Asuhan Keperawatan Keluarga Denganpendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.ITahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi 2025.
Categorie(s):
Kian
Author(s):
Hafizhah, Muna
Advisor:
Delftmawati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
nyeri rematik, terapi komplementer, kompres serai hangat.
DOI:
-
Abstract :
Rheumatoid Arthritis adalah penyakit kronis yang
menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak serta
fungsi dari banyak sendi Data dari World Health Organization (WHO) tahun
2020, prevalensi rheumatoid artritis di seluruh dunia mencapai angka 355 juta
jiwa pada tahun 2022. Berdasarkan data SKI diperoleh jumlah jumlah kasus
rematik berdasarkan profil Kesehatan Indonesia (2023) meningkat menjadi
23.711. Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa
penyakit pada sistem otot (rematik) menempati urutan ke-4 dari 10 penyakit
terbanyak yang dilaporkan dari keseluruhan Puskesmas. Berdasarkan data dari
UPTD Puskesmas Lasi pada tahun 2024 penyakit reumatik menempati urutan
kedua dari sepuluh penyakit terbanyak yang diderita dengan jumlah 2813 orang
penderita. Tujuan : diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis
komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres serai
hangat untuk mengurangi nyeri rematik. Metode : pengumpulan data
menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga Ny.I Hasil : Implementasi
dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari. sebelum
diberikan terapi didapatkan skla nyeri 7 dan setelah dilakukan terapi selama 3 hari
skala nyeri berkurang menjadi 3. Kesimpulan : Hal ini menunjukan adanya
pengaruh terapi kompres serai hangat terhhadap penurunan intensitas nyeri
remati, diharapkan klien dapat menerapkan intervensi komplementer kompres
serai hangat secara mandiri.
menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak serta
fungsi dari banyak sendi Data dari World Health Organization (WHO) tahun
2020, prevalensi rheumatoid artritis di seluruh dunia mencapai angka 355 juta
jiwa pada tahun 2022. Berdasarkan data SKI diperoleh jumlah jumlah kasus
rematik berdasarkan profil Kesehatan Indonesia (2023) meningkat menjadi
23.711. Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa
penyakit pada sistem otot (rematik) menempati urutan ke-4 dari 10 penyakit
terbanyak yang dilaporkan dari keseluruhan Puskesmas. Berdasarkan data dari
UPTD Puskesmas Lasi pada tahun 2024 penyakit reumatik menempati urutan
kedua dari sepuluh penyakit terbanyak yang diderita dengan jumlah 2813 orang
penderita. Tujuan : diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis
komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres serai
hangat untuk mengurangi nyeri rematik. Metode : pengumpulan data
menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga Ny.I Hasil : Implementasi
dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari. sebelum
diberikan terapi didapatkan skla nyeri 7 dan setelah dilakukan terapi selama 3 hari
skala nyeri berkurang menjadi 3. Kesimpulan : Hal ini menunjukan adanya
pengaruh terapi kompres serai hangat terhhadap penurunan intensitas nyeri
remati, diharapkan klien dapat menerapkan intervensi komplementer kompres
serai hangat secara mandiri.