Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Daun Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb) Dan Uji Aktivitas Uji Aktivitas Anti Bakteri Staphylococcus aureus.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Rosya, Farhan Dika Athoullah
Advisor:
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Uncaria gambir Roxb, metabolit sekunder, fraksinasi,
Staphylococcus aureus, antibakteri.
DOI:
-
Abstract :
Tanaman yang memiliki sifat antimikroba banyak ditemukan dalam
berbagai jenis, dan masing-masing jenis memiliki bahan bioaktif yang berbeda
yang memiliki sifat antimikroba yang kuat melawan patogen. Tanaman gambir
(Uncaria gambir Roxb.) Gambir merupakan produk utama yang dihasilkan dari
ekstraksi daun dan ranting tanaman Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb. Dua
komponen utama dalam ekstrak gambir adalah katekin dan asam katekutannat
yang keduanya memiliki nilai manfaat tinggi dalam dunia farmasi dan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder
dari fraksi daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) serta aktivitas antibakterinya
terhadap Staphylococcus aureus. Fraksi dilakukan dengan metode maserasi
menggunakan etanol, kemudian hasil ekstrak difraksinasi dengan pelarut n-
heksana, etil asetat dan air. Identifikasi kandungan metabolit sekunder dilakukan
melalui skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, sedangkan uji aktivitas
antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil skrining menunjukkan
bahwa daun gambir mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid.
Analisis LC-HRMS mengidentifikasi adanya katekin, quercetin dan turunannya
yang diketahui memiliki efek antibakteri. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa
semua fraksi memiliki aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus
dengan zona hambat 18,5025 mm (kategori kuat hingga sangat kuat). Fraksi etil
asetat menunjukkan aktivitas paling tinggi dengan zona hambat 2225 mm, fraksi
air 2123 mm, sedangkan fraksi n-heksan relatif lebih rendah 18,5020,84 mm.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun gambir
khususnya fraksi etil asetat, memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk
pengembangan gambir sebagai alternatif terapi herbal dalam mengatasi infeksi
bakteri serta mendukung upaya mengurangi resistensi antibiotik.
berbagai jenis, dan masing-masing jenis memiliki bahan bioaktif yang berbeda
yang memiliki sifat antimikroba yang kuat melawan patogen. Tanaman gambir
(Uncaria gambir Roxb.) Gambir merupakan produk utama yang dihasilkan dari
ekstraksi daun dan ranting tanaman Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb. Dua
komponen utama dalam ekstrak gambir adalah katekin dan asam katekutannat
yang keduanya memiliki nilai manfaat tinggi dalam dunia farmasi dan kesehatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder
dari fraksi daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) serta aktivitas antibakterinya
terhadap Staphylococcus aureus. Fraksi dilakukan dengan metode maserasi
menggunakan etanol, kemudian hasil ekstrak difraksinasi dengan pelarut n-
heksana, etil asetat dan air. Identifikasi kandungan metabolit sekunder dilakukan
melalui skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, sedangkan uji aktivitas
antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil skrining menunjukkan
bahwa daun gambir mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid.
Analisis LC-HRMS mengidentifikasi adanya katekin, quercetin dan turunannya
yang diketahui memiliki efek antibakteri. Uji antibakteri memperlihatkan bahwa
semua fraksi memiliki aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus
dengan zona hambat 18,5025 mm (kategori kuat hingga sangat kuat). Fraksi etil
asetat menunjukkan aktivitas paling tinggi dengan zona hambat 2225 mm, fraksi
air 2123 mm, sedangkan fraksi n-heksan relatif lebih rendah 18,5020,84 mm.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi daun gambir
khususnya fraksi etil asetat, memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk
pengembangan gambir sebagai alternatif terapi herbal dalam mengatasi infeksi
bakteri serta mendukung upaya mengurangi resistensi antibiotik.