Analisis kejadian Drug Related Problems (DRPs) terhadap keberhasilan terapi pasien gagal ginjal kronik dengan komorbid di rumah sakit Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2023.

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Lubis, Amanda
Advisor:
Nurhayati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
DRPs, Gagal Ginjal Kronik, Komorbid, keberhasilan Terapi
DOI:
-
Abstract :
Drug Related Problems (DRPs) dapat di defenisikan sebagai suatu kondisi terkait
dengan terapi obat yang secara potensial mengganggu hasil klinis kesehatan yang
diinginkan. Gagal ginjal Adalah gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan proses
penyaringan darah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini
mengakibatkan penumpukan limbah, cairan, dan elektrolit dalam tubuh. Gagal
ginjal bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau berkembang secara
bertahap (kronis). Kegagalan terapi adalah keadaan dimana tidak tercapainya efek
terapi yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DRPs
terhadap keberhasilan terapi gagal ginjal kronik pada pasien rawat jalan di RSAM
Bukittinggi tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan
desain analitik menggunakan uji chi-square. Data dikumpulkan melalui rekam
medis dan lembar resep. Populasi penelitian sebanyak 10.270 pasien, dengan
sampel 100 responden yang dipilih menggunakan metode simple random
sampling berdasarkan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar
responden berjenis kelamin laki-laki (51%), berusia lansia akhir (36%),
berpendidikan rendah (55%), dan bekerja (62%). Identifikasi DRPs menunjukkan
tidak ada indikasi yang tidak diobati (74%), tidak ada pemilihan obat yang tidak
tepat (84%), dosis subterapeutik (93%), tidak ada overdosis (87%), interaksi obat
(74%), serta tidak ada obat tanpa indikasi (85%). Keberhasilan terapi tercapai
pada 67% pasien. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan
bermakna antara, indikasi yang tidak di obati (p=0,175) pemilihan obat yang tidak
tepat (p=0,871), dosis subterapeutik (p=0,321), overdosis (p=0,250) maupun
interaksi obat (p=0,839) dengan keberhasilan terapi. Namun, terdapat hubungan
signifikan antara penggunaan obat tanpa indikasi dengan keberhasilan terapi
(p=0,746; OR=4,95).
Download From Google Drive