Uji Toksisitas Akut Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) Dan Histopatologi Hati Pada Mencit Putih Galur Wistar

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Rhamadani, Sindi
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Bawang dayak, Eleutherine bulbosa, toksisitas akut, LD50 histopatologi hati, mencit wistar.
DOI:
-
Abstract :
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan tanaman obat
tradisional yang banyak digunakan masyarakat karena kandungan metabolit
sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang diketahui memiliki
berbagai aktivitas biologis, namun informasi mengenai keamanan penggunaannya
masih terbatas sehingga diperlukan penelitian toksisitas untuk memastikan dosis
aman penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD50 ekstrak
bawang dayak, rentang dosis toksik, serta pengaruhnya terhadap gambaran
histopatologi hati mencit putih jantan galur wistar. Uji toksisitas akut dilakukan
dengan mencit yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%) dan
kelompok perlakuan dengan dosis 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan
5000 mg/kgBB, kemudian diamati gejala klinis, mortalitas, serta kondisi
histopatologi hati menggunakan skoring kerusakan sel. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki LD50 < 5000 mg/kgBB
sehingga tidak termasuk kategori tidak toksik, dengan hati masih normal pada dosis
rendah (5 mg/kgBB), mengalami kerusakan minimal pada dosis 50 mg/kgBB,
kerusakan sedang pada dosis 300 mg/kgBB berupa degenerasi dan nekrosis, serta
kerusakan berat pada dosis 5000 mg/kgBB berupa degenerasi luas, nekrosis, dan
infiltrasi sel radang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang
dayak memiliki potensi toksik pada dosis tinggi dan berpengaruh terhadap
histopatologi hati mencit, sehingga penggunaannya sebagai obat herbal perlu
memperhatikan batas dosis aman agar tidak menimbulkan efek toksik.
Download From Google Drive