Perbandingan Aktivitas Analgetik Infusa Dan Ekstrak Etanol Rimpang Gandasuli (Hedycium coronariun J.Koening) pada Mencit Putih Jantan (Mus muculus).
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Cahaya Aisyah Adilla
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Gandasuli, infusa, ekstrak etanol, analgetik, mencit putih
DOI:
-
Abstract :
Nyeri merupakan salah satu gejala klinis yang paling sering dikeluhkan dan
menjadi alasan utama pasien mencari pengobatan. Penggunaan obat analgetik
sintetis seperti NSAID diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping,
sehingga pengembangan alternatif dari bahan alam menjadi penting. Gandasuli
(Hedycium coronarium) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan potensial
sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas
analgetik infusa dan ekstrak etanol rimpang gandasuli pada mencit putih jantan
(Mus musculus). Penelitian menggunakan metode writhing test dengan induksi
asam asetat. Mencit dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, masing-masing
menerima kontrol negatif (Na-CMC 1%), infusa gandasuli dengan konsentrasi
7%, 14%, dan 28%, serta ekstrak etanol gandasuli dengan dosis 400, 800, dan
1200 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik infusa maupun ekstrak
etanol rimpang gandasuli memiliki aktivitas analgetik dengan penurunan jumlah
geliat mencit yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Dosis 1200 mg/KgBB
untuk ekstrak etanol dan konsentrasi 28% untuk infusa menunjukkan aktivitas
paling efektif. Kesimpulannya, rimpang gandasuli memiliki potensi sebagai
sumber analgetik alami, dengan ekstrak etanol menunjukkan efektivitas yang
lebih tinggi dibandingkan infusa pada dosis tertentu.
menjadi alasan utama pasien mencari pengobatan. Penggunaan obat analgetik
sintetis seperti NSAID diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping,
sehingga pengembangan alternatif dari bahan alam menjadi penting. Gandasuli
(Hedycium coronarium) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan potensial
sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas
analgetik infusa dan ekstrak etanol rimpang gandasuli pada mencit putih jantan
(Mus musculus). Penelitian menggunakan metode writhing test dengan induksi
asam asetat. Mencit dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, masing-masing
menerima kontrol negatif (Na-CMC 1%), infusa gandasuli dengan konsentrasi
7%, 14%, dan 28%, serta ekstrak etanol gandasuli dengan dosis 400, 800, dan
1200 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik infusa maupun ekstrak
etanol rimpang gandasuli memiliki aktivitas analgetik dengan penurunan jumlah
geliat mencit yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Dosis 1200 mg/KgBB
untuk ekstrak etanol dan konsentrasi 28% untuk infusa menunjukkan aktivitas
paling efektif. Kesimpulannya, rimpang gandasuli memiliki potensi sebagai
sumber analgetik alami, dengan ekstrak etanol menunjukkan efektivitas yang
lebih tinggi dibandingkan infusa pada dosis tertentu.