Pengaruh Infra Red dan Constrain Induced Movement Therapy (CIMT) untuk meningkatkan aktivitas fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke iskemik di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi Tahun 2025

Categorie(s):
   KTI
Author(s):
   Ranjani, Nesya Alvia
Advisor:
Hasnita, Evi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pasca Stroke Iskemik , Infra Red , Constraint Induced Movement Therapy , Aktivitas Fungsional Ekstremitas Atas
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang Stroke Iskemik merupakan kematian jaringan otak yang
disebabkan karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Infra Red yaitu
Infra red merupakan terapi hangat superfisial dengan panjang gelombang 750-
400.000 nm yang memberikan efek fisiologis dan efek terapeutik pada tubuh
sebagai peningkatan temperatur lokal, peningkatan aktivitas kelenjar keringat,
peningkatan metabolism, vasodilasi dan Pereda nyeri, releksasi otot dan
peningkatan suplai darah dan Constraint induced movement therapy (CIMT) yaitu
teknik latihan dengan pengekangan dan repetisi untuk meningkatkan penggunaan
ekstremitas atas yang paling terkena dampak dari stroke. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh Infra Red dan Constraint induced movement therapy
(CIMT) terhadap aktivitas fungsional ekstremitas atas pada pasien pasca stroke
non-hemoragik di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi. Metode
pengambilan sampel yaitu dengan Quota Sampling dengan jumlah populasi 336
orang dan sampel berjumlah 15 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan
ekslusi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen.
Sedangkan rancangan penelitiannya dengan membandingkan nilai pretest dan
posttest aktivitas fungsional ekstremitas atas sebelum diberikannya intervensi Infra
Red dan Constraint induced movement therapy (CIMT) dan sesudah diberikannya
intervensi Constraint induced movement therapy (CIMT). Sampel menjalani
perlakuan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu. Pengumpulan
data dilakukan dengan metode observasi dengan mengukur aktivitas fungsional
ekstremitas atas sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Pengolahan data
dilakukan dengan t-test dependent. Hasil penelitian berdasarkan uji i-test dependent
menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 (p
Download From Google Drive