Uji Efektivitas Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) terhadap Disfungsi Hati pada Tikus Jantan Putih (Galur wistar)
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Safitri, Regy Asnia
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kopi robusta, hepatoprotektor, SGPT, SGOT, histopatologi hati, SPSS.
DOI:
-
Abstract :
Disfungsi hati ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati seperti SGOT
(Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic
Pyruvate Transaminase) akibat kerusakan hepatosit. Kopi robusta (Coffea
canephora Pierre ex. A Froehner) mengandung senyawa bioaktif, termasuk asam
klorogenat, alkaloid, flavonoid, dan steroid yang berpotensi sebagai
hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak
etanol biji kopi robusta terhadap disfungsi hati pada tikus jantan putih (Galur
wistar) yang diinduksi CCl4 . Metode penelitian menggunakan rancangan
eksperimental dengan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na CMC),
kontrol positif (CCl4 ), kontrol pembanding (Vitamin E), serta perlakuan ekstrak
biji kopi robusta dengan dosis berbeda. Parameter yang diamati meliputi kadar
SGPT dan SGOT, serta gambaran histopatologi hati. Data dianalisis
menggunakan uji kruskal wallis melalui SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ekstrak biji kopi robusta menurunkan kadar SGPT dan SGOT secara
signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol positif. Analisis post hoc
memperlihatkan perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dosis 400
mg/kgBB dengan kelompok kontrol positif, dengan hasil mendekati kontrol
negatif dan setara dengan vitamin E. Gambaran histopatologi hati menunjukkan
perbaikan berupa berkurangnya degenerasi, nekrosis, pelebaran vena sentralis,
serta infiltrasi sel radang. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol biji kopi
robusta efektif memperbaiki disfungsi hati dengan efek hepatoprotektif yang
signifikan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi herbal
untuk gangguan hati.
(Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic
Pyruvate Transaminase) akibat kerusakan hepatosit. Kopi robusta (Coffea
canephora Pierre ex. A Froehner) mengandung senyawa bioaktif, termasuk asam
klorogenat, alkaloid, flavonoid, dan steroid yang berpotensi sebagai
hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak
etanol biji kopi robusta terhadap disfungsi hati pada tikus jantan putih (Galur
wistar) yang diinduksi CCl4 . Metode penelitian menggunakan rancangan
eksperimental dengan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na CMC),
kontrol positif (CCl4 ), kontrol pembanding (Vitamin E), serta perlakuan ekstrak
biji kopi robusta dengan dosis berbeda. Parameter yang diamati meliputi kadar
SGPT dan SGOT, serta gambaran histopatologi hati. Data dianalisis
menggunakan uji kruskal wallis melalui SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ekstrak biji kopi robusta menurunkan kadar SGPT dan SGOT secara
signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol positif. Analisis post hoc
memperlihatkan perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dosis 400
mg/kgBB dengan kelompok kontrol positif, dengan hasil mendekati kontrol
negatif dan setara dengan vitamin E. Gambaran histopatologi hati menunjukkan
perbaikan berupa berkurangnya degenerasi, nekrosis, pelebaran vena sentralis,
serta infiltrasi sel radang. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol biji kopi
robusta efektif memperbaiki disfungsi hati dengan efek hepatoprotektif yang
signifikan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi herbal
untuk gangguan hati.