Uji Toksisitas Dan Uji Aktivitas Antikanker (MCF- 7) Dari Ekstrak Dan Fraksi Kayu Bajakah (Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth).
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Martias, Ildayani
Advisor:
Nanda
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Spatholobus ferrugineus, Toksisitas, Sitotoksik
DOI:
-
Abstract :
Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan prevalensi tertinggi pada wanita
di dunia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antikanker adalah kayu
bajakah Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth yang mengandung
berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas
toksisitas ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kayu bajakah terhadap larva Artemia
salina serta aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7. Uji toksisitas
dilakukan dengan metode BSLT dan uji aktivitas antikanker dilakukan secara in
vitro menggunakan metode WST-8. Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol dan
fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa aktif seperti alkaloid, tanin,
flavonoid, terpenoid, steroid dan saponin. Hasil uji kadar air dan kadar abu ekstrak
etanol berturut- turut didapatkan sebesar 10% dan 3,6%. Hasil uji toksisitas
menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan
fraksil etanol berturut-turut adalah 603 g/mL, 684 g/mL, 536 g/mL dan 606
g/mL. Berdasarkan analisis nilai LC50 semua ekstrak dan fraksi bersifat toksik.
Fraksi etil asetat memiliki nilai LC50 yang paling rendah sehingga dilanjutkan pada
uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Pada uji sitotoksik fraksi etil
asetat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan IC50 132 g/mL
dengan kategori sitotoksik moderat atau cukup aktif.
di dunia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antikanker adalah kayu
bajakah Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth yang mengandung
berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas
toksisitas ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kayu bajakah terhadap larva Artemia
salina serta aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7. Uji toksisitas
dilakukan dengan metode BSLT dan uji aktivitas antikanker dilakukan secara in
vitro menggunakan metode WST-8. Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol dan
fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa aktif seperti alkaloid, tanin,
flavonoid, terpenoid, steroid dan saponin. Hasil uji kadar air dan kadar abu ekstrak
etanol berturut- turut didapatkan sebesar 10% dan 3,6%. Hasil uji toksisitas
menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan
fraksil etanol berturut-turut adalah 603 g/mL, 684 g/mL, 536 g/mL dan 606
g/mL. Berdasarkan analisis nilai LC50 semua ekstrak dan fraksi bersifat toksik.
Fraksi etil asetat memiliki nilai LC50 yang paling rendah sehingga dilanjutkan pada
uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Pada uji sitotoksik fraksi etil
asetat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan IC50 132 g/mL
dengan kategori sitotoksik moderat atau cukup aktif.