Uji Toksisitas Akut Fraksi Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Serta Histopatologi Hepar Pada Mencit Putih Jantan.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Fauziah, Hana
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Biji mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq), Fraksi etanol,
Toksisitas akut, Histopatologi hepar.
DOI:
-
Abstract :
Biji mahoni merupakan tumbuhan yang telah digunakan sebagai obat. Uji
toksisitas pada tumbuhan dilakukan untuk mengetahui nilai keamanan obat.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan metode
Thomson dan Weil dan mengetahui efek toksik setelah pemberian fraksi biji
mahoni melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku, berat badan, berat
organ relatif, serta gambaran histopatologi hati pada mencit. Penelitian ini bersifat
eksperimental dengan menggunakan mencit putih jantan sebanyak 20 ekor yang
terbagi menjadi 5 kelompok. Pemberian fraksi biji mahoni secara oral, kemudian
diamati pada 30 menit, 4 jam, serta satu kali dalam 24 jam selama 14 hari. Hasil
penelitian pada dosis tertinggi 6048 mg/kgbb menunjukkan tidak ada kematian
hewan uji (LD50 >5000 mg/kg termasuk kategori tidak toksik). Hasil statistik
pada perubahan berat badan dan berat organ relatif mencit (hati, ginjal, paru-paru,
usus, lambung) didapatkan perbedaan secara signifikan (p0,05).
Berdasarkan histopatologi hepar pada mencit putih jantan, pada perlakuan dosis
1008 mg/kgbb dan dosis 6048 mg/kgbb memperlihatkan kerusakan sedang sampai
berat. Biji mahoni menunjukkan tanda toksisitas pada dosis 1008 mg/kgbb untuk
itu penggunaan fraksi biji mahoni sebaiknya dibawah dosis 1008 mg/kgbb.
toksisitas pada tumbuhan dilakukan untuk mengetahui nilai keamanan obat.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan metode
Thomson dan Weil dan mengetahui efek toksik setelah pemberian fraksi biji
mahoni melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku, berat badan, berat
organ relatif, serta gambaran histopatologi hati pada mencit. Penelitian ini bersifat
eksperimental dengan menggunakan mencit putih jantan sebanyak 20 ekor yang
terbagi menjadi 5 kelompok. Pemberian fraksi biji mahoni secara oral, kemudian
diamati pada 30 menit, 4 jam, serta satu kali dalam 24 jam selama 14 hari. Hasil
penelitian pada dosis tertinggi 6048 mg/kgbb menunjukkan tidak ada kematian
hewan uji (LD50 >5000 mg/kg termasuk kategori tidak toksik). Hasil statistik
pada perubahan berat badan dan berat organ relatif mencit (hati, ginjal, paru-paru,
usus, lambung) didapatkan perbedaan secara signifikan (p0,05).
Berdasarkan histopatologi hepar pada mencit putih jantan, pada perlakuan dosis
1008 mg/kgbb dan dosis 6048 mg/kgbb memperlihatkan kerusakan sedang sampai
berat. Biji mahoni menunjukkan tanda toksisitas pada dosis 1008 mg/kgbb untuk
itu penggunaan fraksi biji mahoni sebaiknya dibawah dosis 1008 mg/kgbb.