan Otot Wajah Pada kasus Bell’s Palsy Sinistra Di RSUD Pariaman Tahun 2016

Wenny Lazdia, Annisa Adenikheir, Fitratul Hasanah · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Bell’s Palsy merupakan kelemahan otot wajah dengan tipe lower motor neuron yang disebabkan oleh keterlibatan saraf fasialis idiopatik di luar sistem saraf pusat, tanpa adanya penyakit neurologik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian massage dan mirror exercise terhadap penguatan otot wajah pada kasus bell’s palsy sinistra di RSUD Pariaman tahun 2016, selama enam kali terapi dalam 2 minggu.. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain “one group pretest-posttest design”.Populasi dalam penelitian ini adalah penderita bell’s palsy sinistra yang berobat ke unit fisioterapi di instalasi rehabilitasi medik di RSUD Pariaman tahun 2016. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 10 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan MMT (Manual Muscle Test) yang diukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Analisis data menggunakan uji t-test devendent. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh signifikan intervensi dengan menggunakan massage dan mirror exercise terhadap peningkatan kekuatan otot wajah. Hal ini terbukti dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis statistik uji wilcoxon didapat nilai P=0,005. Kesimpulan manfaat yang didapat dari modalitas massage dan mirror exercise yaitu bahwa ada peningkatan kekuatan otot wajah pada pasien bell’ palsy sinistra. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapis hendaknya dapat membina kerjasama yang baik dengan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Bell’s palsy is the weakness of the facial muscles with the type of lower motor neurons, which is caused by the involvement of idiopathic facial nerve outside the central nervous system without the presence of other neurological diseases. The research is aimed to know to what extent massage and mirror exercise treatment influence the strengthening of facial muscles in the case of bell’s palsy sinistra in RSUD Pariaman 2016 during six times of therapy in two weeks. This research uses quasi experiment method with pretest-posttest one group design. Population in this study is patients of bell’s palsy sinistra who were treated in physiotherapy unit of the medical rehabilitation clinic in RSUD Pariaman 2016. Samples in this research were collected through purposive sampling technique with specified inclusion criteria. Based on the given criteria, 10 patients were chosen as the samples. The data were collected by using observation sheets with MMT (Manual Muscle Test) and then were analyzed before and after the treatment by using t-tets devendent. The analysis shows that the: (1) There is a significant effect of the intervention using massage and mirrosr exercise to improve facial muscle strength. It is evident from the research finding using statistic analysis of test wilcoxon that the obtained value is P=0.005. From the findings, it can be concluded that the benefit of massage and mirror exercise modality is that there is an improvement in facial muscle strength of bell’s palsy sinistra patient. It is suggested that patients and medical personnel maintain good relationship in the process of physiotherapy followed by thorough, complete, and systematic medical treatment.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian TENS Dan Transverse Friction Terhadap Nyeri Pada Kasus Piriformis Syndrome Di RSUD Pariaman Tahun 2016
Pengaruh Pemberian TENS Dan Transverse Friction Terhadap Nyeri Pada Kasus Piriformis Syndrome Di RSUD Pariaman Tahun 2016

