Pengaruh Pemberian Ischemic Compression dan Stretching pada Kasus Myofascial pada Upper Trapezius di Pasar Aur Bukittinggi Tahun 2025.

Categorie(s):
   KTI
Author(s):
   Hadi, Luthfi El
Advisor:
Rovendra, Erit
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
ischemic compression, stretching, myofascial pain syndrome upper trapezius
DOI:
-
Abstract :
Myofascial Pain Syndrome (MPS) merupakan gangguan muskuloskeletal yang
umum, dengan prevalensi global 1471%, menyebabkan disabilitas signifikan, termasuk
33,6 juta kasus pada 2010. Di Indonesia, prevalensi MPS mencapai 4054%, terutama
pada otot upper trapezius, yang rentan terhadap aktivitas fisik berulang dan beban berat.
Pekerja porter di Pasar Aur, Bukittinggi, menghadapi risiko tinggi MPS akibat overuse
otot saat mengangkat dan membawa barang berat tanpa pemanasan atau peregangan yang
memadai. Observasi awal menunjukkan nyeri leher dominan pada area upper trapezius,
terutama akibat posisi beban yang tidak seimbang di pundak. Intervensi fisioterapi berupa
ischemic compression dan stretching telah terbukti efektif mengurangi nyeri,
meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki fungsi otot. Ischemic compression
memberikan tekanan langsung pada trigger point untuk mengurangi ketegangan dan
sensitivitas nyeri, sedangkan stretching mempertahankan kelenturan otot dan
memperbaiki postur, sehingga menurunkan risiko kekambuhan nyeri. Kombinasi kedua
teknik menunjukkan efek sinergis yang lebih optimal dibandingkan terapi tunggal.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi ischemic compression dan
stretching terhadap MPS pada otot upper trapezius porter di Pasar Aur, Bukittinggi. Hasil
diharapkan memberikan dasar ilmiah untuk intervensi fisioterapi yang efektif, sekaligus
menjadi acuan pengembangan program kesehatan kerja preventif bagi pekerja fisik.
Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya meringankan nyeri, tetapi juga mendukung
produktivitas dan kesehatan pekerja yang rentan terhadap gangguan muskuloskeletal.
Download From Google Drive