Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Pengaruh  Senam  Stroke  Dalam  Meningkatkan Keseimbangan  Dinamis  Pasien  Pasca  Stroke  Di  Rumah Sakit  Stroke  Nasional  Bukittinggi  Tahun  2016
Pengaruh Senam Stroke Dalam Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Pasien Pasca Stroke Di Rumah Sakit Stroke Nasional Bukittinggi Tahun 2016

Adriani, Nurdin, Widiya · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Permasalahan yang paling menonjol pada penderita stroke adalah hilangnya koordinasi ( lost of coordination ). Hal ini terjadi karena adanya gangguan beberapa faktor,antara lain tonus otot,motorik ,sensorik, persepsi keseimbangan,pola gerak,dan reaksi asosiasi.dan itulah yang dialami pasien pasca stroke jadi upaya yang diberikan untuki pasien pasca stroke adalah senam stroke. Senam Stroke merupakan bentuk kreasi dan inovasi dari beberapa jenis metode latihan.metode latihan tersebut disusun sedemikian rupa sehingga memberikan rangsangan beberapa reseptor yang akan dibawa ke otak. Selanjutnya, diproses dan menghasilkan output berupa gerakan yang terkoordinasi. jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke yang mengikuti senam stroke di rumah sakit stroke nasional bukittinggi tahun 2016. Yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 11 orang pasien. Pengambilan data menggunakan lembar observasi Time Up And Go Test yang diukur sebelum dan setelah pemberian senam stroke. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan test TUG sebelum intervensi adalah 14,64 detik dan sesudah intervensi 14,36 detik. Berdasarkan uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0,03 ( p < 0,05 ) artinya ada perbedaan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke sebelum dan sesudah pelaksanaan senam stroke. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan senam stroke dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke. Hal ini dibuktikan dengan penurunan waktu. Penurunan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan test keseimbangan dinamis menggunakan TUG test. Untuk itu diharapkan upaya dari berbagai pihak untuk dapat meningkatkan motivasi pasien pasca stroke dalam melakukan kegiatan senam stroke yang diadakan di rumah sakit stroke nasional bukittinggi demi peningkatan kesehatan dan keseimbangan dinamis pasien pasca stroke. Abstract (EN): The most outstanding problem in stroke patients are the loss of coordination. This is any interruption resulting from several factors, among others muscle tone, motor sensory, persepsi balance, pattern of motion, and reaction association. And that the post-stroke patients efforts to be given to patients after stroke is gymnastics. Gymnastics stroke is shape creation and innovation of some types of such training methods excercise. Methode structured such that provide stimulation some receptors which will bring to the brain. Furthermore, processed and produce output in the form of coordinated movement. This research is a quasi experimental with pre and post test approach. The population in this study were all post-stroke patients who follow exercise stroke in hospitals nationwide stroke bukittinggi 2016. Which numbered 20 people. Sample in this study were 11 patients. Retrieving data using observation sheet time up and go tets is measures before and after administration of gymnastics stroke. Data processing computerized research using the wilcoxon test. Research results showed that the average time requered to time up and go test 41,64 second and 14,36 seconds after intervention. Based on wilcoxon test Pvalue = 0,03 ( P < 0,05 ) means that there are differences in dynamic balance post-stroke patients before and after the stroke gymnastics. It can be conluded that the implementation of the gymnastics stroke can improve dynamic balance post-stroke patients. This is evidenced by a decrease in time. Federally time reduction required in performing dynamic balance tets using the time up and go test. For the expected efforts of various parties to improve post-stroke patient motivation in doing gymnastics stroke activity that is held in the hospital in order to improve the national stroke bukittinggi health and dynamic balance post-stroke patients.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ice Massage Stroking Dan Core Stability Exercise Terhadap Fleksibilitas Lumbal Pada Kasus Low Back Pain Miogenik Di RSUD Solok Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Ice Massage Stroking Dan Core Stability Exercise Terhadap Fleksibilitas Lumbal Pada Kasus Low Back Pain Miogenik Di RSUD Solok Tahun 2016

