Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2025
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
C, Putri
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Faktor-faktor Diabetes Melitus, keberhasilan terapi
DOI:
-
Abstract :
Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan
penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam
tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan
gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah
(hiperglikemia). Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada pengobatan,
tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas
fisik, tingkat stres, dukungan keluarga, serta tingkat kepatuhan minum obat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan
keberhasilan terapi pasien DM di Puskesmas Tigo Baleh pada tahun 2025. Jenis
Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik deskriptif dengan
pendekatan cross-sectional, melibatkan pasien DM yang berobat di Puskesmas Tigo
Baleh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam
medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil
penelitian pada 32 pasien diabetes mellitus menunjukkan bahwa 50% responden
berhasil mencapai keberhasilan terapi. Karakteristik mayoritas responden adalah
lansia, indeks massa tubuh normal, tekanan darah normal, pola makan cukup,
aktivitas fisik berat, serta dukungan keluarga baik. Analisis bivariat menemukan
bahwa kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan keberhasilan terapi
(p = 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan tekanan darah sebagai faktor
paling berpengaruh (p = 0,028; OR = 0,116), di mana pasien dengan tekanan darah
normal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam terapi dibandingkan
pasien dengan tekanan darah tinggi. Keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus
dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan terutama kondisi tekanan darah,
sehingga pengendalian hipertensi menjadi kunci penting dalam pencapaian terapi.
penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam
tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan
gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah
(hiperglikemia). Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada pengobatan,
tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas
fisik, tingkat stres, dukungan keluarga, serta tingkat kepatuhan minum obat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan
keberhasilan terapi pasien DM di Puskesmas Tigo Baleh pada tahun 2025. Jenis
Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik deskriptif dengan
pendekatan cross-sectional, melibatkan pasien DM yang berobat di Puskesmas Tigo
Baleh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam
medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil
penelitian pada 32 pasien diabetes mellitus menunjukkan bahwa 50% responden
berhasil mencapai keberhasilan terapi. Karakteristik mayoritas responden adalah
lansia, indeks massa tubuh normal, tekanan darah normal, pola makan cukup,
aktivitas fisik berat, serta dukungan keluarga baik. Analisis bivariat menemukan
bahwa kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan keberhasilan terapi
(p = 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan tekanan darah sebagai faktor
paling berpengaruh (p = 0,028; OR = 0,116), di mana pasien dengan tekanan darah
normal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam terapi dibandingkan
pasien dengan tekanan darah tinggi. Keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus
dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan terutama kondisi tekanan darah,
sehingga pengendalian hipertensi menjadi kunci penting dalam pencapaian terapi.