Pengaruh Ekstrak Daun Alpukat (persea americana Mill) Terhadap Parofil Darah Lengkap Pada Tikus Sebagai Imunomodulator.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Angellia, Vanny
Advisor:
Gusriyani, Sri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun alpukat, Persea americana, profil darah lengkap, imunomodulator, flavonoid.
DOI:
-
Abstract :
Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh yang kompleks dan
esensial dalam melawan berbagai antigen, termasuk virus dan bakteri. salah satu
dengan memanfaat daun alpukat (Persea americana Mill.) yang dikenal kaya akan
senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat potensi ekstrak daun alpukat sebagai imunomodulator, dengan menguji
pengaruh terhadap profil darah lengkap dan menentukan dosis yang paling efektif.
Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor tikus putih jantan (Rattus
norvegicus) di bagi empat kelompok yaitu kontrol, dan dosis 150 mg, 300 mg, dan
600 mg per hari selama 14 hari. Pengukuran parameter meliputi kadar hemoglobin,
hematokrit, eritrosit, limfosit, monosit, dan trombosit. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun alpukat dapar meningkatkan kadar
hematokrit, eritrosit, serta trombosit. Sebaliknya, ekstrak ini tidak menunjukkan
pengaruh terhadap kadar hemoglobin, limfosit dan monosit. Secara keseluruhan,
dosis ekstrak daun alpukat sebesar 150 mg/KgBB menunjukkan hasil yang paling
optimal dalam meningkatkan profil darah lengkap sebagai imunomodulator. Studi
ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun alpukat berpotensi sebagai bahan alami
untuk mendukung sistem imun,
esensial dalam melawan berbagai antigen, termasuk virus dan bakteri. salah satu
dengan memanfaat daun alpukat (Persea americana Mill.) yang dikenal kaya akan
senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat potensi ekstrak daun alpukat sebagai imunomodulator, dengan menguji
pengaruh terhadap profil darah lengkap dan menentukan dosis yang paling efektif.
Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor tikus putih jantan (Rattus
norvegicus) di bagi empat kelompok yaitu kontrol, dan dosis 150 mg, 300 mg, dan
600 mg per hari selama 14 hari. Pengukuran parameter meliputi kadar hemoglobin,
hematokrit, eritrosit, limfosit, monosit, dan trombosit. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun alpukat dapar meningkatkan kadar
hematokrit, eritrosit, serta trombosit. Sebaliknya, ekstrak ini tidak menunjukkan
pengaruh terhadap kadar hemoglobin, limfosit dan monosit. Secara keseluruhan,
dosis ekstrak daun alpukat sebesar 150 mg/KgBB menunjukkan hasil yang paling
optimal dalam meningkatkan profil darah lengkap sebagai imunomodulator. Studi
ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun alpukat berpotensi sebagai bahan alami
untuk mendukung sistem imun,