Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Perak Ekstrak Etanol dan Air Daun Gambir (Uncaria Gambir (W. Hunter) Roxb.) Terhadap Aktivitas Toksisitas Dengan Metode BSLT
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Salsabilla, Zevyngka Ghea
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BSLT, Daun Gambir, Nanopartikel Perak
DOI:
-
Abstract :
Nanoteknologi berperan penting dalam bidang farmasi, terutama dalam
pengembangan nanopartikel logam seperti nanopartikel perak (AgNPs)
yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Penelitian
ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi AgNPs
menggunakan ekstrak etanol dan air daun Gambir (Uncaria gambir (W.
Hunter) Roxb). sebagai agen bioreduktor alami serta mengevaluasi
aktivitas toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test
(BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi (etanol) dan infusa
(air), kemudian karakterisasi dilakukan menggunakan LC-HRMS dan
Particle Size Analyzer (PSA). Hasil menunjukkan bahwa AgNPs dari
ekstrak etanol memiliki ukuran partikel 177 nm, zeta potensial +22,08 mV,
dan PDI 0,227, menandakan kestabilan yang baik. Sedangkan ekstrak air
menghasilkan partikel 1.333 nm dengan kestabilan lebih rendah. Nilai
LC5 0 masing-masing adalah 4,964 g/mL (etanol) dan 8,44 g/mL (air),
menunjukkan aktivitas toksik kuat terutama pada ekstrak etanol.
pengembangan nanopartikel logam seperti nanopartikel perak (AgNPs)
yang memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Penelitian
ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi AgNPs
menggunakan ekstrak etanol dan air daun Gambir (Uncaria gambir (W.
Hunter) Roxb). sebagai agen bioreduktor alami serta mengevaluasi
aktivitas toksisitasnya menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test
(BSLT). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi (etanol) dan infusa
(air), kemudian karakterisasi dilakukan menggunakan LC-HRMS dan
Particle Size Analyzer (PSA). Hasil menunjukkan bahwa AgNPs dari
ekstrak etanol memiliki ukuran partikel 177 nm, zeta potensial +22,08 mV,
dan PDI 0,227, menandakan kestabilan yang baik. Sedangkan ekstrak air
menghasilkan partikel 1.333 nm dengan kestabilan lebih rendah. Nilai
LC5 0 masing-masing adalah 4,964 g/mL (etanol) dan 8,44 g/mL (air),
menunjukkan aktivitas toksik kuat terutama pada ekstrak etanol.