Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) Dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Metode Denaturasi Protein

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Aroza, Sepia
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gambir, Ekstrak, Fraksi, LC-HRMS, Antiinflamasi, Denaturasi protein
DOI:
-
Abstract :
Infalamasi merupakan respons biologis terhadap cedera atau infeksi yang jika
tidak ditangani dapat berkembang menjaadi penyakit kronis seperti rheumatoid
arhritis. Penggunaan obat antiinflamasi sintetis seperti natrium diklofenak dapat
menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga diperlukan alternatif dari
bahan alam. Tanaman gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) diketahui kaya
akan senyawa metabolt sekunder, seperti katekin dan flavonoid, yang memiliki
potensi aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak dan fraksi daun gambir menggunakan
LC-HRMS serta menguji aktivitas antiinflamasi secara in vitro melalui metode
denaturasi protein. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan
etanol, kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air.
Hasil analisis menunjukkan keberadaan senyawa aktif seperti flavonoid dengan
senyawa dominan cianidanol, saponin dengan senyawa dominan gitogenin, tanin
dengan senyawa dominan gambiriin C , dan alkaloid dengan senyawa dominan
colchicine pada ekstrak dan fraksinya. Uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan
bahwa fraksi air 458,76g dan fraksi n-heksan 495,18 g/ml memiliki nilai IC50
yang lebih rendah dibandingkan kontrol positif natrium diklofenak 526,78 g/ml,
menandakan potensi sebagai agen antiinflamasi alami. Penelitian ini mendukung
pemanfaatan daun gambir sebagai kandidat bahan baku obat herbal antiinflamasi.
Download From Google Drive