Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ektrak Dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb) Dan Uji Aktivitas Antioksidan Metode H2O2.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Itdarmawati
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
uncaria gambir, antioksidan, H2O2, metabolit sekunder, lc-hrms
DOI:
-
Abstract :
Radikal bebas berkontribusi dalam pembentukan penyakit degeneratif seperti kanker.
Tanaman gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) diketahui mengandung senyawa
metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan
alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit
sekunder serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun gambir
menggunakan metode H2O2. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol dan air,
dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Identifikasi
senyawa dilakukan secara kualitatif melalui skrining fitokimia dan LC-HRMS,
sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode scavenging H2O2. Hasil
menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun gambir mengandung flavonoid, tanin,
triterpenoid, dan steroid. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi
berdasarkan persen inhibisi. Kesimpulannya, daun gambir memiliki potensi sebagai
sumber antioksidan alami yang berpeluang dikembangkan sebagai agen preventif
terhadap penyakit akibat stres oksidatif, termasuk kanker.
Tanaman gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) diketahui mengandung senyawa
metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan
alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit
sekunder serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun gambir
menggunakan metode H2O2. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol dan air,
dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Identifikasi
senyawa dilakukan secara kualitatif melalui skrining fitokimia dan LC-HRMS,
sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode scavenging H2O2. Hasil
menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun gambir mengandung flavonoid, tanin,
triterpenoid, dan steroid. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi
berdasarkan persen inhibisi. Kesimpulannya, daun gambir memiliki potensi sebagai
sumber antioksidan alami yang berpeluang dikembangkan sebagai agen preventif
terhadap penyakit akibat stres oksidatif, termasuk kanker.