Hubungan Pengetahuan,Sikap Dan Beban Tas Ransel Siswa Terhadap Kejadian Scoliosis Di SD Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi.
Categorie(s):
KTI
Author(s):
Jannah, Miftahul
Advisor:
Syah, Irhas
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Sikap, Beban tas ransel,Scoliosis
DOI:
-
Abstract :
Seiring berkembangnya dunia pendidikan, siswa dituntut untuk lebih aktif dalam
kegiatan belajar mengajar. Hal ini membuat siswa harus membawa banyak
perlengkapan seperti buku, alat tulis, bekal, dan perlengkapan lainnya setiap hari.
Akibatnya, tas menjadi sangat berat dan dapat meningkatkan risiko gangguan
tulang belakang seperti skoliosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kejadian scoliosis di SD Negeri
02 Percontohan Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan pada bulan Mei 2025, melibatkan
72 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat.
Hasil penelitian diperoleh 54,2% siswa memiliki pengetahuan rendah, 52,8%
memiliki sikap yang negatif, 51,4% membawa beban tas ransel yang tidak
beresiko, namun 87,5% kategori normal (tidak scoliosis). Terdapat hubungan
antara beban tas ransel (Pvalue =0,013) dengan kejadian scoliosis di SD Negeri 02
Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025. Tidak terdapat hubungan antara
pengetahuan (Pvalue =1,000) dan sikap (Pvalue =1,000) dengan kejadian scoliosis di
SD Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025.Disimpulkan bahwa
hanya variabel beban tas ransel berhubungan dengan kejadian scoliosis di SD
Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025. Oleh karena itu, disarankan
bagi siswa untuk mengurangi beban tas ransel yang dibawa ke sekolah. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi risiko beban berlebih yang diterima tulang belakang
serta menurunkan risiko scoliosis.
kegiatan belajar mengajar. Hal ini membuat siswa harus membawa banyak
perlengkapan seperti buku, alat tulis, bekal, dan perlengkapan lainnya setiap hari.
Akibatnya, tas menjadi sangat berat dan dapat meningkatkan risiko gangguan
tulang belakang seperti skoliosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan pengetahuan dan sikap siswa terhadap kejadian scoliosis di SD Negeri
02 Percontohan Kota Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain cross-sectional dan dilaksanakan pada bulan Mei 2025, melibatkan
72 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat.
Hasil penelitian diperoleh 54,2% siswa memiliki pengetahuan rendah, 52,8%
memiliki sikap yang negatif, 51,4% membawa beban tas ransel yang tidak
beresiko, namun 87,5% kategori normal (tidak scoliosis). Terdapat hubungan
antara beban tas ransel (Pvalue =0,013) dengan kejadian scoliosis di SD Negeri 02
Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025. Tidak terdapat hubungan antara
pengetahuan (Pvalue =1,000) dan sikap (Pvalue =1,000) dengan kejadian scoliosis di
SD Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025.Disimpulkan bahwa
hanya variabel beban tas ransel berhubungan dengan kejadian scoliosis di SD
Negeri 02 Percontohan Kota Bukittinggi Tahun 2025. Oleh karena itu, disarankan
bagi siswa untuk mengurangi beban tas ransel yang dibawa ke sekolah. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi risiko beban berlebih yang diterima tulang belakang
serta menurunkan risiko scoliosis.