Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Biji Kopi Robusta (coffea canephora) Dan Histopatologi Hepar Pada Mencit Putih Jantan
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Adha, Natasya Febrian
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
toksisitas akut, Coffea canephora, histopatologi hepar
DOI:
-
Abstract :
Biji kopi robusta (Coffea canephora.) digunakan sebagai alternatif dalam
mengobati penyakit karena memiliki efek sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan
antidiabetes hingga menurukan risiko kanker.Uji keamanan terhadap obat herbal
dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat biji kopi robusta (Coffea
canephora) berdasarkan jumlah kematian LD50 dengan metode Thomsone weil ,
batas keamanan dosis dan pengaruhnya terhadap histopatologi hepar pada mencit
putih jantan (Mus musculus). Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi ke dalam 5
kelompok diberikan fraksi etil asetat secara oral dengan dosis bertingkat sesuai
metode Thompson dan Weil, yaitu 0 (kontrol), 4 mg/kgBB, 40 mg/kgBB, 400
mg/kgBB, dan 4000 mg/kgBB. dilakukan selama 14 hari untuk mengamati gejala
klinis dan kematian. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya kematian pada
seluruh kelompok uji, sehingga nilai LD50 fraksi etil asetat biji kopi robusta 4000
mg/kgBB dan tergolong dalam kategori tidak toksik secara akut, pada perubahan
berat badan menunjukan hasil analisis >0,05 menunjukan tidak adanya perbedaan
signifikan antar kelompok perlakuan dan kontrol negatif.Namun, hasil analisis
histopatologi hati menunjukkan adanya kerusakan jaringan. Pada dosis 40
mg/kgBB ditemukan kerusakan minimal. Sedangkan pada dosis 400 mg/kgBB dan
dosis 4000 mg/kgBB ditemukan kerusakan hepar sedang hingga berat.dapat
disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bersifat tidak toksik secara akut namun,
konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.
mengobati penyakit karena memiliki efek sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan
antidiabetes hingga menurukan risiko kanker.Uji keamanan terhadap obat herbal
dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat biji kopi robusta (Coffea
canephora) berdasarkan jumlah kematian LD50 dengan metode Thomsone weil ,
batas keamanan dosis dan pengaruhnya terhadap histopatologi hepar pada mencit
putih jantan (Mus musculus). Sebanyak 25 ekor mencit jantan dibagi ke dalam 5
kelompok diberikan fraksi etil asetat secara oral dengan dosis bertingkat sesuai
metode Thompson dan Weil, yaitu 0 (kontrol), 4 mg/kgBB, 40 mg/kgBB, 400
mg/kgBB, dan 4000 mg/kgBB. dilakukan selama 14 hari untuk mengamati gejala
klinis dan kematian. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya kematian pada
seluruh kelompok uji, sehingga nilai LD50 fraksi etil asetat biji kopi robusta 4000
mg/kgBB dan tergolong dalam kategori tidak toksik secara akut, pada perubahan
berat badan menunjukan hasil analisis >0,05 menunjukan tidak adanya perbedaan
signifikan antar kelompok perlakuan dan kontrol negatif.Namun, hasil analisis
histopatologi hati menunjukkan adanya kerusakan jaringan. Pada dosis 40
mg/kgBB ditemukan kerusakan minimal. Sedangkan pada dosis 400 mg/kgBB dan
dosis 4000 mg/kgBB ditemukan kerusakan hepar sedang hingga berat.dapat
disimpulkan bahwa fraksi etil asetat bersifat tidak toksik secara akut namun,
konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.