Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada mencit Jantan Putih (Mus muculus) menggunakan Metode Writhing Test

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Syafna, Tiara Puspita
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun kelor, Moringa oleifera Lam., Analgetik, Writhing test, Mencit putih jantan.
DOI:
-
Abstract :
Nyeri merupakan suatu perasaan sensorik dan emosional yang tidak nyaman karena
akibat dari jaringan yang rusak secara aktual ataupun potensial dan merupakan
suatu tanda adanya gangguan-gangguan di dalam tubuh. Nyeri dapat ditangani
dengan analgetik yang merupakan suatu obat yang selektif dapat mengurangi rasa
sakit dengan bertindak pada sistem saraf pusat atau pada mekanisme nyeri perifer
serta tanpa menyebabkan perubahan kesadaran salah satunya adalah parasetamol.
Parasetamol sendiri mempunyai efek hepatotoksik. Analgesik yang berasal dari
herbal cenderung tidak menimbulkan efek samping, salah satu tanaman yang dapat
digunakan sebagai analgesik adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Penelitian
ini bertujuan mengevaluasi aktivitas analgetik ekstrak etanol daun kelor (Moringa
oleifera Lam.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode
writhing test. Hewan uji sebanyak 24 ekor dibagi menjadi enam kelompok, yaitu
kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (asam asetat 1%), pembanding
(paracetamol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun kelor dengan
dosis 28 mg/20 g BB, 56 mg/20 g BB, dan 112 mg/20 g BB. Parameter yang diamati
berupa penurunan jumlah geliat sebagai indikator aktivitas analgetik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki efek analgetik
dengan potensi yang meningkat seiring dosis (dose-dependent), di mana dosis 112
mg/20 g BB memberikan efek tertinggi dengan daya analgetik 36,4%, mendekati

aktivitas paracetamol sebesar 42,4%. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-
Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p
Download From Google Drive