Adriani, Nurdin, Widiya · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi
Permasalahan yang paling menonjol pada penderita stroke adalah hilangnya koordinasi ( lost of coordination ). Hal ini terjadi karena adanya gangguan beberapa faktor,antara lain tonus otot,motorik ,sensorik, persepsi keseimbangan,pola gerak,dan reaksi asosiasi.dan itulah yang dialami pasien pasca stroke jadi upaya yang diberikan untuki pasien pasca stroke adalah senam stroke. Senam Stroke merupakan bentuk kreasi dan inovasi dari beberapa jenis metode latihan.metode latihan tersebut disusun sedemikian rupa sehingga memberikan rangsangan beberapa reseptor yang akan dibawa ke otak. Selanjutnya, diproses dan menghasilkan output berupa gerakan yang terkoordinasi. jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke yang mengikuti senam stroke di rumah sakit stroke nasional bukittinggi tahun 2016. Yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 11 orang pasien. Pengambilan data menggunakan lembar observasi Time Up And Go Test yang diukur sebelum dan setelah pemberian senam stroke. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan test TUG sebelum intervensi adalah 14,64 detik dan sesudah intervensi 14,36 detik. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0,03 ( p < 0,05 ) artinya ada perbedaan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke sebelum dan sesudah pelaksanaan senam stroke. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan senam stroke dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke. Hal ini dibuktikan dengan penurunan waktu. Penurunan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan test keseimbangan dinamis menggunakan TUG test. Untuk itu diharapkan upaya dari berbagai pihak untuk dapat meningkatkan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan kegiatan senam stroke yang diadakan di rumah sakit stroke nasional bukittinggi demi peningkatan kesehatan dan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke. Abstract (EN): The most outstanding problem in stroke patients are the loss of coordination. This is any interruption resulting from several factors, among others muscle tone, motor sensory, persepsi balance, pattern of motion, and reaction association. And that the post-stroke patients efforts to be given to patients after stroke is gymnastics. Gymnastics stroke is shape creation and innovation of some types of such training methods excercise. Methode structured such that provide stimulation some receptors which will bring to the brain. Furthermore, processed and produce output in the form of coordinated movement. This research is a quasi experimental with pre and post test approach. The population in this study were all post-stroke patients who follow exercise stroke in hospitals nationwide stroke bukittinggi 2016. Which numbered 20 people. Sample in this study were 11 patients. Retrieving data using observation sheet time up and go tets is measures before and after administration of gymnastics stroke. Data processing computerized research using the wilcoxon test. Research results showed that the average time requered to time up and go test 41,64 second and 14,36 seconds after intervention. Based on wilcoxon test Pvalue = 0,03 ( P < 0,05 ) means that there are differences in dynamic balance post-stroke patients before and after the stroke gymnastics. It can be conluded that the implementation of the gymnastics stroke can improve dynamic balance post-stroke patients. This is evidenced by a decrease in time. Federally time reduction required in performing dynamic balance tets using the time up and go test. For the expected efforts of various parties to improve post-stroke patient motivation in doing gymnastics stroke activity that is held in the hospital in order to improve the national stroke bukittinggi health and dynamic balance post-stroke patients.