Uji Aktivitas Analgetik Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Gandasuli (Hedycium Coronarium J. Koening) Dan Rimpang Kunyit ( Curcuma Longa L.) Pada Mencit Jantan Putih
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ansusila, Wetri
Advisor:
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gandasuli, Kunyit, Analgetik, Kombinasi Ekstrak, Mus musculus, Writhing test
DOI:
-
Abstract :
Rimpang gandasuli (Hedychium coronarium J. Koenig) dan rimpang kunyit
(Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat tradisional yang dikenal memiliki
aktivitas farmakologis, salah satunya sebagai analgesik. Namun, bukti ilmiah
mengenai aktivitasdan potensi sinergis dari kombinasi kedua rimpang tersebut
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitasekstrak etanol
rimpang gandasuli dan rimpang kunyit, baik secara tunggal maupun kombinasi,
sebagai analgesik pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan
metode writhing test. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental
murni dengan rancangan acak lengkap, melibatkan enam kelompok perlakuan:
kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (asam asetat), pembanding (aspirin),
ekstrak rimpang gandasuli, ekstrak rimpang kunyit, dan kombinasi keduanya.
Induksi nyeri dilakukan dengan injeksi asam asetat 1% secara intraperitoneal, dan
respon nyeri diamati melalui jumlah geliat yang muncul selama 30 menit. Hasil
menunjukkan bahwa ekstrak rimpang gandasuli memiliki aktivitasanalgetik
sebesar 55,90%, rimpang kunyit sebesar 4,01%, dan kombinasi ekstrak keduanya
memberikan aktivitaspaling tinggi yaitu 92,10%, mendekati efek aspirin (100%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa baik ekstrak rimpang
gandasuli maupun kunyit memiliki aktivitas analgetik, namun penggunaan
kombinasi keduanya menunjukkan efek sinergis yang jauh lebih signifikan dalam
menurunkan respon nyeri. Kombinasi ini berpotensi dikembangkan sebagai
alternatif analgesik herbal yang efektif dan aman.
(Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat tradisional yang dikenal memiliki
aktivitas farmakologis, salah satunya sebagai analgesik. Namun, bukti ilmiah
mengenai aktivitasdan potensi sinergis dari kombinasi kedua rimpang tersebut
masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitasekstrak etanol
rimpang gandasuli dan rimpang kunyit, baik secara tunggal maupun kombinasi,
sebagai analgesik pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan
metode writhing test. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental
murni dengan rancangan acak lengkap, melibatkan enam kelompok perlakuan:
kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (asam asetat), pembanding (aspirin),
ekstrak rimpang gandasuli, ekstrak rimpang kunyit, dan kombinasi keduanya.
Induksi nyeri dilakukan dengan injeksi asam asetat 1% secara intraperitoneal, dan
respon nyeri diamati melalui jumlah geliat yang muncul selama 30 menit. Hasil
menunjukkan bahwa ekstrak rimpang gandasuli memiliki aktivitasanalgetik
sebesar 55,90%, rimpang kunyit sebesar 4,01%, dan kombinasi ekstrak keduanya
memberikan aktivitaspaling tinggi yaitu 92,10%, mendekati efek aspirin (100%).
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa baik ekstrak rimpang
gandasuli maupun kunyit memiliki aktivitas analgetik, namun penggunaan
kombinasi keduanya menunjukkan efek sinergis yang jauh lebih signifikan dalam
menurunkan respon nyeri. Kombinasi ini berpotensi dikembangkan sebagai
alternatif analgesik herbal yang efektif dan aman.