Febriniwati Rifdi, Ronal Lufitos, Ayu Aria Fitri · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Low Back Pain Miogenik adalah nyeri pada punggung bawah yang disebabkan oleh gangguan pada unsur tendomusculer tanpa disertai dengan gangguan neurologis antara vertebra thorakal 12 sampai dengan bagian bawah pinggul atau anus. Frekuensi kejadianLow Back Pain Miogenikdi dunia sebesar 15% - 45% dengan angka kejadian terbanyak pada usia 35 th - 55 th (Wheeler, 2009). Tahun 2015 jumlah pasien Low Back Pain miogenik yang menjalani rawat jalan di Instalasi Fisioterapi RSUD Solok sebanyak ±6912 pasien pertahun. Jenis penelitian ini adalahquasi-experiment yaitu sebelum dan sesudah. Populasi dalam penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 15-40 tahun penderita Low Back Pain Miogenik pada fase akut, dengan sampel sebanyak 10 orang. Pengambilan data menggunakan lembar obsevasi yang diukur sebelum dan setelah pemberian terapi Ice Massage Stroking dan Core Stability Exercise Hasil penelian menunjukkan bahwa rata-rata nilai fleksibilitas lumbal sebelum intervensi adalah 17, 44 cm dan setelah intervensi adalah 21, 78 cm. Berdasarkan uji t-test dependen didapatkan nilai p = 0,000 atau < 0, 05 artinya ada perbedaan nilai fleksibilitas lumbal pasien Low Back Pain Miogenik sebelum dan sesudah pemberian intervensi Ice Massage Stroking dan Core Stability Exercise. Kesimpulan pemberianIce Massage Stroking dan Core Stability Exerciseberpengaruh terhadap fleksibilitas lumbal pada kasus Low Back Pain Miogenik di RSUD Solok. Diharapkan kepada peneliti berikutnyauntuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik-teknik dan modalitas fisioterapi yang efektif dalam meningkatkan fleksibilitas lumbal pada penderita Low Back Pain Miogenik. Abstract (EN): Low Back Pain Miogenik is lower back pain caused by disorders of the elements tendomusculer not accompanied by neurological disorders between the vertebrae thorakal 12 to the lower pelvis or anus. The frequency of incidents of Low Back Pain Miogenikin the world by 15% - 45 % with the highest incidence rate at 35 th - 55 th ( Wheeler, 2009).In 2015 the number of patients with Low Back Pain miogenik undergoing outpatient treatment at hospitals Physiotherapy Installation Solok much as ± 6912 patients per year. This research is a quasi-experiment that pretest-posttest. The population in this study were men and women with age range of 15-40 years Low Back Pain Miogenik patients in the acute phase, with a sample of 10 people.Retrieving data using observation sheet were measured before and after administration of Ice Massage therapy stroking and Core Stability Exercise. The results of recent research shows that the average value of the flexibility of lumbar before intervention was 17, 44 cm and after the intervention were 21, 78 cm. Based dependent t-test p value = 0. 000 or < 0, 05 means that there are differences in the value of flexibility Lumbar Low Back Pain Miogenik patients before and after the intervention Ice Massage stroking and Core Stability Exercise. Conclusion Award Ice Massage stroking and Core Stability Exercise effect on lumbar flexibility in the case of Low Back Pain Miogenik in hospitals Solok. It is expected that future researchers to conduct further research on the techniques and modalities of physiotherapy are effective in increasing lumbar flexibility in patients with Low Back Pain Miogenik.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas  TidurLansia Penderita Insomnia Di Puskesmas Lansat KadapKecamatanRao  Selatan Kabupaten PasamanTahun2016
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kualitas TidurLansia Penderita Insomnia Di Puskesmas Lansat KadapKecamatanRao Selatan Kabupaten PasamanTahun2016

Yenni, Reza Olyverdi, Muhammad Agung · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Peningkatan jumlah lansia akibat peningkatan harapan hidup akan menyebabkan masalah dibidang kesehatan salah satunya mengalami gangguan tidur berupa kualitas tidur buruk. kualitas tidur buruk menyebabkan lansia mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, sering mengantuk di siang hari dan merasa tidak segar saat bangun tidur di pagi hari. Hal ini dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan berupa aromaterapi lavender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada lansia penderita insomnia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Quasi-eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest Posttest. Sampel 10 orang lansia yang diambil secara tekhnik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan quisioner, aromaterapi lavender, media sapu tangan. Analisa data menggunakan uji T dependen Hasil analisis statistik menggunakan uji t dependen menunjukan nilai mean sebelum diberi aromaterapi 71.40 dan sesudah diberikan 44.10 . pada analisis bivariat didapatkan nilai mean kualitas tidur sebelum dan sesudah 27.300 dengan p value 0,000 artinya ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada lansia penderita insomnia. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur lansia penderita insomnia. Saran bagi lansia yang mengalami kualitas tidur buruk untuk dapat mengaplikasikan terapi aromaterapi lavender dengan bantuan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia penderita insomnia. Abstract (EN): The increase in the number of elderly due to increasing life expectancy will lead to problems in the fields of health one sleep disorder such as sleep quality is bad. Due to poor sleep quality of elderly suffering from fatigue, difficulty concentrating, frequent daytime sleepiness and feel fresh when I wake up in the morning. This can be overcome by pharmacological and nonpharmacological therapy. Nonpharmacological therapies that can be used in the form of lavender aromatherapy. The purpose of this study was to determine the effect of lavender aromatherapy on sleep quality in elderly patients with insomnia. This research is a quantitative research design was quasi-experimental research design with one group pretest posttest. Sample of 10 elderly people were taken by purposive sampling techniques. Instrument used questionnaires, lavender aromatherapy, media handkerchief. Data were analyzed using T test dependent Results of statistical analysis using a dependent t test showed significant value before given aromatherapy 71.40 And After given 44.10. ON bivariate analysis means Value Sleep quality with pre And After 27,300 p value of 0.000 means the effect there giving lavender aromatherapy against sleep quality in elderly insomnia patients. From the results of research findings obtained singer conclusion that the influence Giving lavender aromatherapy Against Sleep quality elderly insomnia patients. Suggestions For The Elderly Sleep quality bad experience for the review can be applied therapeutic aromatherapy lavender with help improve healthcare provider for review Sleep quality in elderly insomnia patients.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri di SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok Tahun 2016
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri di SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok Tahun 2016

