Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Pelarut Non Polar Daun Inggu (Ruta graveolens L.) Pada Sel Kanker Payudara Mcf-7.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Gusti, Delvera
Advisor:
Putra, Billy Harnaldo
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Ruta graveolens L., BSLT, MCF-7, Pelarut Non polar
DOI:
-
Abstract :
Daun inggu (Ruta graveolens L.) dari famili Rutaceae mengandung senyawa aktif
seperti kumarin, alkaloid, minyak atsiri, flavonoid, dan furokuinolin yang
berpotensi sebagai agen antikanker alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi
toksisitas dan aktivitas sitotoksik ekstrak non polar daun inggu terhadap sel
kanker payudara MCF-7, serta menentukan pelarut terbaik. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan
diklorometana. Uji toksisitas dilakukan melalui Brine Shrimp Lethality Test
(BSLT) dengan larva Artemia salina untuk memperoleh nilai LC50, sedangkan uji
sitotoksik menggunakan metode MTT terhadap sel MCF-7. Hasil skrining
fitokimia menunjukkan semua ekstrak mengandung kumarin, alkaloid, flavonoid, dan steroid. Ekstrak kloroform memberikan rendemen tertinggi sebesar 24%, diikuti diklorometana 21,5%, dan n-heksan 17,5%. Nilai LC50 ekstrak kloroform
sebesar 10,94 g/mL (kategori sangat toksik), diikuti diklorometana 26,96 g/mL
dan n-heksan 27,39 g/mL (toksik sedang). Nilai IC50 kloroform adalah 6,63
g/mL (sitotoksik kuat), diklorometana 25,71 g/mL, dan n-heksan 27,23 g/mL. Dengan demikian, ekstrak kloroform menunjukkan potensi tertinggi sebagai
kandidat agen antikanker.
Download From Google Drive