Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2024
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Annisa, Putri
Advisor:
Hasanah, Risqa
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Hipertensi, faktor-faktor yang mempengaruhi, keberhasilan terapi
DOI:
-
Abstract :
Hipertensi didefinisikan sebagai keadaan saat tekanan darah sistolik 140 mmHg
dan diastolik 90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi di
Puskesmas Tigo Baleh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif
analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 100 responden yang dipilih
secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak
adalah lansia (46-65 tahun) (65 %), perempuan (71 %) dan berpendidikan tinggi
(52 %). Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara merokok (p-value 0.018), pola makan (p-value 0.000 OR=
14.280), kepatuhan diet rendah garam (p-value 0.000 OR= 27.603), dan kepatuhan
minum obat (p-value 0.000) dengan keberhasilan terapi (p-value < 0.05). Faktor
umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh, kebiasaan minum
kopi, kontrasepsi hormonal, obat tradisional, stres, dan dukungan keluarga tidak
berhubungan signifikan. Analisis multivariat dengan uji logistik berganda
menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat adalah faktor yang paling
berpengaruh, dengan peluang 15,2 % kali lebih besar untuk berhasil dalam terapi
hipertensi (p-value = 0.031, Exp(B) = 0.152). Kesimpulannya, kepatuhan pada pola
makan, diet rendah garam dan minum obat sangat penting untuk keberhasilan
terapi hipertensi.
dan diastolik 90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi di
Puskesmas Tigo Baleh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif
analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 100 responden yang dipilih
secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak
adalah lansia (46-65 tahun) (65 %), perempuan (71 %) dan berpendidikan tinggi
(52 %). Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan
signifikan antara merokok (p-value 0.018), pola makan (p-value 0.000 OR=
14.280), kepatuhan diet rendah garam (p-value 0.000 OR= 27.603), dan kepatuhan
minum obat (p-value 0.000) dengan keberhasilan terapi (p-value < 0.05). Faktor
umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh, kebiasaan minum
kopi, kontrasepsi hormonal, obat tradisional, stres, dan dukungan keluarga tidak
berhubungan signifikan. Analisis multivariat dengan uji logistik berganda
menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat adalah faktor yang paling
berpengaruh, dengan peluang 15,2 % kali lebih besar untuk berhasil dalam terapi
hipertensi (p-value = 0.031, Exp(B) = 0.152). Kesimpulannya, kepatuhan pada pola
makan, diet rendah garam dan minum obat sangat penting untuk keberhasilan
terapi hipertensi.