Wenny Lazdia, Annisa Adenikheir, Afri Widodo · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Piriformis Syndrome adalah gangguan neuromuskular yang terjadi karena saraf sciatica (nervus ischiadicus) terkompresi atau teriritasi oleh otot piriformis sehingga menimbulkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada area bokong sampai perjalanan saraf sciatica. Sekitar 15% dari populasi kasus sciatica (ischialgia) adalah piriformis Syndroma. Berdasarkan survey awal yang penulis lakukan diruangan fisioterapi RSUD Pariaman memiliki kunjungan pasien piriformis syndrome pada Januari sampai dengan Desember tahun 2015 adalah sebanyak 232 orang pasien. Sedangkan pada januari 2016 terdapat 10 orang pasien piriformis syndrome. Tujuan penelitian ini untuk menngetahui pengaruh pemberian TENS dan transverse friction terhadap nyeri pada kasus piriformis syndrome di rsud pariaman tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan Test dalam satu kelompok (One-Group Pretest-Postest). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2016 dengan jumlah populasi 15. Teknik sampling yg digunakan pada peneliti ini adalah purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 10 orang penderita piriformis Syndrome. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi yaitu pengukuran nyeri responden dengan menggunakan uji t-dependent test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri responden sebelum intervensi adalah 6.10 menurun menjadi 2.20. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh rata-rata nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi TENS dan Transverse Friction dengan rata-rata 3.90 dan p=0,000. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi TENS dan Transverse Friction dapat menurunkan nyeri pada penderita piriformis Syndrome. untuk itu diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik-teknik dan modalitas fisioterapi yang efektif dalam penurunan intensitas nyeri, khususnya pada penderita piriformis Syndrome. Abstract (EN): Piriformis syndrome is a neuromuscular disorder that occurs because the nerve sciatica ( nerve ischiadicus ) compressed or irritated by the piriformis muscle , causing pain , tingling , and numbness in the buttocks area until the sciatica nerve travels . Approximately 15 % of the population of cases of sciatica ( ischialgia ) is piriformis syndroma . Based on the initial survey that the authors do diruangan physiotherapy Hospital Pariaman have piriformis syndrome patient visits in January to December 2015 was as many as 232 patients. While in January 2016 there were 10 patients with piriformis syndrome. The purpose of this study to menngetahui effect of TENS and transverse friction to pain in cases of piriformis syndrome in hospitals pariaman 2016 This research is a Quasi Experiment with draft Test in one group ( One- Group Pretest - Posttest ) . This research was conducted in July-August 2016, with a population of 15. The sampling technique that is used in this research is purposive sampling to obtain a sample of 10 people with Piriformis Syndrome. Data collection in this study is done through observation of pain measurement respondents using dependent t- test Based on the survey results revealed that the average respondent pain before intervention is 6:10 decreases to 2:20 . Statistical analysis showed that there is influence of the average pain before and after the intervention TENS and Transverse Friction with an average of 3.90 and p = 0.000 So it can be concluded that the administration of TENS and Transverse Friction intervention can reduce pain in people with Piriformis Syndrome. for it is expected that future researchers to be able to do more research on the techniques and modalities of physiotherapy are effective in decreasing pain intensity , especially in patients with Piriformis Syndrome

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh PemberianSWD Dan  Mc.KenzieExercise Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Kasus Hernia Nucleus  Pulposus Di RSUD. Hanafiah Batusangkar Tahun 2016
Pengaruh PemberianSWD Dan Mc.KenzieExercise Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Kasus Hernia Nucleus Pulposus Di RSUD. Hanafiah Batusangkar Tahun 2016

Neila Sulung, Andar Basa Panuturi Naibaho, Wilda Frimazola · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah penyakit yang disebabkan oleh trauma atau perubahan degeneratif yang menyerang massa nukleus pada daerah vertebra L4-L5, L5-S1, atau C5-C6 yang menimbulkan nyeri punggung bawah yang berat, kronik dan berulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemeberian SWD dan latihan MC. Kenzie terhadap penurunan nyeri pada pasien penderita Hernia Nucleus Pulposus( HNP). Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan satugrup(pre test-post test). Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Hernia Nucleus Pulposusdi RSUD. Hanafiah Batusangkar. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 10 orang. Pengumpulan data pada penelitian inidilakukan melalui observasi yaitu pengukuran nyeri responden dengan menggunakan uji t-dependent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata–rata tingkat nyeri sebelum intervensi adalah 6,10 dan setelah intervensi menurun 3,60. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan rata–rata intenitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan uji t-test dependent didapatkan nilai p=0,004 (p<0,05), artinya ada pengaruh pemberian intervensi terhadap tingkat nyeri. Dapat disimpulkan bahwa memberikan intervensi SWD dan Mc. Kenzie execise dapat menurunkan nyeri secara signifikan. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat mempelajari kasus ini dengan lebih baik lagi dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari Hernia Nucleus Pulposu. Abstract (EN): Hernia Nukleus Pulposus (HNP) is desease that cause by trauma or degenerative change that againts nucleus weight at vertebra L4 – L5, L5 – S1 or C5 – C6 so come hard low back pain, cronic and continously. The reserch purpose to determine the effect of SWD and ExerciseMc.Kenzie to the reduction of pain in patients withHenia nucleus pulposus ( HNP ). This is aquasi experiment research where the test is done in one group (One-group pretest-postest). This research had done onJuly until August 2016. Population of this research are all people who Hernia Nucleus Pulposus at Hanafiah Batusangkar hospital. The sampling technique that is used is purposive sampling so there are 10 samples. The data is collected through observation by measuring the pain in the sample through dependent test. The result showed that the average level of pain before intervention was 6,10 and after intervention decreased 3,60. Statistical analysis showed that there are differences in average pain intensity before and after the intervention. Based dependent t-test pvalue = 0,004 (p<0,005), which means that there is the effect of the intervention on the level of pain. It can conclude that giving SWD andMc. Kenzie exercise for Hernia Nucleus Pulposus can reduce pain significantly. Hope next researcher can study this cases better and educate people so that can’t get Hernia Nucleus Pulposus.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail