Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan V Dengan Pemberian Terapi Komplementer Pada Keluarga Tn. N di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025

Categorie(s):
   KIAN
Author(s):
   Fikra, Rizka Rahmadhani
Advisor:
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Diabets Mellitus, Keluarga, Komplementer
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang: Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang
memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggotanya. Pada penyakit
kronis seperti Diabetes Mellitus Tipe 2, peran keluarga sangat menentukan
keberhasilan pengelolaan penyakit dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengkaji
efektivitas asuhan keperawatan keluarga tahap perkembangan V dengan
pemberian terapi komplementer dalam menurunkan kadar gula darah dan
meningkatkan mekanisme koping keluarga pada pasien DM Tipe 2 di Nagari
Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Tahun 2025. Metode: Studi kasus yang
dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penerapan intervensi keperawatan
berbasis Lima Tahap Ukur Keluarga (TUK) meliputi terapi relaksasi otot
progresif, konsumsi rebusan kayu manis, edukasi pola makan sehat, serta edukasi
dukungan keluarga menggunakan leaflet. Hasil: Terapi relaksasi otot progresif
dan rebusan kayu manis selama tiga hari berturut-turut berhasil menurunkan kadar
gula darah pasien dari 257 mg/dL menjadi 206 mg/dL. Edukasi mengenai pola
makan sehat dan dukungan keluarga terbukti meningkatkan pengetahuan keluarga
dan memperbaiki mekanisme koping individu. Kesimpulan: Asuhan keperawatan
keluarga dengan pendekatan terapi komplementer dan edukasi holistik secara
signifikan mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kualitas
hidup pasien dan keluarga. Peran aktif keluarga sangat penting dalam menunjang
keberhasilan pengelolaan DM Tipe 2. Saran: Institusi pendidikan keperawatan
dianjurkan mengintegrasikan terapi komplementer dalam pembelajaran, fasilitas
pelayanan kesehatan diharapkan mengadopsi intervensi berbasis bukti, dan pasien
beserta keluarga perlu terus mendapatkan edukasi berkelanjutan untuk
menjalankan pengelolaan mandiri penyakit secara konsisten. Penelitian lanjutan
disarankan mengembangkan model intervensi inovatif yang sesuai dengan
konteks keluarga di berbagai daerah.
Download From Google Drive