Aria Wahyuni, Rizka Ramadani · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Kebidanan

Di Indonesia, dalam kurun waktu 25 tahun terakhir tercatat usia menarche pada remaja putri terhitung lebih cepat dan hal ini diduga berkaitan dengan gizi dan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri di SMPN 1 Junjung Sirih Kabupaten Solok Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh SMPN 1 Junjung Sirih yaitu sebanyak 259 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 73 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82,2% remaja putri dengan status gizi normal dan 75,3% remaja putri dengan usia menarche normal serta ada hubungan antara status gizi dengan usia menarche dengan nilai p-value = 0,002 dan OR = 8,000. Dapat disimpulkan bahwa status gizi remaja putri berhubungan dengan usia menarche. Untuk itu diharapkan kepada berbagai pihak khusus remaja putri untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja khususnya tentang hubungan status gizi dengan usia menarche melalui berbagai media informasi dan sumber terpercaya agar pengetahuan remaja dapat ditingkatkan serta termotivasi untuk selalu memperhatikan pola konsumsi dan pola hidup sehat demi menjaga status gizi dan status kesehatan yang baik serta mendukung terhadap pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja. Abstract (EN): In Indonesia, during the last 25 years recorded the age of menarche in young women account for more rapid and it is thought to relate to nutrition and public health better. This study aims to determine the relationship of nutritional status and the age of menarche in young women at Junior High School 1 Junjung Sirih Solok District 2016. This research is a survey analytic cross sectional approach. The population in this study are all Junior High School 1 Jujug Sirih as many as 259 people. Sampling using simple random sampling technique to obtain a sample of 73 people. Collecting data using questionnaires and analyzing data sheet includes the analysis of univariate and bivariate analysis. The results showed that 82.2% of young women with a normal nutritional status and 75.3% of young women with normal menarche age, and there is a relationship between nutritional status and age of menarche with a p-value = 0.002 and OR = 8,000. It can be concluded that the nutritional status of young women associated with age of menarche. For it is expected that various parties specifically young women in order to improve knowledge on adolescent reproductive health in particular on the relationship nutritional status and the age of menarche through a variety of media and a reliable source that the knowledge adolescents can be improved and motivated to always pay attention to patterns of consumption and a healthy lifestyle in order to maintain nutritional status and health status as well as supporting the growth and development during adolescence.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Transcutaneous  Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dan Pilates Untuk Penurunan Nyeri Pada  Pasien Ischialgia  Di RSAM Bukittinggi Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dan Pilates Untuk Penurunan Nyeri Pada Pasien Ischialgia Di RSAM Bukittinggi Tahun 2016

