Uji Kapasitas Antioksidan Fraksi Air Terhidrolisis HCL Ekstrak Etanol Beras Hitam (Oryza sativa L indica) dengan Metode FRAP
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Anada, Resty Dwi
Advisor:
Yesti, Yulia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Beras hitam, fraksi air, hidrolisis HCl, antioksidan, FRAP
DOI:
-
Abstract :
Radikal bebas adalah molekul reaktif yang dapat merusak lipid, protein, dan
DNA sehingga menimbulkan stres oksidatif serta berkontribusi pada penyakit
degeneratif, termasuk kanker, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Beras hitam
(Oryza sativa L. indica) merupakan sumber alami senyawa bioaktif, seperti fenolik,
flavonoid, dan antosianin, yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian
eksperimen dengan analisis kuantitatif ini bertujuan mengetahui kapasitas
antioksidan fraksi air hasil hidrolisis HCl dari ekstrak etanol 70% beras hitam
menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) dan
membandingkannya dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Penelitian ini
dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock Bukittinggi.
Sampel beras hitam diperoleh dari Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Ekstraksi
dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan
fraksinasi cair- cair, kemudian hidrolisis HCl untuk memutus ikatan glikosidik
sehingga menghasilkan aglikon yang lebih aktif. Hasil penelitian menunjukkan
fraksi air terhidrolisis HCl memiliki kapasitas reduksi rata-rata 3,43 2,24 g
ekuivalen FeSO4/100 g ekstrak, meningkat menjadi 6,39 mg ekuivalen FeSO4/100
g pada konsentrasi 100 ppm. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan vitamin
C (806,22 320,6 g ekuivalen FeSO4/100 g). Meskipun demikian, hidrolisis
terbukti meningkatkan kapasitas antioksidan fraksi air beras hitam. Dengan
demikian, beras hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami
untuk pencegahan penyakit degeneratif.
DNA sehingga menimbulkan stres oksidatif serta berkontribusi pada penyakit
degeneratif, termasuk kanker, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Beras hitam
(Oryza sativa L. indica) merupakan sumber alami senyawa bioaktif, seperti fenolik,
flavonoid, dan antosianin, yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian
eksperimen dengan analisis kuantitatif ini bertujuan mengetahui kapasitas
antioksidan fraksi air hasil hidrolisis HCl dari ekstrak etanol 70% beras hitam
menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) dan
membandingkannya dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Penelitian ini
dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock Bukittinggi.
Sampel beras hitam diperoleh dari Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Ekstraksi
dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan
fraksinasi cair- cair, kemudian hidrolisis HCl untuk memutus ikatan glikosidik
sehingga menghasilkan aglikon yang lebih aktif. Hasil penelitian menunjukkan
fraksi air terhidrolisis HCl memiliki kapasitas reduksi rata-rata 3,43 2,24 g
ekuivalen FeSO4/100 g ekstrak, meningkat menjadi 6,39 mg ekuivalen FeSO4/100
g pada konsentrasi 100 ppm. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan vitamin
C (806,22 320,6 g ekuivalen FeSO4/100 g). Meskipun demikian, hidrolisis
terbukti meningkatkan kapasitas antioksidan fraksi air beras hitam. Dengan
demikian, beras hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami
untuk pencegahan penyakit degeneratif.