Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Metanol, N-Heksan dan Etil Asetatdaun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Terhadap Staphylococus Aureus.
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Alisya
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Chromolaena odorata, antibakteri, fraksinasi, Staphylococcus
aureus, zona hambat
DOI:
-
Abstract :
Infeksi oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah
kesehatan yang umum dan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik
konvensional, seperti klindamisin. Tanaman daun kerinyuh (Chromolaena odorata
L.) dikenal mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid,
saponin, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ektrak metanol dan fraksi
metanol, n-heksan, dan etil asetat daun kerinyuh terhadap pertumbuhan
Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, kemudian
dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Uji
aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan
konsentrasi 7,5%, 15%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
dan ketiga fraksi menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat
bervariasi. ekstrak metanol 30% menunjukkan zona hambat terbesar dengan rata-
rata 12,95 mm, sementara kontrol positif (klindamisin 0,6%) menghasilkan zona
hambat sebesar 29,05 mm. Berdasarkan kategori, aktivitas antibakteri ekstrak dan
fraksi daun kerinyuh termasuk dalam kategori sedang. Hasil skrining fitokimia
menunjukkan adanya senyawa aktif utama pada ekstrak metanol dan fraksi
metanol dan etil asetat yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini
membuktikan bahwa daun kerinyuh memiliki potensi sebagai sumber antibakteri
alami alternatif terhadap Staphylococcus aureus.
kesehatan yang umum dan dapat menyebabkan resistensi terhadap antibiotik
konvensional, seperti klindamisin. Tanaman daun kerinyuh (Chromolaena odorata
L.) dikenal mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid,
saponin, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ektrak metanol dan fraksi
metanol, n-heksan, dan etil asetat daun kerinyuh terhadap pertumbuhan
Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, kemudian
dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Uji
aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan
konsentrasi 7,5%, 15%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak
dan ketiga fraksi menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat
bervariasi. ekstrak metanol 30% menunjukkan zona hambat terbesar dengan rata-
rata 12,95 mm, sementara kontrol positif (klindamisin 0,6%) menghasilkan zona
hambat sebesar 29,05 mm. Berdasarkan kategori, aktivitas antibakteri ekstrak dan
fraksi daun kerinyuh termasuk dalam kategori sedang. Hasil skrining fitokimia
menunjukkan adanya senyawa aktif utama pada ekstrak metanol dan fraksi
metanol dan etil asetat yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini
membuktikan bahwa daun kerinyuh memiliki potensi sebagai sumber antibakteri
alami alternatif terhadap Staphylococcus aureus.