Silvia, Yelva Febriani, Resa Rahayu · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Ischialgia merupakan penyakit kelainan pada nervus ischiadikus yang ditandai nyeri hebat sepanjang perjalanan saraf yang menjalar sampai tungkai bawah. Modalitas yang digunakan adalah Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS) dan Pilates. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS) dan Pilates untuk penurunan nyeri pada pasien ischialgia di RSAM Bukittinggi tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian Eksperimen (Quasi – eksperimen) adalah Rancangan Rangkaian Waktu (Times Series Design). Rancangan ini seperti rancangan Pre test dan post test untuk melihat pengaruh pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Pilates Untuk Penurunan Nyeri Pada Pasien Ischialgia di RSAM Bukittinggi Tahun 2016. Jumlah sampel penelitian sebanyak 10 pasien ischialgia yang berada di RSAM Bukittinggi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata intensitas nyeri akibat Ischialgia sebelum pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Pilates adalah 6,20 dikategorikan nyeri sedang, rata-rata intensitas nyeri akibat Ischialgia sesudah pemberian Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Pilates adalah 3,20 dikategorikan nyeri ringan. Adanya penurunan rata-rata intensitas nyeri nyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi Transcutaneus electrical nerve stimulation (TENS) dan Pilates pada pasien ischialgia selama 6 kali terapi dengan hasil analisis Uji t-test dependent didapatkan nilai p < 0,05 yaitu p < 0,003. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapis hendaknya dapat membina kerjasama yang baik dengan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Ischialgia is a disease of the nerve disorder characterized ischiadikus severe pain throughout the course of the nerves which spread to the lower limbs. The modalities used were Transcutaneus electrical nerve stimulation ( TENS ) and Pilates . This study aimed to determine the effect of Transcutaneus electrical nerve stimulation ( TENS ) and Pilates for pain reduction in patients RSAM ischialgia in Bukittinggi in 2016. This type of research that is used in research experiments ( Quasi - experiment ) is the circuit design time ( Times Series Design ) . This design as the design of pre -test and post test to see the effect of Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation ( TENS ) and Pilates To Decrease Pain In Patients ischialgia in Bukittinggi RSAM Year 2016. Total sample of 10 patients who were in RSAM ischialgia Bukittinggi with sampling techniques using accidental sampling technique. According to the research the average intensity of pain caused ischialgia before giving Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation and Pilates are categorized 6,20 moderate pain , average pain intensity after administration due ischialgia Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation and Pilates is 3.20 categorized as mild pain. A decrease in average pain intensity of pain before and after the intervention Transcutaneus electrical nerve stimulation ( TENS ) and Pilates in patients ischialgia for 6 times therapy with the results of test analysis dependent t-test p value < 0.05 is p < 0.003 . Suggestions in this case should be to obtain a perfect result , physiotherapist should be able to establish a good cooperation with the patient and the medical side as well as the need to examine carefully, focused and systematic.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Trancutaneous  Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dan Latihan Mc.Kenzie Pada Pasien  Penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal Terhadap Pengurangan  Nyeri Di RSUD Solok Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Trancutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) Dan Latihan Mc.Kenzie Pada Pasien Penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Lumbal Terhadap Pengurangan Nyeri Di RSUD Solok Tahun 2016

Neila Sulung, Nurdin, Deden Septi Yultra · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah bantalan antara tulang belakang (diskus) yang mengalami herniasi dan menekan akar saraf. Lokasi tulang belakang yang sering mengalami hnp adalah daerah leher servikal dan punggung bawah (lumbal). Di RSUD Kota Solok prevalensi 5% nyeri punggung bawah hernia nukleus pulposus menduduki peringkat ke 5 dari 10 penyakit terbanyak.tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian trancutaneous nerve stimulation (TENS) dan latihan Mc.Kenzie terhadap penurunan nyeri pada pasien penderita henia nukleus pulposus (HNP). Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan Test dalam satu kelompok (One-Group Pretest-Postest). Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2016 dengan jumlah populasi 10. Teknik sampling yg digunakan pada peneliti ini adalah purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 5 orang penderita hernia nukleus pulposus (hnp) lumbal. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata nyeri gerak responden sebelum intervensi adalah 5,77.Dan rata-rata nyeri sesudah pemberian intervensi adalah 5,57. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh rata-rata nyeri gerak sebelum dan sesudah diberikan intervensi trancutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dengan rata-rata 0,200 dan p=0,004 dengan standar deviasi 0,075 Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi trancutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dan latihan Mc.Kenzie dapat menurunkan nyeri pada penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP). untuk itu diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik-teknik dan modalitas fisioterapi yang efektif dalam penurunan intensitas nyeri, khususnya pada penderita Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Abstract (EN): Hernia nucleus pulposus ( HNP ) is a cushion between the vertebrae ( discs ) that herniate and suppress the nerve roots . The location of the spine often experience HNP is a cervical neck region and lower back ( lumbar ) . In Solok City Hospital 5 % prevalence of low back pain spinal disc herniation was ranked fifth out of 10 disease terbanyak.tujuan this study to determine the effect of trancutaneous nerve stimulation ( TENS ) and exercise Mc.Kenzie to the reduction of pain in patients with Henia nucleus pulposus ( HNP ) . This research is a Quasi Experiment with draft Test in one group ( One- Group Pretest - Posttest ) . This research was conducted in June - July 2016, with a population of 10. The sampling technique that is used in this research is purposive sampling to obtain a sample of 5 patients with a herniated nucleus pulposus ( HNP ) lumbar . Based on the survey results revealed that the average respondent motion pain before intervention is 5,77.Dan average pain after the administration of the intervention was 5.57 . Statistical analysis showed that there is influence of the average pain motion before and after the intervention trancutaneous electrical nerve stimulation ( TENS ) with an average of 0.200 and p = 0.004 with a standard deviation of 0.075 So it can be concluded that the administration of the intervention trancutaneous electrical nerve stimulation ( TENS ) and Mc.Kenzie exercise can reduce pain in patients with spinal disc herniation ( HNP ) . for it is expected that future researchers to be able to do more research on the techniques and modalities of physiotherapy are effective in decreasing pain intensity , especially in patients with spinal disc herniation ( HNP ) .

