Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack.) Pada Tikus Putih Galur Wistar

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Dewita, Selsi Septina
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kantong semar (Nepenthes ampullaria Jack.), ekstrak etanol, toksisitas subkronis, berat relatif organ, histopatologi hati, histopatologi ginjal.
DOI:
-
Abstract :
Penggunaan obat tradisional di Indonesia semakin meningkat karena dianggap lebih
aman, murah, dan mudah diperoleh, namun sebagian besar tanaman obat belum
memiliki data toksisitas yang memadai sehingga aspek keamanannya masih
diragukan. Salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan adalah kantong semar
(Nepenthes ampullaria Jack.), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif
seperti alkaloid, flavonoid, dan fenolik dengan potensi antioksidan, antiinflamasi,
dan antimikroba. Meski demikian, data mengenai keamanan penggunaan jangka
panjangnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas
subkronis ekstrak etanol kantong semar pada tikus putih galur Wistar, menentukan
rentang dosis toksik, serta menilai pengaruhnya terhadap histopatologi hati dan
ginjal. Penelitian eksperimental dilakukan dengan empat kelompok perlakuan,
yaitu kontrol, dosis 600 mg/kgBB, 800 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB. Parameter
yang diamati meliputi perilaku, berat relatif organ (hati, ginjal, paru-paru, lambung,
jantung, limpa, dan usus), serta gambaran histopatologi hati dan ginjal. Analisis data
menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek dosis-respons,
dengan gejala ringan berupa perubahan bulu dan gangguan tidur pada dosis rendah
hingga diare persisten, kelemahan tubuh, dan reaksi alergi pada dosis tinggi. Berat
relatif organ menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,05).
Histopatologi memperlihatkan kondisi normal pada dosis 600 mg/kgBB, sedangkan
degenerasi dan nekrosis ringan pada hati serta ginjal terjadi pada dosis 1000
mg/kgBB. Dengan demikian, ekstrak etanol kantong semar berpotensi
menimbulkan toksisitas subkronis pada dosis tinggi, sedangkan pada dosis rendah
relatif aman.
Download From Google Drive