Pengaruh Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills terhadap Nyeri Gerak pada Penderita Nyeri Bahu di Penjahit Konveksi Kecamatan Ampek Angkek Agam.
Categorie(s):
KTI
Author(s):
Hazima, Haura Fhadilla
Advisor:
Munawarah, Siti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Infra Red, Shoulder Mobility Drills, Nyeri Bahu, Penjahit, VAS
DOI:
-
Abstract :
Pekerjaan sebagai penjahit di industri konveksi
menuntut aktivitas berulang dan posisi statis dalam jangka waktu panjang, yang
berisiko tinggi menyebabkan nyeri bahu akibat gangguan muskuloskeletal.
Penanganan nyeri bahu secara fisioterapi dapat dilakukan dengan kombinasi
penggunaan modalitas Infra Red dan latihan Shoulder Mobility Drills. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan
Shoulder Mobility Drills terhadap nyeri gerak pada penderita nyeri bahu di
kalangan penjahit konveksi Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Metode
Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimen dengan rancangan one
group pre-test post-test. Sampel sebanyak 10 orang penjahit dipilih dengan teknik
purposive sampling dari populasi 38 orang. Intervensi diberikan 3 kali seminggu
selama 4 minggu. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue
Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank
Test. Hasil Penelitian: Rata-rata skor nyeri gerak sebelum intervensi lebih tinggi
dibandingkan setelah pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills. Hasil uji
statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan
pemberian kedua intervensi tersebut terhadap penurunan nyeri gerak.
Kesimpulan dan Saran: Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills
efektif menurunkan tingkat nyeri gerak pada penderita nyeri bahu. Intervensi ini
direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik fisioterapi pada pekerja sektor
konveksi yang mengalami keluhan serupa.
menuntut aktivitas berulang dan posisi statis dalam jangka waktu panjang, yang
berisiko tinggi menyebabkan nyeri bahu akibat gangguan muskuloskeletal.
Penanganan nyeri bahu secara fisioterapi dapat dilakukan dengan kombinasi
penggunaan modalitas Infra Red dan latihan Shoulder Mobility Drills. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan
Shoulder Mobility Drills terhadap nyeri gerak pada penderita nyeri bahu di
kalangan penjahit konveksi Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Metode
Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimen dengan rancangan one
group pre-test post-test. Sampel sebanyak 10 orang penjahit dipilih dengan teknik
purposive sampling dari populasi 38 orang. Intervensi diberikan 3 kali seminggu
selama 4 minggu. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue
Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank
Test. Hasil Penelitian: Rata-rata skor nyeri gerak sebelum intervensi lebih tinggi
dibandingkan setelah pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills. Hasil uji
statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan
pemberian kedua intervensi tersebut terhadap penurunan nyeri gerak.
Kesimpulan dan Saran: Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills
efektif menurunkan tingkat nyeri gerak pada penderita nyeri bahu. Intervensi ini
direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik fisioterapi pada pekerja sektor
konveksi yang mengalami keluhan serupa.