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultra Sound Dan Manual Terapi Terhadap Penurunan Nyeri dan Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kasus Tennis Elbow Di RSUD Pariaman  Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Ultra Sound Dan Manual Terapi Terhadap Penurunan Nyeri dan Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kasus Tennis Elbow Di RSUD Pariaman Tahun 2016

Silvia, Siti Munawarah, Eka Puspita Purnama Sari · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Manusia dalam keseharian nya tidak lepas dari kegiatan yang melibatkan tangan, baikitu dalam aktivitas maupun bekerja.Tangan merupakan anggota gerak tubuh yang sangat penting dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia karena fungsi nya sangat komplek. Sehingga banyak yang mengalami gangguan musculoskeletal didaerah lengan atau siku akibat aktivitas yang menggunakan tangan secara berlebihan. Salah satu masalah musculoskeletal yang dapat terjadi adalah Tennis Elbow. Tennis Elbow (lateral epicondylitis) berlebihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ultra sound dan manual terapi terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan kekuatan otot pada kasus tennis elbow di RSUD Pariaman tahun 2016 Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian adalah seluruh pasien Tennis Elbow di RSUD Pariaman pada bulan Juli tahun 2016. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan sampel 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi intensitas nyeri dan kekuatan otot. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji Wilcoxon karena sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menujukkan bahwa rata-rata nyeri gerak sebelum intervensi 6,3 dan sesudah intervensi 3.9 dengan p value = 0,005 (p=0,00) dan kekuatan otot sebelum intervensi 2,9 dan sesudah intervensi 4,4 dengan p value = 0,004 (p<0,00). Dapat disimpulkan adanya pengaruh intervensi ultra sound dan manual terapi terhadap pengurangan nyeri dan peningkatan kekuatan otot pada kasus tennis elbow. Untuk itu diharapkan pasien dengan keluhan nyeri akibat tennis elbow untuk dapat selalu aktif dan disiplin mengikuti program terapi yang efektif dalam menurunkan nyeri dan peningkatan kekuatan otot, khususnya pelaksanaan terapi dengan modalita sultra sound dan manual terapi. Abstract (EN): Humans in their daily life can not be separated from activities involving the hands, either in activities or work. Hand is a member of the gestures are very important in everyday life altivitas humans because its function is very complex. So many musculoskeletal disorders arm or elbow area as a result of activities that use excessive hand. One of the musculoskeletal problems that can occur is Tennis Elbow. Tennis Elbow (lateral epicondylitis) redundant.The aim of research to determine the effect of ultrasound and manual therapy on pain reduction and increased muscle strength in the case of tennis elbow in Pariaman Public Hospital 2016. The research is a Quasi- experimental design with pre and post test.populasi in the study were all patients Tennis Elbow in Pariaman Public Hospital in July 2016. Sampling using purposive sampling with a sample of 10 people . Data collection research using observation sheets pain intensity and muscle strength . The data were analyzed using of non parametric Wilcoxon test if the data distribution is not normal. The results showed that the average intervention tenderness before the intervention and after intervention pre 6.3 and post 3.9 with p value = 0.005 ( p = 0.00) and muscle strength before the intervention and after intervensi pre 2.9 and post 4.4 with p value = 0.004 ( p < 0.00) . It can be concluded the influence of ultra sound and manual intervention therapy on pain reduction and increased muscle strength in the case of tennis elbow . For that is expected of patients with complaints of pain due to tennis elbow can be always active and disciplined therapy program that is effective in reducing pain and increase muscle strength , particularly the implementation modalities of therapy with ultrasound and manual therapy .

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Resisted Active Movement Dan Massage Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada  Kasus Rheumatoid Arthritis Wrist Di Rs Achmad Muchtar Bukittinggi 2016
Pengaruh Pemberian Resisted Active Movement Dan Massage Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Kasus Rheumatoid Arthritis Wrist Di Rs Achmad Muchtar Bukittinggi 2016

