Pengaruh Senam Yoga Terhadap Koordinasi Sensomotorik Pada Anak Autisme Di SLB Autisma YPPA Bukittinggi Tahun 2025
Categorie(s):
KTI
Author(s):
Herdinata, Rasya
Advisor:
Utami, Rindu Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Senam Yoga, Koordinasi Sensomotorik, Autisme
DOI:
-
Abstract :
Autisme merupakan spektrum gangguan perkembangan otak yang memengaruhi
cara berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Berdasarkan data yang dirilis
oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) pada tahun 2022, jumlah
anak yang mengalami gangguan spektrum autisme di Indonesia mengalami
peningkatan, yaitu sebanyak 500 orang. Lalu berdasarkan data Dinas Pendidikan
Bukittinggi pada bulan Maret 2024 angka anak yang menderita autism sebanyak
158 siswa dengan 7 SLB. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam
yoga terhadap koordinasi sensomotorik pada anak autisme Di SLB Autisma YPPA
Bukittinggi Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian
quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive
sampling. Penelitian ini dilakukan pada awal Bulan Februari sampai akhir Februari
2025 dengan jumlah populasi 28 dan sampel 10 orang. Sample diberikan intervensi
selama 4 minggu sebanyak 12 kali perlakuan dengan 1 hari rest. Koordinasi
sensomotorik pada anak Autisme diukur dengan menggunakan MABC-2. Hasil
penelitian dari pemberian Senam Yoga pada pada anak Autisme menunjukkan
bahwa rata-rata koordinasi sensomotorik sebelum perlakuan adalah Mean = 11.50
dan standar deviasi 1.269, sedangkan rata-rata koordinasi sensomotorik sesudah
perlakuan adalah Mean 12.90 dan standar deviasi 1.449 dengan nilai P Value
sebesar 0,000 < (0.05) berarti adanya Pengaruh Pemberian Senam Yoga Terhadap
Koordinasi Sensomotorik Pada Anak Autisme di SLB Autisma YPPA Bukittinggi.
Saran bagi responden diharapkan selain sebagai sampel latihan yang membantu
penelitian ini responden juga dapat melakukan senam yoga ini secara mandiri
sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi sensomotorik.
cara berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Berdasarkan data yang dirilis
oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) pada tahun 2022, jumlah
anak yang mengalami gangguan spektrum autisme di Indonesia mengalami
peningkatan, yaitu sebanyak 500 orang. Lalu berdasarkan data Dinas Pendidikan
Bukittinggi pada bulan Maret 2024 angka anak yang menderita autism sebanyak
158 siswa dengan 7 SLB. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam
yoga terhadap koordinasi sensomotorik pada anak autisme Di SLB Autisma YPPA
Bukittinggi Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian
quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive
sampling. Penelitian ini dilakukan pada awal Bulan Februari sampai akhir Februari
2025 dengan jumlah populasi 28 dan sampel 10 orang. Sample diberikan intervensi
selama 4 minggu sebanyak 12 kali perlakuan dengan 1 hari rest. Koordinasi
sensomotorik pada anak Autisme diukur dengan menggunakan MABC-2. Hasil
penelitian dari pemberian Senam Yoga pada pada anak Autisme menunjukkan
bahwa rata-rata koordinasi sensomotorik sebelum perlakuan adalah Mean = 11.50
dan standar deviasi 1.269, sedangkan rata-rata koordinasi sensomotorik sesudah
perlakuan adalah Mean 12.90 dan standar deviasi 1.449 dengan nilai P Value
sebesar 0,000 < (0.05) berarti adanya Pengaruh Pemberian Senam Yoga Terhadap
Koordinasi Sensomotorik Pada Anak Autisme di SLB Autisma YPPA Bukittinggi.
Saran bagi responden diharapkan selain sebagai sampel latihan yang membantu
penelitian ini responden juga dapat melakukan senam yoga ini secara mandiri
sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi sensomotorik.