Uji Toksisitas Subkronis Oral Ekstrak Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del.) Pada Tikus Putih Galur Wistar

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sari, Novia Esti Purnama
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Daun afrika, Toksisitas subkronis, Histopatologi, Tikus Wistar
DOI:
-
Abstract :
Pengguna obat tradisional berbasis tanaman terus meningkat, namu sejak
aspek keamanan masih perlu diteliti lebih lanjut. Daun afrika (Vernonia
Amygdalina Del.) diketahui memiliki berbagai manfaat farmakologis seperti
antidiabetes, antihipertensi dan antikanker tetapi data mengenai toksisitasnya
masih terbatas. Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) merupakan tanaman
obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan tradisional, namun
aspek keamanannya masih terbatas diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi toksisitas subkronis oral ekstrak etanol daun Afrika pada tikus putih
galur Wistar selama 90 hari. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi
menggunakan etanol 70% dan diberikan secara oral pada tikus dengan variasi
dosis 600, 800, dan 1000 mg/kgBB, serta kelompok kontrol. Parameter yang
diamati meliputi gejala klinis toksisitas, perubahan berat badan, berat organ
relatif, serta gambaran histopatologi hati dan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberian ekstrak etanol daun Afrika pada dosis uji menimbulkan gejala
toksisitas ringan seperti diare, kelemahan, perubahan kondisi bulu, tremor, dan
sesak napas, terutama pada dosis 1000 mg/kgBB. Namun, tidak ditemukan
perbedaan bermakna pada berat badan maupun organ relatif antar kelompok
perlakuan. Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan jaringan hati dan ginjal
kelompok kontrol dan dosis rendah (600 mg/kgBB) dalam batas normal. Pada
dosis 800 mg/kgBB ditemukan perubahan minimal, sedangkan pada dosis 1000
mg/kgBB teramati kerusakan sedang berupa degenerasi hepatosit, pelebaran vena
sentralis, hemoragi, serta degenerasi sel ginjal. Kesimpulannya, ekstrak etanol
daun Afrika relatif aman dikonsumsi hingga dosis 800 mg/kgBB, namun pada
dosis 1000 mg/kgBB dapat menimbulkan kerusakan organ. Penelitian lebih lanjut
disarankan untuk menentukan dosis aman tanpa efek toksik (NOAEL) melalui uji
biokimia darah dan variasi dosis lebih rendah.
Download From Google Drive