Oktavianis, Syarif Hidayat, Yenri Enrida · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Rheumatoid Arthritis adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian secara simetris mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Resisted Active Movement dan Massage terhadap peningkatan kekuatan otot pada kasus Rheumatoid Arthritis Wrist di RSUD Dr Achmad Muchtar Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest Postest untuk melihat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian intervensi resisted active movement dan massage terhadap peningkatan kekuatan otot yang dilakukan pada 5 responden pada bulan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan otot fleksi sebelum diterapi yaitu 2,20 sesudah diterapi menjadi 4,80, kekuatan otot ekstensi sebelum diterapi 2,40 menjadi 4,80, kekuatan otot ulnar deviasi sebelum diterapi 2,20 menjadi 4,80, dan kekuatan otot radial deviasi sebelum diterapi yaitu 2,20 menjadi 4,60. Dengan menggunakan uji wilcoxon perlakuan didapatkan hasil p-Value = 0,038 bila dibandingkan dengan α (0,05) berarti ada pengaruh pemberian Resisted Active Movement dan Massage terhadap peningkatan kekuatan otot pada kasus Rheumatoid Arthritis Wrist di RS Achmad Muchtar Bukittinggi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi Resisted Active Movement dan Massage dapat meningkatkan kekuatan otot pada penderita Rheumatoid Arthritis Wrist. Untuk itu diharapkan kepada pihak instansi rumah sakit dan institusi pendidikan meningkatkan pemberian terapi resisted active movement dan massage, bagi responden dan keluarga agar rajin melakukan latihan yang telah diberikan dan sebagai motivasi, sedangkan untuk peneliti berikutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik-teknik dan modalitas fisiterapi yang efektif dalam meningkatkan kekuatan otot khususnya penderita Rheumatoid Arthritis Wrist. Abstract (EN): Rheumatoid Arthritis is an autoimmune disease in which the joints ( usually the joints of hands and feet ) are symmetrically inflamed , resulting in swelling , pain and often eventually lead to damage of the joints. The purpose of this study was to determine the effect of Resisted Active Movement and Massage to increase muscle strength in the case of Rheumatoid Arthritis in the Wrist Hospital Dr Achmad Muchtar Bukittinggi. This study uses Quasi Experiment with the design of One Group Pretest Posttest to see the effect before and after intervention active resisted movement and massage to increase muscle strength were conducted in 5 respondents in April 2016. The results showed that the muscle strength of flexion before therapy ie 2.20 becomes 4.80 after therapy, muscle strength extension before treated 2.40 becomes 4.80, muscular strength ulnar deviation of 2.20 to 4.80 before the therapy, and muscle strength radial deviation before treated is 2.20 to 4.60. By using the Wilcoxon test treatment showed p-Value = 0.038 when compared with α (0.05) means that there is the effect of giving Resisted Active Movement and Massage to increase muscle strength in the case of Rheumatoid Arthritis Wrist in RS Achmad Muchtar Bukittinggi. So it can be concluded that the administration of the intervention Resisted Active Movement and Massage can improve muscle strength in patients with Rheumatoid Arthritis Wrist. For it is expected that the institution of hospitals and educational institutions improve therapy has resisted active movement and massage, for the respondent and family so diligently doing exercises that have been granted and as motivation, while for subsequent researchers to be able to do more research on the techniques and fisiterapi modalities are effective in increasing muscle strength, especially patients with Rheumatoid Arthritis Wrist.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Terapi Latihan Terhadap  Fungsi Gerakan Lengan Dan Tangan pada Klien Pasca Stroke Di RSSN  Bukitinggi Tahun 2016
Pengaruh Pemberian Terapi Latihan Terhadap Fungsi Gerakan Lengan Dan Tangan pada Klien Pasca Stroke Di RSSN Bukitinggi Tahun 2016

Cici Apriza Yanti, Alya Eka Putri, Lazdia Wenny · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Stroke adalah gangguan fungsi syaraf yang disebabkan aliran darah dalam otak yang timbul secara mendadak dalam beberapa detik atau secara cepat dalam beberapa jam. Dengan gejala atau tanda-tanda sesuai dengan daerah darah yang terganggu.Dengan kata lain stroke merupakan manifestasi keadaan pembuluh darah serebal yang tidak sehat sehingga bisa disebut juga” serebral artery desease”. Cedera dapat disebabkan oleh pembekuan darah, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah, sumbatan dan penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. Semua ini menyebabkan kurangnya pasokan darah yang memadai. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Populasi dalam penelitian pasien pasca stroke yang berobat ke Unit fisioterapi di Instalasi Medik Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi tahun 2016 dengan jumlah sebanyak 990 setiap bulannya. Penderita yang mengalami kelumpuhan bagian gerak atas dan pasien pasca stroke setelah menjalani rawat inap dan selanjutnya menjalani rehabilitasi dan 1-6 poin penilaian pada skala katz, pasien pasca stroke Bersedia mengikuti program penelitian, Pada hari setelah serangan stroke dan akan melakukan rehabilitasi berupa terapi. Hasil penelitian yang data yang telah terkumpul kemudian akan dianalisis deskriptif menurut karakteristik subyek, kemudian untuk menguji hipotesis penelitian akan menggunakan uji statistic dengan uji non parametrik, wilcoxon. Hasil dari hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value0,003 untuk kemampuan gerak lengan dan tangan. Berdasarkan Hasil penelitian dapat ditimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi latihan untuk meningkatkan fungsi gerak lengan dan tangan pada pasien pasca stroke. Abstract (EN): Stroke is disorder of neurological function it’s caused of blood flow in the brain that occur suddenly in few seconds or quickly within few hour. With symptoms with the area disturbed. In other words, stroke is a manifestation of unhealthy cerebral blood vessel that can be called “artery cerebrealdesease”. The injury can be caused by blood clots, rupture and blockages of blodd vessel. All of this cause lack of blood supply. In RSSN Bukittinggi patient who come to Physioteraphy unit reach 990 visit each year. Population is all of research objek. Population of hthis research are all of patient who suffer post stroke who come to Physioteraphy unit in RSSNBukittinggi. Tha patient who get extremity disability especially post stroke after hospitalyzed then get rehability and get 1-6 point in katz scale. Patient who accept to be the respondents will do the rehability. The collected data of the result will be analyze descriptive based on carateristic subject, then to check the hypothesis will use statistic test non parametric T-test. The result of this research p-value0,003 for arm and wrist motion ability. Based on the research, can conclude that there are the effect of giving exercise therapy for for Decrease Who Suffer Post Stroke.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Ultra sound dan Resisted  Exercise pada penderita Carpal Tunnel Syndrome terhadap Kekuatan Otot  di RSUD SOLOK pada tahun 2016
Pengaruh Pemberian Ultra sound dan Resisted Exercise pada penderita Carpal Tunnel Syndrome terhadap Kekuatan Otot di RSUD SOLOK pada tahun 2016

