Pembuatan Dan Evaluasi Krim Dari Ekstrak Metanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.).
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Eriya Amelia
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Formulasi, Krim, Mutu fisik, Daun kirinyuh
DOI:
-
Abstract :
Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) merupakan tanaman yang
mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
dan fenol. Saponin merupakan salah satu senyawa yang dapat merangsang
pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses
penyembuhan luka, serta mempunyai kemampuan sebagai pembersih, sehingga
efektif dalam penyembuhan luka terbuka, sedangkan tanin dan flavonoid mempunyai
aktivitas antiseptik dan antibakteri. Krim dipilih sebagai bentuk sediaan karena
memiliki kemampuan menyebar merata di kulit, mudah digunakan, serta memberikan
efek hidrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dari
sediaan krim ekstrak metanol daun kirinyuh yang diformulasikan dalam berbagai
variasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimental dengan menggunakan lima formula, yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1
(2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%), dan F4 (10%). Evaluasi sediaan meliputi uji
organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji stabilitas
menggunakan metode cycling test, dan uji stabilitas sentrifugasi. Semua sediaan baik
dalam pemeriksaan mutu fisik akan tetapi untuk pemeriksaan stabilitas uji cycling
test, sediaan yang mengandung ekstrak mengalami perubahan pigmen warna pada
suhu 40 C. Formula yang mempunyai mutu fisik yang paling baik adalah formula F4
dengan konsentrasi ekstrak 10%.
mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin,
dan fenol. Saponin merupakan salah satu senyawa yang dapat merangsang
pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses
penyembuhan luka, serta mempunyai kemampuan sebagai pembersih, sehingga
efektif dalam penyembuhan luka terbuka, sedangkan tanin dan flavonoid mempunyai
aktivitas antiseptik dan antibakteri. Krim dipilih sebagai bentuk sediaan karena
memiliki kemampuan menyebar merata di kulit, mudah digunakan, serta memberikan
efek hidrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dari
sediaan krim ekstrak metanol daun kirinyuh yang diformulasikan dalam berbagai
variasi konsentrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
eksperimental dengan menggunakan lima formula, yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1
(2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%), dan F4 (10%). Evaluasi sediaan meliputi uji
organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji stabilitas
menggunakan metode cycling test, dan uji stabilitas sentrifugasi. Semua sediaan baik
dalam pemeriksaan mutu fisik akan tetapi untuk pemeriksaan stabilitas uji cycling
test, sediaan yang mengandung ekstrak mengalami perubahan pigmen warna pada
suhu 40 C. Formula yang mempunyai mutu fisik yang paling baik adalah formula F4
dengan konsentrasi ekstrak 10%.