Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Dan Histopatologi Hepar Pada Mencit Putih Jantan
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Anchela, Nanda
Advisor:
Andika, Miming
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Toksisitas akut, Daun kelor, Histopatologi.
DOI:
-
Abstract :
Tanaman daun kelor seperti akar, batang, bunga, buah, biji, dan daunnya
dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit tertentu. Uji keamanan terhadap
obat herbal dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat dari daun kelor
(Moringa oleifera Lam.) dan dampaknya terhadap histopatologi hepar pada
mencit putih jantan (Mus Musculus). Metode yang digunakan adalah
eksperimental dengan desain in vivo. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi
lima kelompok, perlakuan dan diberikan fraksi etil asetat daun kelor secara oral
dengan dosis bertingkat sesuai metode Thomson dan Weil, yaitu 0 (control), 5 ,
50, 500, 5000 mg/kgbb. Pengamatan dilakukan terhadap gejala toksisitas,
perubahan berat badan, dan analisis histopatologi hepar setelah 14 hari perlakuan.
Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun kelor tidak menyebabkan
kematian pada semua dosis, sehingga nilai LD50 fraksi etil asetat daun kelor
diperkirakan lebih dari 5000 mg/kgbb dan kategori tidak toksik. Pemberian fraksi
ini berpengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan mencit , Hasil analisis
histopatologi hepar menunjukkan kerusakan minimal pada dosis tertinggi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun kelor tidak
menimbulkan kematian akut , konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan
kerusakan hati signifikan.
dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit tertentu. Uji keamanan terhadap
obat herbal dilakukan untuk mengetahui dosis aman untuk dikonsumsi Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas akut fraksi etil asetat dari daun kelor
(Moringa oleifera Lam.) dan dampaknya terhadap histopatologi hepar pada
mencit putih jantan (Mus Musculus). Metode yang digunakan adalah
eksperimental dengan desain in vivo. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi
lima kelompok, perlakuan dan diberikan fraksi etil asetat daun kelor secara oral
dengan dosis bertingkat sesuai metode Thomson dan Weil, yaitu 0 (control), 5 ,
50, 500, 5000 mg/kgbb. Pengamatan dilakukan terhadap gejala toksisitas,
perubahan berat badan, dan analisis histopatologi hepar setelah 14 hari perlakuan.
Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun kelor tidak menyebabkan
kematian pada semua dosis, sehingga nilai LD50 fraksi etil asetat daun kelor
diperkirakan lebih dari 5000 mg/kgbb dan kategori tidak toksik. Pemberian fraksi
ini berpengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan mencit , Hasil analisis
histopatologi hepar menunjukkan kerusakan minimal pada dosis tertinggi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun kelor tidak
menimbulkan kematian akut , konsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan
kerusakan hati signifikan.