Neila Sulung, Cici Apriza Yanti, Annisa Faridatul Hasanah · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kumpulan gejala akibat penekanan pada nervus medianus ketika melalui terowongan carpal (Carpal Tunnel) di pergelangan tanganPenderita carpal tunnel syndromedari tahun ke tahun terus meningkat, di USA 50 %, di Inggris 55,6 % dan di Indonesia hampir 15 % dari penduduk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh pemberian Ultra Sound dan resisted exercise pada penderita carpal tunnel syndrome terhadap kekuatan otot. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi–eksperimendengan desain “one group pre test and post test design”. Jumlah sampel peneliti 8 pasien carpal tunnel syndrome yang berada di RSUD Solok dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 8 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang MMT (manual muscletasting) yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis Uji T-test dependen, menunjukkan bahwa nilap p=0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh pemberian ultra sound dan resisted exerciseyang bermakna antara dua variabel. Adanya pengaruh pemberian Ultar Sound dan resisted exerciseterhadap kekuatan otot di RSUD Solok tahun 2016. Saran pada kasus ini sebaiknya untuk memperoleh hasil yang sempurna, fisioterapi hendaknya dapat membina kerja sama yang baik dangan pasien dan pihak medis serta perlu melakukan pemeriksaan dengan teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Carpal Tunnel Syndrome (CTS) is a collection of symptoms due to compression of the median nerve when through (carpal tunnel) . sufferers of carpal tunnel syndrome always increase year by year in the in USA 50%, UK 55.6% and in Indonesia almost 15% of the population.The goal of this research is to know the efect of giving Ultra Sound and resisted exercise for who suffer carpal tunnel syndrome foward muscle strength. This is a quasi experiment, one group pre tset post tset. Sample of this research is 8 patient in RSUD Solok. It is use purposive sampling to collect the sample. Based on these criteria was selected 8 patients who had met the inclusion criteria. The data is Collectedby observation through measuring before and after intervention. Analysis t-Tests dependent shows p = 0.000 (p <0.05) there are significant correlation between the two variables. There are significant correlation by giving Ultar Sound and resisted exercise toward muscle strength in RSUD Solok. Hope the next researcher can do further researcher to this case physiotherapy should be able to make good cooperation with patients and the medical to examine carefully, focused and systematic.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Short Wave Diathermy (SWD) dan Terapi Latihan William’s Flexion Exercise Terhadap Peningkatan Kemampuan Aktifitas Fungsional pada Pasien Low Back Pain (LBP) Akibat Spondylolisthesis di RSUD PROF. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 201
Pengaruh Pemberian Short Wave Diathermy (SWD) dan Terapi Latihan William’s Flexion Exercise Terhadap Peningkatan Kemampuan Aktifitas Fungsional pada Pasien Low Back Pain (LBP) Akibat Spondylolisthesis di RSUD PROF. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 201

