Pengaruh Pemberian Infrared dan Visual Cue Training Terhadap Kemampuan Berjalan Pasien Posstroke Nonhemoragic di Rumah Sakit Otak DR. Drs. Muhammad Hatta Bukittinggi Tahun 2025

Categorie(s):
   KTI
Author(s):
   Silvfa, Riva
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):

DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang : Stroke adalah kondisi dimana suplai darah ke otak terganggu, yang
mengakibatkan kekurangan oksigen, dan kerusakan otak. Stroke dapat disebabkan oleh
gumpalan di arteri yang memasok darah ke otak, keadaan ini yang dikenal sebagai
iskemia. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan berjalan pasien poststroke
nonhemoragic di Rumah Sakit Otak DR. Dra Muhammad Hatta Bukittinggi tahun 2025. Metode
Penelitian : Desain Penelilian ini adalah Quasi eksperimental dengan rancangan one group
pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada Desember tahun 2025 dengan frekuensi pemberian
sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Populasi dalam penelitian ini 10 orang Di
Rumah Sakit Otak DR. Dra. Muhammad Hatta Bukittinggi. Sampel penelitian sebanyak 10 orang
yang diteliti secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Dinamic Gait Index.
Analisa statis dilakukan iju T. Hasil penelitian : Rata rata kemampuan berjalan sebelum
pemberian intervensi adalah 20,80 dengan standard deviasi 0,789. Rata rata kemampuan berjalan
sesudah pemberian intervensi adalah 20,80 dengan nilai p = 0,025 (< 0,05) artinya terdapat
pengaruh terhadap kemampuan berjalan pasien postsrokenonhemoragic. Kesimpulan dan Saran :
Adanya pengaruh pemberian Infrared dan Visual cue Training terhadap kemampuan berjalan
pasien posstroke nonhemoragic di Rumah Sakit Otak Dr.Dra Muhammad Hatta Bukittinggi.
Peneliti selanjutnya dapat membandingkan efektivitas infrared dan visual cue training dengan
metode terapi lainnya untuk mengetahui kombinasi intervensi terbaik bagi pasien poststroke.
Download From Google Drive