Pengaruh Pemberian Fraksi Air Daun Bacang (Mangifera foetida L) terhadap Kadar Sel NK pada Tikus sebagai Imunomodulator
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Wulandari, Wenti
Advisor:
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Mangifera foetida L, fraksi air, sel NK, imunomodulator
DOI:
-
Abstract :
Sistem imun adalah sistem yang membentuk kemampuan tubuh untuk
melawan penyakit dengan menolak berbagai benda asing yang masuk ke tubuh.
Salah satu komponen utamanya adalah sel Natural Killer (NK) yang berfungsi
membunuh sel yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
fraksi air dari daun bacang (Mangifera foetida L) dalam meningkatkan kadar sel
NK. Metode penelitian adalah eksperimen dengan pretest posttest with control
group. Penelitian ini menggunakan 9 ekor tikus, yang dibagi menjadi tiga kelompok
yaitu kontrol, perlakuan dan pembanding. Kadar sel NK dianalisis menggunakan
ELISA dari serum darah yang diambil secara plexus retroorbitalis sebelum dan
sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol
mengalami peningkatan kadar sel NK dari 12,6 menjadi 13,1 ng/ml. Kelompok
perlakuan dari 11,9 menjadi 14,2 ng/ml. Sementara itu, dan kelompok stimuno dari
13,2 menjadi 22,8 ng/ml. Selanjutnya dilakukan uji simple paired T test. Hasilnya
pada kelompok kontrol dan perlakuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0,020 (p < 0,05) yang artinya ada pengaruh antara kelompok kontrol dan perlakuan,
sementara itu pada kelompok kontrol dan stimuno didapatkan nilai sig sebesar
0,000 (p
melawan penyakit dengan menolak berbagai benda asing yang masuk ke tubuh.
Salah satu komponen utamanya adalah sel Natural Killer (NK) yang berfungsi
membunuh sel yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
fraksi air dari daun bacang (Mangifera foetida L) dalam meningkatkan kadar sel
NK. Metode penelitian adalah eksperimen dengan pretest posttest with control
group. Penelitian ini menggunakan 9 ekor tikus, yang dibagi menjadi tiga kelompok
yaitu kontrol, perlakuan dan pembanding. Kadar sel NK dianalisis menggunakan
ELISA dari serum darah yang diambil secara plexus retroorbitalis sebelum dan
sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol
mengalami peningkatan kadar sel NK dari 12,6 menjadi 13,1 ng/ml. Kelompok
perlakuan dari 11,9 menjadi 14,2 ng/ml. Sementara itu, dan kelompok stimuno dari
13,2 menjadi 22,8 ng/ml. Selanjutnya dilakukan uji simple paired T test. Hasilnya
pada kelompok kontrol dan perlakuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar
0,020 (p < 0,05) yang artinya ada pengaruh antara kelompok kontrol dan perlakuan,
sementara itu pada kelompok kontrol dan stimuno didapatkan nilai sig sebesar
0,000 (p