Zuraida, Siti Munawarah, Zulfitri Nilam Sari · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan utama. Penyebabnya ada beberapa macam antara lain Spondylolisthesis. Banyak metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang sering terjadi pada spondylolisthesis. Metode yang digunakan antara lain SWD dan terapi latihan William’s Flexion Exercise. Pada Karya Tulis Ilmiah ini akan dijelaskan bagaimana peran fisioterapi dalam penatalaksanaan masalah pada kasus LBP akibat spondylolisthesis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi–eksperimen dengan desain “one group pre test and post test design”. Jumlah sampel terdiri dari 7 orang pasien Low Back Pain akibat Spondylolisthesis yang berada di rsud Prof. DR MA Hanafiah SM Batusangkar dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposive sampling. Berdasarkan kriteria tersebut terpilih 7 orang pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang kemampuan aktifitas fungsional yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis Uji T-test dependen, menunjukkan bahwa nilai p=0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dua variabel. Adanya pengaruh Short Wave Diathermy(SWD) dan William’s Flexion Exercise untuk meningkatkan kemampuan aktifitas fungsional pada kondisi Low Back Pain akibat spondylolisthesis. Saran untuk kondisi ini agar mendapatkan hasil yang sempurna adalah fisioterapis harus menjalin kerja sama yang baik dengan pasien dan petugas medis lainnya serta perlu melakukan pemeriksaan yang teliti, terarah dan sistematis. Abstract (EN): Low Back Pain (LBP) is a kind of pain which become the most common health problem. LBP is caused by many things such as spondylolisthesis. Many methods is implied to solve the problem which often happen in spondylolisthesis. The methods are SWD and William’s Flexion Exercise. In this paper will explain how the role of physiotherapist in the case of LBP caused spondylolisthesis. This research uses research methods Quasi - experimental design with " one group pre test and post test design " . Samples of this research are 7 patients with Low Back Pain caused spondylolisthesis who were in RSUD Prof. DR MA Hanafiah SM Batusangkar, with the technique of getting sample using sampling proposive . Based on the criteria was selected 7 patients who had the inclusion criteria. Collecting data using observation sheet of functional activity were measured before and after intervention. Analysis t-Test dependent, indicating that p value = 0.000 ( p < 0.05 ), which indicates there is a significant relationship between the two variables. There is an effect of the Short Wave Diathermy (SWD) and William’s Flexion Exercise to enhancement functional actifity at the Low Back Pain etcausa Spondylolisthesis condition. Suggestions in this condition to get the best result is the physiotherapist should be able to build good cooperation between patients and the medical side as well as the need to examine carefully, directed and systematic.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail
Cover Pengaruh Pemberian Core Stability Exercise dan Transcutaneus Electrik Nerve Stimulation (TENS) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Hernia Nucleus Pulposus di RST Padang 2016
Pengaruh Pemberian Core Stability Exercise dan Transcutaneus Electrik Nerve Stimulation (TENS) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Hernia Nucleus Pulposus di RST Padang 2016

Silvia, Ronal Lufitos, Puti Suciati · 2017 · Karya Tulis Ilmiah · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Pravelensi nyeri punggung bawah di dunia sebesar 15 – 14 % sedangkan insiden terjadi nyeri punggung bawah sekitar 10- 15 % ( Burfoff etal , 2003 ) Dan di RST Padang terdapat data yang mengalami nyeri punggung bawah semakin tahun semakin meningkat . pada tahun 2013 sebanyak 170 orang , tahun 2014 sebanyak 241 orang sedangkan pada tahun 2015 semakin meningkat sebanyak 744 orang , yang salah satunya adalah Hernia Nucleus Pulposus ( Nyeri punggung bawah ) Penelitian ini adalah quasi eksperiment , penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 juli sampai 6 Agustus 2016 dan populasi pada penelitian adalah seluruh Pasien Hernia Nucleus Pulposus di RST Padang Tahun 2016 pada bulan Juli 2016 yaitu 10 orang pasien . Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapat sampel sebanyak 10 orang. Dengan teknik Pengangambilan sample menggunakan purposive sampling . Alat yang digunakan untuk Mengukur nyeri adalah VAS ( Visual analogues scale ). Core Stability Exercise dan TENS serta menggunakan lembar observasi Dari uji statistik didapatkan nilai yang signifikan intervensi Core Stability Exercise dan TENS Terhadap penurunan nyeri , perbedaan rata – rata nyeri sebelum dan sesudah intervensi Core stability Exercise dan TENS adalah p value = 0,004. Dapat di simpulkan bahwa penatalaksanaan terapi dengan Core Stability Exercise dan TENS dapat mengurangi Nyeri pada pasien Hernia Nucleus Pulposus di RST Padang. Abstract (EN): The prevalence of low back pain in the world is estimated at 15-14%, while the incidence of lower back pain about 10- 15%(Burfoff etal , 2003) At RST Padang data are experiencing lower back pain increased more years. In the years in 2013 as many as 170 people . in 2014 as money 241 people and in 2015 more increasing as much 744 people , one of whom is Hernia Nucleus Pulposus ( Low back pain) Quasy experiment research that is, studies have been conductedon 25 july to 6 august and population was all patient with Hernia Nucleus pulposus on RST Padang years 2016 to moon july 2016 that is 10 patient people. Taking sample Using techniques accidental sampling so that be obtained sample 10 people with techniques taking sample use purposive sampling tools used to measure pain is VAS ( Visual analogues scale ). Core Stability Exercise and TENS . and using Observation sheet . From the statistical tests obtained significant value intervation intervensi Core Stability Exercise and TENS . against a decrease in pain difference Meanpain After and before intervention Core stability Exercise and TENS is p value = 0,004. It was concluded that implementation of therapy with Core Stability Exercise and TENS Can reduce pain in patient Hernia Nucleus Pulposus on RST Padang. Therefore be expected patient to come to the hospital.

Karya Tulis Ilmiah 2017
Detail