Uji Aktivitas Toksisitas Nanopartikel Perak Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) Menggunakan Metode BSLT
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ningrum, Nur Hidayah Widia
Advisor:
Saputra, Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Uncaria gambir, nanopartikel perak, biosintesis, BSLT, toksisitas, antikanker
DOI:
-
Abstract :
Perkembangan nanoteknologi telah membawa nanopartikel perak (AgNPs), dengan
ukuran 1-100 nm, ke garis depan penelitian medis. AgNPs diketahui dapat
menyebabkan kematian sel kanker melalui stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan
untuk mensintesis dan mengkarakterisasi pembentukan nanopartikel perak fraksi n-
heksan, etil asetat dan air daun gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) dan
untuk mengevaluasi aktivitas toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina.
Fraksinasi dilakukan menggunakan metode cair-cair menggunakan pelarut n-heksan
p.a, etil asetat p.a dan air. Proses sintesis menggunakan metode biosintesis.
Karakterisasi menggunakan alat uji FTIR dan PSA, metode evaluasi dari kategori
tingkat toksisitas berdasarkan nilai LC50 menggunakan metode BSLT. Identifikasi
senyawa dilakukan melalui uji skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, yang
menunjukkan keberadaan berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid,
tannin, saponin, triterpenoid dan steroid. Fraksi etil asetat memiliki kandungan
flavonoid yang tinggi, termasuk katekin, kuersetin dan sianidanol. Hasil
menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki ukuran partikel terkecil (246 nm),
zeta potensial tertinggi (+24 mV), PDI (0,42). Vibrasi Ag-O khas AgNPs oksida
pada bilangan gelombang 432,03 dan % transmitansi 54,70 serta toksisitas tertinggi
terhadap larva Artemia salina (LC50=3,309 g/ml) dengan kategori sangat toksik,
diikuti fraksi n-heksan dan fraksi air.
ukuran 1-100 nm, ke garis depan penelitian medis. AgNPs diketahui dapat
menyebabkan kematian sel kanker melalui stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan
untuk mensintesis dan mengkarakterisasi pembentukan nanopartikel perak fraksi n-
heksan, etil asetat dan air daun gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) dan
untuk mengevaluasi aktivitas toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina.
Fraksinasi dilakukan menggunakan metode cair-cair menggunakan pelarut n-heksan
p.a, etil asetat p.a dan air. Proses sintesis menggunakan metode biosintesis.
Karakterisasi menggunakan alat uji FTIR dan PSA, metode evaluasi dari kategori
tingkat toksisitas berdasarkan nilai LC50 menggunakan metode BSLT. Identifikasi
senyawa dilakukan melalui uji skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, yang
menunjukkan keberadaan berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid,
tannin, saponin, triterpenoid dan steroid. Fraksi etil asetat memiliki kandungan
flavonoid yang tinggi, termasuk katekin, kuersetin dan sianidanol. Hasil
menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki ukuran partikel terkecil (246 nm),
zeta potensial tertinggi (+24 mV), PDI (0,42). Vibrasi Ag-O khas AgNPs oksida
pada bilangan gelombang 432,03 dan % transmitansi 54,70 serta toksisitas tertinggi
terhadap larva Artemia salina (LC50=3,309 g/ml) dengan kategori sangat toksik,
diikuti fraksi n-heksan dan fraksi air.