Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. E Tahap Perkembangan Keluarga VII Di Kelurahan Bukit Surungan Kota Padang Panjang Tahun 2025.
Categorie(s):
Kian
Author(s):
Putri, Misi Dea
Advisor:
Dewi, Ratna
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Asuhan Keperawatan Keluarga, Terapi Komplementer, Teh Bawang Dayak, Stroke, Hipertensi
DOI:
-
Abstract :
Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat sumbatan atau pecahnya
pembuluh darah, dan hipertensi menjadi faktor risiko utamanya. Pasien pasca-stroke
memerlukan penatalaksanaan jangka panjang yang melibatkan peran aktif keluarga untuk
mendukung keberhasilan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola asuhan
keperawatan keluarga pada Tn. E, seorang pasien pasca-stroke dengan hipertensi tidak
terkontrol, melalui penerapan terapi komplementer teh bawang dayak. Metode yang
digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga meliputi
pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi
komplementer yang diberikan berupa pemberian teh bawang dayak dua kali sehari selama
tujuh hari berturut-turut, disertai edukasi pola hidup sehat dan manajemen hipertensi.
Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah, peningkatan
pemahaman keluarga terkait perawatan hipertensi, dan peningkatan keterlibatan keluarga
dalam mendukung pengobatan pasien. Penerapan terapi komplementer dalam asuhan
keperawatan keluarga terbukti memberikan manfaat sebagai pendukung terapi medis
konvensional.
pembuluh darah, dan hipertensi menjadi faktor risiko utamanya. Pasien pasca-stroke
memerlukan penatalaksanaan jangka panjang yang melibatkan peran aktif keluarga untuk
mendukung keberhasilan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola asuhan
keperawatan keluarga pada Tn. E, seorang pasien pasca-stroke dengan hipertensi tidak
terkontrol, melalui penerapan terapi komplementer teh bawang dayak. Metode yang
digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga meliputi
pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi
komplementer yang diberikan berupa pemberian teh bawang dayak dua kali sehari selama
tujuh hari berturut-turut, disertai edukasi pola hidup sehat dan manajemen hipertensi.
Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah, peningkatan
pemahaman keluarga terkait perawatan hipertensi, dan peningkatan keterlibatan keluarga
dalam mendukung pengobatan pasien. Penerapan terapi komplementer dalam asuhan
keperawatan keluarga terbukti memberikan manfaat sebagai pendukung terapi medis
konvensional.