Uji Karakterisasi Dan Aktivitas Antikanker Payudara (MCF-7) Dari Ekstrak Kulit Kau Bajakah Tempala (Spatholobus Littoralaris Hassk).

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Munandar, Haris
Advisor:
Nanda
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bajaka, Spatholobus Littoralis Hassk, Ekstrak Etanol, Toksisitas, Antikanker.
DOI:
-
Abstract :
Bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) merupakan salah satu tanaman obat
tradisional yang dipercaya memiliki khasiat dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kandungan fitokimia, toksisitas, serta aktivitas antikanker dari ekstrak etanol kulit kayu bajakah. Proses
ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya dilakukan uji fitokimia untuk mengidentifikasi metabolit sekunder, serta pengujian parameter nonspesifik berupa kadar air pada ekstrak kulit kayu
bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) sebesar 9,37%. Semakin rendah kadar air
dalam suatu sampel, maka kualitasnya akan semakin baik. Hal ini disebabkan
karena kadar air yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme, sehingga
meningkatkan risiko kontaminasi dan memperpendek masa simpan sampel
(Maryam et al., 2023). Dan kadar abu untuk mengetahui mutu ekstrak hasil kadar
abu ekstrak kulit kayu bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) yaitu sebesar 6,29%. Dari hasil yang di dapatkan bahwa ekstrak kulit kayu bajakah (Spatholobus
littoralis Hassk) memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia 2017 yaitu tidak
lebih dari 10%. Aktivitas toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp
Lethality Test (BSLT), sedangkan uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara
MCF-7 dilakukan dengan metode WST-8. Selain itu, analisis karakterisasi
kandungan ekstrak mengunakan LC-HRMS untuk mengidentifikasi senyawa
bioaktif dalam ekstrak. Uji BSLT menghasilkan nilai LC50 1244 g/mL yang
termasuk kategori tidak toksik. Hasil uji sitotoksik terhadap sel MCF-7 juga
menunjukkan nilai IC50 yang tergolong aktif 59,566 g/mL, menandakan adanya
kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Analisis LC- HRMS memperkuat hasil tersebut dengan teridentifikasinya senyawa bioaktif yang
berperan dalam aktivitas Antikanker Payudara MCF-7 diantaranya Formononetin, Isovanilic Acid, Betaine.
Download From Google Drive