Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) dan Uji Aktivitas Antioksidan Metode ABTS.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Salsabila, Fitri
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.), metabolit sekunder, lc-hrms, ekstrak, fraksi, antioksidan, ABTS
DOI:
-
Abstract :
Radikal bebas merupakan suatu senyawa mengandung molekul reaktif yang
mengikat elektron molekul disekitarnya dan berbahaya bagi tubuh. Salah satu tanaman
yang dapat menangkal radikal bebas adalah daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter)
Roxb.). Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi menggunakan
etnaol pa. dan perebusan dengan air, dan fraksinasi meggunakan pelarut n-heksan, etil
asetat, dan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit
sekunder dengan metode skrining fitokimia dan LC-HRMS, serta untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-
sulfonic acid) pada ekstrak dan fraksi daun gambir. Hasil uji skrining fitokimia dan
LC-HRMS dilakukan untuk menunjukkan adanya senyawa bioaktif seperti alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan
diperoleh nilai % inhbisi ekstrak etanol 8,04%, ekstrak air 5,8%, fraksi n-heksan
10,27%, fraksi etil asetat 7,14%, dan fraksi air 6,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa
ekstrak dan fraksi daun gambir berpotensi sebagai antioksidan.
mengikat elektron molekul disekitarnya dan berbahaya bagi tubuh. Salah satu tanaman
yang dapat menangkal radikal bebas adalah daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter)
Roxb.). Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi menggunakan
etnaol pa. dan perebusan dengan air, dan fraksinasi meggunakan pelarut n-heksan, etil
asetat, dan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit
sekunder dengan metode skrining fitokimia dan LC-HRMS, serta untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dengan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-
sulfonic acid) pada ekstrak dan fraksi daun gambir. Hasil uji skrining fitokimia dan
LC-HRMS dilakukan untuk menunjukkan adanya senyawa bioaktif seperti alkaloid,
flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid. Hasil uji aktivitas antioksidan
diperoleh nilai % inhbisi ekstrak etanol 8,04%, ekstrak air 5,8%, fraksi n-heksan
10,27%, fraksi etil asetat 7,14%, dan fraksi air 6,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa
ekstrak dan fraksi daun gambir berpotensi sebagai antioksidan.