Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Ramuan Obat Tradisional Dayak Penurun Tekanan Darah
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Melysha Suci
Advisor:
Fitriani, Oryza Sativa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Suhu Pengeringan, Mutu Simplisia, Obat Tradisional Dayak, Standarisasi.
DOI:
-
Abstract :
Proses pengeringan merupakan tahap penting dalam pembuatan simplisia karena
dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif dan mutu simplisia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap mutu
simplisia ramuan obat tradisional Dayak penurun tekanan darah yang terdiri dari
daun meniran (Phyllanthus niruri L.), daun ceplukan (Physalis angulata L.), daun
kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan rimpang lempuyang emprit (Zingiber
zerumbet L.). Simplisia dikeringkan menggunakan oven pada suhu 45C, 50C, dan
60C, kemudian dilakukan uji standarisasi mutu berdasarkan parameter spesifik dan
nonspesifik sesuai Farmakope Herbal Indonesia (2017) dan BPOM (2019). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa semua suhu pengeringan menghasilkan simplisia
yang memenuhi syarat mutu. Suhu 50C dan 60C memberikan hasil optimal
ditinjau dari organoleptik, susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut, kadar abu,
kadar abu tidak larut asam, cemaran logam. Analisis ANOVA menunjukkan variasi
suhu berpengaruh signifikan terhadap beberapa parameter (p
dapat memengaruhi kandungan senyawa aktif dan mutu simplisia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan terhadap mutu
simplisia ramuan obat tradisional Dayak penurun tekanan darah yang terdiri dari
daun meniran (Phyllanthus niruri L.), daun ceplukan (Physalis angulata L.), daun
kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan rimpang lempuyang emprit (Zingiber
zerumbet L.). Simplisia dikeringkan menggunakan oven pada suhu 45C, 50C, dan
60C, kemudian dilakukan uji standarisasi mutu berdasarkan parameter spesifik dan
nonspesifik sesuai Farmakope Herbal Indonesia (2017) dan BPOM (2019). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa semua suhu pengeringan menghasilkan simplisia
yang memenuhi syarat mutu. Suhu 50C dan 60C memberikan hasil optimal
ditinjau dari organoleptik, susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut, kadar abu,
kadar abu tidak larut asam, cemaran logam. Analisis ANOVA menunjukkan variasi
suhu berpengaruh signifikan terhadap beberapa parameter (p