Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L) Sebagai Antiseptik Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ramadhan, Bintang
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L ), antiseptik, luka insisi
DOI:
-
Abstract :
Luka merupakan keruskan jaringan tubuh yang dapat terjadi akibat trauma fisik
maupun kimiawi. Salah satu bentuk penanganan luka adalah dengan penggunaan
antiseptik, namun pengunaan antiseptik sistesis seperti povidone iodine memiliki efek
samping seperti iritasi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman
dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun
kirinyuh (chromolaena odorata L) sebagai antiseptik pada luka insisi tikus putih
jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan
tikus putih jantan galur wistar sebanyak 18 ekor, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu
kelompok negatif, kelompok positif, kelompok ekstrak etanol daun kirinyuh
konsentrasi 10%, 25%, 50% dan kelompok pembanding (povidone iodine). Analisis
data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis dan uji Duncan.
Hasil menunjukan terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
Kelompok ekstrak daun kirinyuh dengan konsentrasi 50% menunjukan penyembuhan
luka palingan cepat dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Kesimpulannya
ekstrak etanol daun kirinyuh konsentrasi 50% efektif mempercepat penyembuhan
luka sayat pada tikus putih jantan galur wistar.
maupun kimiawi. Salah satu bentuk penanganan luka adalah dengan penggunaan
antiseptik, namun pengunaan antiseptik sistesis seperti povidone iodine memiliki efek
samping seperti iritasi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman
dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun
kirinyuh (chromolaena odorata L) sebagai antiseptik pada luka insisi tikus putih
jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan
tikus putih jantan galur wistar sebanyak 18 ekor, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu
kelompok negatif, kelompok positif, kelompok ekstrak etanol daun kirinyuh
konsentrasi 10%, 25%, 50% dan kelompok pembanding (povidone iodine). Analisis
data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis dan uji Duncan.
Hasil menunjukan terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
Kelompok ekstrak daun kirinyuh dengan konsentrasi 50% menunjukan penyembuhan
luka palingan cepat dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Kesimpulannya
ekstrak etanol daun kirinyuh konsentrasi 50% efektif mempercepat penyembuhan
luka sayat pada tikus putih jantan galur wistar.