Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir(W.Hunter)Roxb) Dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Metode HRBC
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Arifah, Muthia
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Uncaria gambir, Metabolit Sekunder, HRBC, Antiinflamasi, IC50
DOI:
-
Abstract :
Daun gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb) diketahui mengandung katekin sebagai senyawa utama yang berpotensi
sebagai antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, antitumor, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
metabolit sekunder pada ekstrak dan fraksi daun gambir melalui skrining fitokimia dan LC-HRMS serta mengevaluasi
aktivitas antiinflamasi menggunakan metode stabilisasi membran HRBC (Human Red Blood Cell). Ekstraksi dilakukan
dengan maserasi menggunakan pelarut etanol dan air, sedangkan fraksinasi menggunakan etil asetat, n-heksana, dan air.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan fenol;
ekstrak air mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, dan terpenoid; fraksi n-heksana mengandung flavonoid, tanin,
steroid, dan fenol; fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenol; serta fraksi air
mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan fenol. Uji antiinflamasi menunjukkan nilai IC50 berturut-
turut: natrium diklofenak 470,54 ppm, ekstrak etanol 428,88 ppm, ekstrak air 418,54 ppm, fraksi n-heksana 473,71 ppm,
fraksi etil asetat 400,81 ppm, dan fraksi air 464,39 ppm. Fraksi etil asetat memiliki potensi terbaik dengan nilai IC50
terendah dibandingkan ekstrak maupun fraksi lainnya. Dengan demikian, daun gambir berpotensi dikembangkan sebagai
agen antiinflamasi alami.
sebagai antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, antitumor, dan antivirus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
metabolit sekunder pada ekstrak dan fraksi daun gambir melalui skrining fitokimia dan LC-HRMS serta mengevaluasi
aktivitas antiinflamasi menggunakan metode stabilisasi membran HRBC (Human Red Blood Cell). Ekstraksi dilakukan
dengan maserasi menggunakan pelarut etanol dan air, sedangkan fraksinasi menggunakan etil asetat, n-heksana, dan air.
Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak etanol mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan fenol;
ekstrak air mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, dan terpenoid; fraksi n-heksana mengandung flavonoid, tanin,
steroid, dan fenol; fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan fenol; serta fraksi air
mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan fenol. Uji antiinflamasi menunjukkan nilai IC50 berturut-
turut: natrium diklofenak 470,54 ppm, ekstrak etanol 428,88 ppm, ekstrak air 418,54 ppm, fraksi n-heksana 473,71 ppm,
fraksi etil asetat 400,81 ppm, dan fraksi air 464,39 ppm. Fraksi etil asetat memiliki potensi terbaik dengan nilai IC50
terendah dibandingkan ekstrak maupun fraksi lainnya. Dengan demikian, daun gambir berpotensi dikembangkan sebagai
agen antiinflamasi alami.