Uji Efektivitas Salep Ekstrak Etanol Batang Sereh Dapur (cymbopogon citratus) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus).
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Muharomah, Lathipa
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
-
DOI:
-
Abstract :
Sereh dapur (cymbopogon citratus) memiliki kandungan senyawa berupa alkaloid,
flavonoid, saponin dan tanin yang membantu dalam penyembuhan pada luka bakar
derajat II. Penelitian ini bertujuan. Untuk mengetahui apakah ekstrak batang sereh dapur
(cymbopogon citratus.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan salep sebagai obat
luka bakar dan untuk mengetahui apakah salep esktrak batang sereh dapur (cymbopogon
citratus) dapat memberikan efek penyembuhan pada luka bakar derajat II pada kulit
tikus putih jantan galur wistar (Rattus novegicus) dengan melihat persentase luas
penyembuhan luka bakar dan gambaran histologi.
Penelitian dilakukan dengan membuat luka bakar pada punggung tikus dengan
diameter 2cm dan kedalaman 1 mm. Pengolesan salep ekstrak batang sereh dapur
dilakukan satu kali sehari pada pagi hari selama 21 hari. Hewan uji berupa tikus putih
sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu : kontrol netral (tanpa
perlakuan), kontrol negatif (basis salep), kontrol positif (salep silver sulfadiazine plus),
salep ekstrak batang sereh dapur 10%, dan salep ekstrak batang sereh dapur 20%.
Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis yang menyatakan bahwa nilai
signifikasi p
flavonoid, saponin dan tanin yang membantu dalam penyembuhan pada luka bakar
derajat II. Penelitian ini bertujuan. Untuk mengetahui apakah ekstrak batang sereh dapur
(cymbopogon citratus.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan salep sebagai obat
luka bakar dan untuk mengetahui apakah salep esktrak batang sereh dapur (cymbopogon
citratus) dapat memberikan efek penyembuhan pada luka bakar derajat II pada kulit
tikus putih jantan galur wistar (Rattus novegicus) dengan melihat persentase luas
penyembuhan luka bakar dan gambaran histologi.
Penelitian dilakukan dengan membuat luka bakar pada punggung tikus dengan
diameter 2cm dan kedalaman 1 mm. Pengolesan salep ekstrak batang sereh dapur
dilakukan satu kali sehari pada pagi hari selama 21 hari. Hewan uji berupa tikus putih
sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu : kontrol netral (tanpa
perlakuan), kontrol negatif (basis salep), kontrol positif (salep silver sulfadiazine plus),
salep ekstrak batang sereh dapur 10%, dan salep ekstrak batang sereh dapur 20%.
Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis yang menyatakan bahwa nilai
signifikasi p